Menu

Mode Gelap
Download Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair, Cepat Terdaftar OJK Tujuh Game Penghasil Uang, Download Aplikasinya Disini Dapatkan Puluhan Juta Rupiah Cara Membuat NPWP Online, Sangat Mudah Tinggal Siapkan Syarat Wajib Pajak Diduga Depresi Berat Karena Menderita Sakit Yang Tak Kunjung Sembuh, Seorang Nenek di Cikole Gantung Diri Tumpukan Kayu di Pinggir Jalan Cibaregbeg Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Sukabumi · 13 Sep 2025 03:10 WIB

Demo Kelima GMNI Sukabumi: Kritisi Kenaikan Tunjangan DPRD dan Kinerja TKPP


					Aksi demo mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi di depan Balai Kota Sukabumi, Jumat (12/9/2025). Perbesar

Aksi demo mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi di depan Balai Kota Sukabumi, Jumat (12/9/2025).

JENTERANEWS.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sukabumi kembali menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Sukabumi pada Jumat (12/9/2025). Demo kali ini menjadi yang kelima kalinya dilakukan oleh GMNI untuk mendesak Pemerintah Kota Sukabumi meninjau ulang sejumlah kebijakan kontroversial.

Aksi massa ini menyoroti dua isu utama, yaitu kenaikan tunjangan perumahan dan transportasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi serta kinerja Tim Khusus Percepatan Pembangunan (TKPP) yang dinilai tidak efektif.

Ketua GMNI Sukabumi Raya, Aris Gunawan, menyampaikan bahwa kenaikan tunjangan DPRD yang diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 2 dan 3 Tahun 2025 tidak etis. “Tunjangan ini naik signifikan, padahal inflasi Kota Sukabumi per Juli 2025 adalah yang tertinggi di Jawa Barat,” ujar Aris. Total anggaran tunjangan ini mencapai Rp6,33 miliar.

GMNI menuntut agar tunjangan tersebut dikembalikan ke besaran semula. Aris menyarankan agar anggaran yang dihemat dapat dialihkan untuk program-program yang lebih pro-rakyat.

Selain itu, GMNI juga mengkritisi kinerja TKPP. Aris mengutip pernyataan Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, yang sempat menyebut bahwa hanya Ketua TKPP, Ubaidillah, yang bekerja. “Yang lainnya hanya pajangan, tidak bekerja tapi digaji APBD,” kata Aris menirukan ucapan Wali Kota. GMNI menilai pernyataan tersebut tidak pantas dan menunjukkan adanya masalah serius dalam struktur tim tersebut.

Menanggapi kritik ini, Wali Kota Ayep Zaki di hadapan massa aksi menyatakan akan memberhentikan anggota TKPP yang dinilai tidak produktif. “Anggota TKPP lainnya tidak bisa apa-apa, besok saya berhentikan,” tegasnya. Namun, Wali Kota membela Ubaidillah, Ketua TKPP, dengan alasan profesionalismenya. “Ubaidillah itu profesional, direktur Astra. Sampai mati akan saya pertahankan,” kata Ayep Zaki.

Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asyari, menjelaskan bahwa nilai tunjangan perumahan dan transportasi ditetapkan berdasarkan kajian tim penilai. Namun, ia menyatakan kesiapan DPRD untuk melakukan evaluasi. “Kalau memang tuntutannya adalah kembali ke Perwal 2024 atau 2022, kita siap. Ini bisa dievaluasi,” jelas Rojab, membuka peluang negosiasi.

GMNI menyikapi pernyataan ini dengan menyebut bahwa anggota TKPP telah menerima “gaji buta” dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Aris Gunawan juga mengungkapkan bahwa GMNI telah mengambil langkah hukum dengan melaporkan dugaan gratifikasi jabatan yang melibatkan Ubaidillah kepada Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi.

Aksi demo yang berlangsung damai ini menunjukkan ketegasan GMNI dalam mengawal kebijakan pemerintah. Mereka berkomitmen untuk terus mengawasi penggunaan anggaran publik dan memastikan setiap rupiah digunakan untuk kepentingan rakyat.(*)


Reporter: Denny

Redaktur: Hamjah



Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

Baca Lainnya

Semarakkan HUT RI ke-81, Pemdes dan Karang Taruna Cidolog Gelar Turnamen Voli Antar-RW

14 Agustus 2026 - 16:42 WIB

Kepala Desa Cidolog, Dasep (baju batik), bersama perangkat desa, unsur Babinsa, panitia Karang Taruna, serta perwakilan pemain membentangkan spanduk usai pembukaan Turnamen Bola Voli Putra-Putri Antar-RW se-Desa Cidolog dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-81 di lapangan voli Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi.

Perkuat Ekonomi Syariah Warga, KKN STIES Gasantara Sukses Jalankan Pengabdian di Jambenengang

13 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 2 STIES Gasantara Indonesia (kiri) menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Sekretaris Desa Jambenengang (kanan) di Aula Kantor Desa Jambenengang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, sebagai simbolis berakhirnya masa tugas dan jalinan kerja sama yang baik selama pelaksanaan KKN.

Wujud Apresiasi Kinerja, Pemdes Mekarjaya Cidolog Salurkan Insentif untuk LKD dan Tenaga Pendidik

13 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Sejumlah perwakilan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan tenaga pelayan masyarakat, termasuk dari Karang Taruna (tampak pada logo kaus peserta), duduk tertib mendengarkan paparan pada acara penyaluran insentif di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (13/8/2026). Banner di bagian depan mengonfirmasi detail acara dan tahun anggaran.

Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41 Ribu Obat Berbahaya dan Ribuan Botol Miras, 19 Tersangka Diamankan

12 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Kasat Narkoba Polres Sukabumi AKP Iwan Hendi Sutisna (ketiga dari kanan) bersama Kasat Pol PP Deni Yudono (kiri) dan Kapolsek Cibadak AKP Joko Susanto Supono (kedua dari kanan) menunjukkan barang bukti 41.479 butir obat berbahaya tanpa izin edar dan 3.641 botol miras ilegal di markas Satres Narkoba Sukabumi, Jawa Barat. Tumpukan strip obat dan botol-botol miras tersebut disita dari operasi tiga bulan terakhir, yang berhasil mengamankan 19 tersangka dengan total taksiran nilai barang bukti mencapai ratusan juta rupiah.

Antisipasi Karhutla di Puncak Kemarau, Forkompimcam Cidolog Gencarkan Patroli Gabungan

12 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Tim gabungan dari Polsek Sagaranten, Koramil 2211 Sagaranten, dan unsur Forkompimcam Cidolog memantau kondisi lahan kering di wilayah Kecamatan Cidolog, Sukabumi, sebagai bagian dari upaya patroli antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau.

Diduga Depresi, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jembatan Cilubang Sukabumi

12 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Petugas gabungan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Sagaranten, Komando Rayon Militer (Koramil) Sagaranten, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cidolog, dibantu warga setempat, saat berada di lokasi penemuan jasad seorang pria berinisial R (59) yang ditemukan tewas tergantung kain sarung di Jembatan Cilubang, Desa Tegalega, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (12/8). Petugas tampak sedang melakukan pengecekan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi tersebut.
Trending di Sukabumi
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca