JENTERANEWS.com – Liburan yang seharusnya penuh tawa dan suka cita hampir berubah menjadi tragedi di Pantai Citepus, Palabuhanratu, Sukabumi pada Rabu (29/1/2025) siang. Dua santri berusia 12 tahun, MZ dan H, nyaris meregang nyawa setelah terseret arus kuat saat berenang di pantai yang berlokasi di depan Balai Desa Citepus.
Insiden menegangkan ini terjadi sekitar pukul 11.45 WIB. Rahmat, Humas Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berada di lokasi, menuturkan bahwa kedua korban awalnya berenang di tepi pantai bersama teman-temannya. Namun, tanpa disadari, mereka berenang terlalu jauh ke tengah laut.
“Tiba-tiba, ombak besar datang menghantam dan menyeret mereka ke tengah laut,” ujar Rahmat. “Situasinya sangat berbahaya, mereka sempat tenggelam sebelum akhirnya berhasil ditarik oleh tim penyelamat dan masyarakat sekitar.”
Kasat Polair Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, mengonfirmasi bahwa kedua korban berasal dari Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. “Mereka berdua beruntung karena tim Balawista yang siaga langsung bergerak cepat dan berhasil menyelamatkan keduanya,” kata Tenda.
Setelah berhasil diselamatkan, kedua korban dalam kondisi lemas namun selamat dan langsung kembali ke rombongan mereka. Tenda Sukendar mengimbau kepada seluruh wisatawan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi imbauan petugas.
“Kami tidak ingin tragedi terjadi. Jangan jadikan liburan menjadi duka bagi keluarga. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Insiden ini menjadi pengingat bagi para wisatawan untuk selalu waspada dan tidak meremehkan kekuatan arus laut, terutama saat kondisi angin kencang dan ombak besar.(*)
Laporan: M. Ridwan
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















