Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 7 Apr 2026 09:15 WIB

Diterjang Cuaca Ekstrem, Longsor dan Tanah Anjlok Putuskan Jalan di Purabaya Sukabumi


					Jalan lingkungan di Kampung Cirajeg, Desa Neglasari, Sukabumi terputus setelah tanah di sekitar anjlok dan longsor. Tampak dari foto tersebut tumpukan bebatuan, tanah, dan beberapa batang kayu. Perbesar

Jalan lingkungan di Kampung Cirajeg, Desa Neglasari, Sukabumi terputus setelah tanah di sekitar anjlok dan longsor. Tampak dari foto tersebut tumpukan bebatuan, tanah, dan beberapa batang kayu.

JENTERANEWS.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, memicu bencana tanah longsor dan tanah anjlok pada Minggu (5/4/2026) sore. Peristiwa yang terjadi di Kampung Cirajeg, Desa Neglasari ini mengakibatkan satu rumah hancur, jalan lingkungan terputus, dan belasan jiwa terancam.

Bencana dilaporkan terjadi pada pukul 15.10 WIB. Kuatnya gerusan aliran air hujan menyebabkan tanah di pemukiman warga ambrol sepanjang 20 meter dengan ketinggian longsoran 1,5 meter. Selain longsor, fenomena tanah anjlok sedalam 1 meter juga memperparah kerusakan di lokasi tersebut.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, dampak dari pergerakan tanah ini cukup masif. Satu unit rumah milik Bapak Angga yang dihuni 2 jiwa dilaporkan mengalami Rusak Berat hingga tidak lagi layak huni. Sementara itu, tiga rumah lainnya milik Bapak Abdul Rojak, Bapak Edi Setiawan, dan Bapak Deni mengalami Rusak Sedang.

“Saat ini tercatat ada 1 KK dengan 2 jiwa yang sudah mengungsi. Selain bangunan rusak, empat rumah lainnya kini dalam kondisi terancam jika terjadi longsor susulan,” ungkap Yanto Prayitno, petugas P2BK Purabaya dalam laporan resminya.

Tidak hanya menyasar hunian, bencana ini memutus jalan lingkungan warga sepanjang 15 meter. Kondisi ini menyebabkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di RT 28/04 Desa Neglasari tersendat total. Tanah yang anjlok membuat akses tersebut tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki dengan aman.

Sejak Minggu sore, tim gabungan yang terdiri dari P2BK, Perangkat Desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Satpol PP telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan membantu evakuasi mandiri.

“Warga saat ini sedang bahu-membahu secara gotong royong membersihkan material longsor. Namun, kendala utama di lapangan adalah cuaca yang masih turun hujan,” tambah Yanto.

Pihak BPBD mencatat kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi saat ini meliputi: 20 Unit Bronjong untuk penanganan darurat jalan yang terputus. Bahan Bangunan untuk perbaikan rumah terdampak. Bantuan Logistik berupa sandang dan pangan bagi korban.

Hingga berita ini diturunkan, nilai total kerugian materiil masih dalam proses penghitungan oleh pihak terkait. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, mengingat curah hujan di wilayah Sukabumi masih cukup tinggi.(*)


Laporan: Aris Jampang

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Kelezatan Terong Balado Tanpa Rasa Bersalah: Rahasia Dapur Hemat Minyak

17 April 2026 - 07:14 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

16 April 2026 - 20:53 WIB

Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Huntap Cisolok, Kamis (16/4).

Hujan Deras Picu Luapan Sungai, Puluhan Warga Pamuruyan Sukabumi Terdampak Banjir

16 April 2026 - 20:06 WIB

Petugas P2BK Cibadak (mengenakan sepatu bot kuning) melakukan asesmen di lokasi permukiman warga Kampung Panagan, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, yang terendam banjir akibat luapan sungai, Kamis (16/4/2026). Air berwarna cokelat setinggi betis merendam gang utama pemukiman.

Pemdes Cidolog Cairkan Insentif untuk Aparatur Lingkungan dan Lembaga Kemasyarakatan

16 April 2026 - 19:59 WIB

Tampak suasana di dalam Aula Desa Cidolog saat pelaksanaan pembagian insentif untuk Ketua RT, RW, LPMD, Karang Taruna, MUI, dan pengurus DKM. Penyerahan insentif yang bersumber dari ADD/Dana Desa ini bertujuan untuk memacu semangat kerja para penggerak masyarakat.

Perkuat Konvergensi Stunting Tingkat Desa, Wabup Sukabumi Jadikan Data KPM Sebagai Rujukan Kebijakan

15 April 2026 - 19:26 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, tengah memberikan arahan saat menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2026).

Soroti Dampak Proyek Tol Bocimi, DPRD Kabupaten Sukabumi Desak Kontraktor Tertib SOP Pengangkutan Tanah

13 April 2026 - 19:14 WIB

Aktivitas pengangkutan material tanah di area terbuka proyek Tol Bocimi di bawah jembatan overpass yang sedang dibangun. Lokasi seperti inilah yang menjadi fokus pengawasan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang mengingatkan pelaksana proyek untuk disiplin menerapkan SOP, terutama dalam mencegah ceceran tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Trending di Sukabumi