JENTERANEWS.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang kembali memicu bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Sukabumi. Kali ini, sebuah insiden merusak terjadi di Kampung Citereup (RW 003 dan RW 004), Desa Caringin Nunggal, Kecamatan Waluran, pada Rabu sore (04/02/2026).
Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 15.15 WIB tersebut mengakibatkan satu unit rumah warga ambruk total hingga rata dengan tanah. Berdasarkan pantauan visual di lapangan, struktur bangunan yang didominasi material semi-permanen tersebut tidak mampu menahan hempasan angin kencang yang terjadi bersamaan dengan curah hujan tinggi.
Berdasarkan data asesmen cepat yang dihimpun dari Tim Bencana Kecamatan Waluran, rumah yang mengalami kerusakan paling parah diketahui milik Ibu Esih. Kondisi rumah dikategorikan rusak berat (ambruk total) sehingga tidak lagi layak maupun aman untuk dihuni.
Meskipun tidak ada korban jiwa atau korban luka dalam insiden ini, dampak sosial yang ditimbulkan cukup signifikan. Sebanyak 2 Kepala Keluarga (KK) dengan total 4 jiwa terpaksa harus mengungsi ke tempat kerabat atau lokasi yang lebih aman, mengingat tempat tinggal mereka telah hancur.
Sesaat setelah kejadian, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Tim gabungan yang terdiri dari petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK), Satpol PP, Tagana, Pemerintah Desa Caringin Nunggal, serta unsur TNI dan Polri (Babinsa dan Bhabinkamtibmas) segera melakukan penanganan darurat.
“Tim bencana kecamatan bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa telah melaksanakan pembersihan puing-puing pasca kejadian dan menenangkan warga terdampak,” ujar perwakilan tim pelapor di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, para penyintas sangat membutuhkan uluran tangan dan bantuan logistik darurat. Berdasarkan pendataan di lapangan, kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi:
Bahan baku bangunan untuk perbaikan kembali rumah yang rusak.
Terpal sebagai pelindung sementara.
Logistik sandang dan pangan untuk kebutuhan sehari-hari pengungsi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Pihak berwenang terus memantau situasi dan berkoordinasi untuk penyaluran bantuan lebih lanjut.(*)















