Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 20 Okt 2025 07:46 WIB

Dua Pengendara Motor Tewas dalam Insiden ‘Adu Banteng’ Maut di Cisaat Sukabumi


					Insiden tabrakan 'adu banteng' antara dua sepeda motor di Jalan Raya Cisaat, Sukabumi, Sabtu (18/10/2025) malam, menewaskan dua orang pengendara. Satu penumpang lainnya dilaporkan selamat dengan luka ringan. Perbesar

Insiden tabrakan 'adu banteng' antara dua sepeda motor di Jalan Raya Cisaat, Sukabumi, Sabtu (18/10/2025) malam, menewaskan dua orang pengendara. Satu penumpang lainnya dilaporkan selamat dengan luka ringan.

JENTERANEWS.com – Kecelakaan maut yang melibatkan dua sepeda motor dalam insiden ‘adu banteng’ di Jalan Raya Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/10/2025) malam, dipastikan merenggut dua korban jiwa. Korban tewas adalah kedua pengendara motor, sementara satu penumpang dilaporkan selamat dengan luka ringan.

Insiden tragis yang terjadi tepat di depan Klinik Mantri Otoh, Desa Nagrak, Kecamatan Cisaat, sekitar pukul 22.50 WIB ini mengoreksi laporan awal yang menyebutkan satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Konfirmasi jumlah korban jiwa disampaikan oleh pihak RSUD R. Syamsudin, SH Kota Sukabumi. Humas sekaligus Ketua Tim Penanganan Keluhan rumah sakit, dr. Irfan Nugraha Triputra Irawan, menjelaskan bahwa korban kedua, yang semula dilaporkan luka berat, juga telah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

“Kami menerima total tiga korban dari peristiwa tersebut,” ujar dr. Irfan saat dikonfirmasi pada Minggu (19/10/2025).

Satu korban selamat, diidentifikasi sebagai AFF (16 tahun), tiba di IGD pada Sabtu malam sekitar pukul 23.30 WIB.

“Pasien atas nama AFF, laki-laki 16 tahun, datang dengan keluhan luka lecet di pipi kanan, lengan kanan, dan kaki kanan akibat kecelakaan. Setelah dilakukan pembersihan luka dan diberi obat, pasien diperbolehkan pulang,” jelas dr. Irfan.

Sementara itu, dua korban lainnya, yakni LN (24 tahun) dan MS (16 tahun), dibawa oleh pihak Polsek Cisaat langsung ke Instalasi Jenazah RSUD R. Syamsudin, SH sekitar pukul 00.30 WIB.

“Keduanya sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di rumah sakit,” tegas Irfan.

Tim medis melakukan pemeriksaan luar (visum) terhadap kedua jenazah sekitar pukul 01.00 WIB. Hasilnya menunjukkan LN mengalami patah tulang tertutup pada tulang kering dan betis, pendarahan dari hidung, serta luka lecet di wajah.

Adapun MS mengalami luka fatal berupa patah tulang rahang atas dan bawah, patah tulang hidung, luka terbuka di dahi kanan, serta luka lecet di area hidung dan mulut.

“Setelah pemeriksaan selesai, kedua jenazah dipulangkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkas Irfan.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Andika Pratistha, membeberkan kronologi kecelakaan maut tersebut.

Kecelakaan melibatkan motor Yamaha Jupiter MX bernomor polisi F 4810 SV yang dikendarai oleh MS (16) dengan penumpang AFF (16), serta motor Honda Scoopy F 5152 TAH yang dikendarai oleh LN (24).

Menurut Ipda Andika, kecelakaan bermula saat motor Jupiter MX yang dikendarai MS melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Kota Sukabumi menuju Cibolang. MS diduga berupaya menyalip kendaraan lain di depannya.

“Diduga pengendara [MS] tidak memperhatikan arus lalu lintas dan terlalu ke kanan jalan saat mendahului kendaraan lain,” jelas Andika.

Nahas, pada saat bersamaan, dari arah berlawanan (Cibolang menuju Kota Sukabumi) muncul motor Honda Scoopy yang dikendarai LN.

“Karena jarak terlalu dekat, kedua kendaraan bertabrakan (adu banteng) hingga pengendaranya terpental,” tambahnya.

Diketahui, korban MS dan AFF merupakan warga Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Sementara korban LN berasal dari Kecamatan Kadudampit. Semua korban dalam kecelakaan tersebut adalah laki-laki.(*)


Reporter: Joko S

Redaktur: Hamjah


Artikel ini telah dibaca 39 kali

Baca Lainnya

Pemuda Pakidulan Sagaranten Sediakan Kuota Khitanan Massal Gratis untuk 99 Anak di Sagaranten

9 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Gagal Kuasai Kendaraan di Tikungan, Pemotor Maut Usai Tabrak Mobil Sampah di Cikembar Sukabumi

9 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Petugas Gakkum Satlantas Polres Sukabumi sedang membuat tanda kapur di permukaan aspal untuk menandai posisi korban dan titik benturan selama proses olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) kecelakaan maut di Jalan Raya Perintis Kemerdekaan, Kampung Ciangsana, Cikembar, Sukabumi, Minggu (9/8/2026). Tanda lingkaran dengan silang digunakan untuk menandai posisi kepala korban. Di latar belakang, tampak van putih kepolisian dan truk sampah kuning yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Api Belum Padam, 18 Hektare Lahan Perhutani di Jampangtengah Sukabumi Hangus Terbakar

9 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Petugas gabungan dari Kepolisian, BPBD Kabupaten Sukabumi, dan relawan Tagana melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda area Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Kobaran api terlihat masih belum berhasil dipadamkan dan terus melalap lahan kosong bekas tebangan. Sekitar 18 hektare lahan dilaporkan telah hangus dalam insiden ini.

Kebakaran Lahan Seluas 1,5 Hektare Landa Desa Mekarsakti Sukabumi, Api Berhasil Dipadamkan

9 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Petugas gabungan dan unit Damkar berupaya memadamkan kebakaran lahan alang-alang di Kampung Cikuray, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Selasa (8/8/2026) malam. Api seluas 1,5 hektare berhasil dipadamkan total pukul 20:15 WIB setelah sempat mengancam pemukiman warga.

Diduga Korban Penipuan Tenaga Kerja, 15 Warga Sukabumi Terlantar di Kota Tarakan

9 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Sejumlah perantau asal Sukabumi, Jawa Barat, yang terlantar di Tarakan tampak merapikan barang bawaan mereka di fasilitas shelter Dinas Sosial (DSPM) Kota Tarakan. Aktivitas ini dilakukan sebagai persiapan pemulangan mereka ke daerah asal, Jumat (7/8).

Bisa Dicungkil Tangan Kosong: Potret Buruk Pengawasan Proyek Infrastruktur di Kabupaten Sukabumi

8 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Warga Jampangtengah, Sukabumi, mengeluhkan kualitas aspal jalan kabupaten yang rapuh dan bisa dicungkil dengan tangan, seperti yang ditunjukkan dalam rekaman video yang viral
Trending di Sukabumi