JENTERANEWS.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, memicu bencana tanah longsor dan tanah anjlok pada Minggu (5/4/2026) sore. Peristiwa yang terjadi di Kampung Cirajeg, Desa Neglasari ini mengakibatkan satu rumah hancur, jalan lingkungan terputus, dan belasan jiwa terancam.
Bencana dilaporkan terjadi pada pukul 15.10 WIB. Kuatnya gerusan aliran air hujan menyebabkan tanah di pemukiman warga ambrol sepanjang 20 meter dengan ketinggian longsoran 1,5 meter. Selain longsor, fenomena tanah anjlok sedalam 1 meter juga memperparah kerusakan di lokasi tersebut.
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, dampak dari pergerakan tanah ini cukup masif. Satu unit rumah milik Bapak Angga yang dihuni 2 jiwa dilaporkan mengalami Rusak Berat hingga tidak lagi layak huni. Sementara itu, tiga rumah lainnya milik Bapak Abdul Rojak, Bapak Edi Setiawan, dan Bapak Deni mengalami Rusak Sedang.
“Saat ini tercatat ada 1 KK dengan 2 jiwa yang sudah mengungsi. Selain bangunan rusak, empat rumah lainnya kini dalam kondisi terancam jika terjadi longsor susulan,” ungkap Yanto Prayitno, petugas P2BK Purabaya dalam laporan resminya.
Tidak hanya menyasar hunian, bencana ini memutus jalan lingkungan warga sepanjang 15 meter. Kondisi ini menyebabkan aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di RT 28/04 Desa Neglasari tersendat total. Tanah yang anjlok membuat akses tersebut tidak dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki dengan aman.
Sejak Minggu sore, tim gabungan yang terdiri dari P2BK, Perangkat Desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Satpol PP telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan membantu evakuasi mandiri.
“Warga saat ini sedang bahu-membahu secara gotong royong membersihkan material longsor. Namun, kendala utama di lapangan adalah cuaca yang masih turun hujan,” tambah Yanto.
Pihak BPBD mencatat kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi saat ini meliputi: 20 Unit Bronjong untuk penanganan darurat jalan yang terputus. Bahan Bangunan untuk perbaikan rumah terdampak. Bantuan Logistik berupa sandang dan pangan bagi korban.
Hingga berita ini diturunkan, nilai total kerugian materiil masih dalam proses penghitungan oleh pihak terkait. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan, mengingat curah hujan di wilayah Sukabumi masih cukup tinggi.(*)
Laporan: Aris Jampang
Editor: Hamjah















