Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 5 Des 2025 20:25 WIB

Dikepung Bencana Hidrometeorologi, BPBD Sukabumi Laporkan Kerusakan di 8 Kecamatan


					DITERJANG BENCANA: (Kiri) Kondisi tebing yang longsor akibat gerusan air hujan, dan (Kanan) genangan banjir yang melanda salah satu ruas jalan dan pemukiman di Kabupaten Sukabumi pasca hujan deras, Kamis (4/12/2025). (Foto: Dok. Istimewa/Warga) Perbesar

DITERJANG BENCANA: (Kiri) Kondisi tebing yang longsor akibat gerusan air hujan, dan (Kanan) genangan banjir yang melanda salah satu ruas jalan dan pemukiman di Kabupaten Sukabumi pasca hujan deras, Kamis (4/12/2025). (Foto: Dok. Istimewa/Warga)

JENTERANEWS.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sepanjang Kamis (4/12/2025), memicu rentetan bencana hidrometeorologi yang cukup masif. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat sedikitnya 10 kejadian bencana terjadi serentak di delapan kecamatan berbeda.

Dampak dari cuaca buruk ini tidak hanya menyasar pemukiman warga, tetapi juga mengakibatkan kerusakan signifikan pada fasilitas pendidikan dan infrastruktur publik.

Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, melaporkan bahwa kerusakan serius menimpa bangunan sekolah di dua lokasi. Di Kecamatan Cicantayan, lantai dua gedung MTS Yaspi di Desa Cantayan dilaporkan ambruk.

“Dugaan sementara, kerobohan di MTS Yaspi dipicu oleh cuaca ekstrem yang diperparah dengan kondisi material bangunan yang sudah lapuk termakan usia,” ujar Daeng dalam keterangannya.

Sementara itu, di Kecamatan Cisolok, Tembok Penahan Tanah (TPT) di bagian depan SMAN 1 Cisolok ambruk pada pukul 14.30 WIB. Material longsoran sempat mengancam akses, namun tim gabungan bergerak cepat. “Material longsoran telah dibersihkan untuk memastikan arus lalu lintas di jalur provinsi tidak terganggu,” jelasnya.

Selain fasilitas pendidikan, ancaman terbesar dirasakan oleh warga di kawasan pemukiman. Di Kecamatan Gunungguruh, luapan Sungai Ciburial memicu banjir setinggi kurang lebih 80 sentimeter. Insiden ini merendam total 20 rumah warga di dua desa, serta menyebabkan longsor pada TPT dan bahu jalan.

Bencana tanah longsor juga dilaporkan terjadi di beberapa titik lainnya:

Kecamatan Cibadak: TPT jalan kabupaten longsor di Kampung Cibatu Hilir, mengancam 4 rumah warga. Penghuni telah diungsikan untuk mengantisipasi longsor susulan.

Kecamatan Nagrak: Longsor tebing mengancam tiga rumah dan nyaris memutus jalan gang vital.

Kecamatan Cidolog: Bagian belakang satu rumah warga roboh akibat tergerus arus sungai yang deras.

Kecamatan Kadudampit: Dinding lantai dua sebuah rumah roboh menimpa dua rumah tetangga, mengakibatkan tiga rumah dalam kondisi terancam.

Di Kecamatan Simpenan, cuaca buruk menyebabkan pohon Albasia berukuran besar tumbang dan sempat menutup total akses ruas jalan kabupaten sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.

Meskipun kerusakan materiil tersebar di berbagai wilayah, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam rentetan peristiwa ini. Saat ini, Unit Reaksi Cepat (URC) BPBD telah diaktifkan untuk melakukan penanganan darurat dan pemantauan di lokasi-lokasi rawan.

Menyikapi prakiraan cuaca dari BMKG yang masih menunjukkan potensi hujan ringan hingga sedang, Daeng Sutisna mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

“Kami mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan longsor dan bantaran sungai,” pungkas Daeng.(*)


Laporan: Oto Iskandar

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 69 kali

Baca Lainnya

Puskesmas Cidadap Gelar Tes HPV DNA Gratis, Perempuan Usia 30–69 Tahun Diimbau Ikut Deteksi Dini Kanker Serviks

22 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Jajaran tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Cidadap berfoto bersama para relawan dan staf SPPG usai pelaksanaan sosialisasi Pelayanan Serentak HPV DNA dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi.

Siswa SMP di Sukabumi Jadi Korban Pengeroyokan Kakak Kelas, Diduga Dipicu Aksi Pemerasan hingga Alami Cedera Patah Tulang

21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Keterangan Foto: AI (12), korban kekerasan dan dugaan pemerasan oleh kakak kelasnya di Sukabumi, terbaring lemah di RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan perawatan intensif.

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Sukabumi Gelar Penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Mekarjaya

21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Suasana kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV yang diselenggarakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama Puskesmas Ciemas dan Pemerintah Desa Mekarjaya, Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026).

PUSKESMAS CIDOLOG GELAR HKN KE-62, CAMAT APRESIASI KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN TEGASKAN PENTINGNYA SINERGI LINTAS SEKTOR

20 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Suasana Gebyar HKN Ke-62 yang digelar Puskesmas Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Selasa (20/10/2026). Acara yang dihadiri Camat Yusup Suherlan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti gerak sehat, pelayanan kesehatan gratis, dan penyerahan penghargaan kepada warga yang peduli kesehatan, guna memperkuat sinergi lintas sektor menuju "Sukabumi Mubarakah".

Petaka Jalur Cikidang–Palabuhanratu: Mobil Terios Meledak dan Ludes Dilalap Si Jago Merah

19 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kondisi minibus Daihatsu Terios yang hangus terbakar di jalur Cikidang–Palabuhanratu, Sukabumi, Minggu (18/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Jeritan Histeris Tengah Hari: Ibu Hamil di Sukabumi Ditebas Suami, Nyawa Selamat Usai Tetangga Pasang Badan

19 Oktober 2026 - 06:23 WIB

KDRT Sadis di Sukabumi: Ditembus Sabetan Golok di Leher dan Wajah, Ibu Hamil Selamat dari Maut Berkat Akses Cepat Tetangga
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca