Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 21 Jun 2025 18:43 WIB

Fenomena Langka, Ibu di Sukabumi Lahirkan Bayi Kembar Tiga dengan Selamat


					Pasangan Shofa Makiyah (sisi kiri )dan Ismail Abdul Aziz (sisi kanan) bersama bayi kembar tiga (triplet) mereka yang lahir selamat di RSU Hermina Sukabumi pada 20 Mei 2025 lalu. Perbesar

Pasangan Shofa Makiyah (sisi kiri )dan Ismail Abdul Aziz (sisi kanan) bersama bayi kembar tiga (triplet) mereka yang lahir selamat di RSU Hermina Sukabumi pada 20 Mei 2025 lalu.

JENTERANEWS.com – Sebuah kejutan luar biasa menghampiri pasangan suami istri, Shofa Makiyah (33) dan Ismail Abdul Aziz (36), saat mereka menyambut kelahiran tiga bayi kembar sekaligus. Fenomena langka yang disebut hanya terjadi pada 1 dari 10.000 kehamilan ini mengubah kehidupan mereka selamanya, menghadirkan kebahagiaan tak terkira di tengah penantian yang semula dikira “hanya” kembar dua.

Gemetar dan tak bisa terduduk, begitulah reaksi Ismail Abdul Aziz saat mengetahui bahwa rahim sang istri, Shofa, ternyata menjadi rumah bagi tiga janin. Kabar mengejutkan ini datang saat pemeriksaan kandungan lanjutan, dua pekan setelah dokter awalnya mendeteksi dua kantung janin pada usia kehamilan tujuh minggu.

“Pas kontrol lagi, ternyata janinnya jadi tiga. Jadi dalam satu kantung ada dua janin. Kaget banget,” ungkap Shofa dengan suara masih bergetar haru saat dihubungi pada hari Jumat (20/6/2025). “Suami saya sampai nggak bisa duduk saking kagetnya, kirain cuma dua ternyata tiga.”

Perjalanan kehamilan yang tak biasa ini mencapai puncaknya di RSU Hermina Sukabumi. Pada usia kandungan 35 minggu, Shofa menjalani operasi caesar yang penuh tantangan. Tepat pada 20 Mei 2025 pukul 14.37 WIB, tangis tiga bayi laki-laki memecah keheningan ruang operasi, menandai kelahiran mereka yang selamat dan sehat.

Bagi Shofa, ini adalah kehamilan kelimanya, yang kini melengkapi keluarga mereka menjadi tujuh anak. “Sebelumnya empat, ditambah kembar tiga ini,” ucapnya penuh syukur. Dukungan tanpa henti dari suami dan ibunya menjadi pilar kekuatannya melalui proses yang luar biasa ini. “Alhamdulillah saya sangat terbantu, tenaga medisnya profesional dan perhatian. Tanpa mereka mungkin saya nggak sekuat ini,” tutur Shofa.

Kelahiran triplet ini bukan hanya keajaiban bagi keluarga, tetapi juga menjadi sebuah pencapaian dan kebanggaan bagi tim medis RSU Hermina Sukabumi. Wakil Direktur Medis, dr. Andreansyah Nugraha, mengakui proses persalinan ini memiliki risiko yang sangat tinggi.

“Kelahiran triplet merupakan peristiwa langka yang memiliki risiko tinggi, baik bagi ibu maupun bayi,” jelas dr. Andreansyah. Ia menambahkan bahwa ketiga bayi sempat memerlukan perawatan intensif selama 10 hari pasca kelahiran karena lahir di usia 35 minggu, sebuah prosedur yang wajar untuk kelahiran kembar.

“Di sisi lain, memang bayi kembar tiga atau triplet ini terjadi antara satu banding 10.000 kehamilan, jadi ini sangat spesial dan kebanggaan bagi kami bisa membantu persalinan bayi kembar tiga dengan selamat,” ungkapnya. “Proses persalinan bayi kembar ini, apalagi kembar tiga, pasti memiliki risiko yang cukup besar, tapi alhamdulillah dapat kita tangani dengan baik.”

Kisah dari Kampung Cikadu ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah ketidakpastian, keajaiban dapat terjadi, membawa suka cita yang berlipat ganda bagi sebuah keluarga yang tak pernah menduganya.(*)


Reporter: Denny Nurman

Redaktur: Hamjah


Artikel ini telah dibaca 49 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Berkepanjangan, Atap Rumah Warga di Caringin Sukabumi Ambruk

12 Mei 2026 - 15:30 WIB

Sejumlah petugas gabungan bersama warga setempat meninjau dan melakukan penanganan darurat pada sebuah rumah yang atapnya ambruk di Kampung Pajegan, Desa Cikembang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Ambruknya atap rumah tersebut diakibatkan oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin (11/5) malam.

Rakor KKS 2026: Sekda Kabupaten Sukabumi Tekankan Kolaborasi dan Sinergi sebagai Kunci Raih Kembali Swasti Saba Wistara

12 Mei 2026 - 13:51 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman (tengah, memegang mikrofon) memberikan motivasi dan arahan kepada jajaran perangkat daerah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Kabupaten Sukabumi Tahun 2026 di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa, 12 Mei 2026. Dalam sambutannya, Sekda menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi antara perangkat daerah untuk meraih kembali penghargaan Swasti Saba Wistara pada tahun 2026.

Miris! Tak Terurus, Jalan Kabupaten Depan SDN 2 Cidadap Sukabumi Berubah Jadi “Kebun Kangkung

12 Mei 2026 - 13:11 WIB

Tanaman kangkung liar tampak tumbuh subur di atas genangan lumpur dan sisa sampah pada bahu Jalan Kabupaten ruas Baros-Cibuni di Kampung Cibarengkok, Desa Cidadap, Sukabumi, Selasa (12/5/2026). Kondisi jalan rusak yang berada tepat di depan SDN 2 Cidadap ini mengindikasikan buruknya sistem drainase dan minimnya pemeliharaan infrastruktur.

Sidang Lanjutan Pengadaan Ompreng MBG di Sukabumi Diwarnai Aksi Saling Tuding Inisiator Kerja Sama

12 Mei 2026 - 10:31 WIB

Kuasa hukum saksi korban, Muhammad Saleh Arif, memberikan keterangan pers di hadapan wartawan di depan Ruang Sidang Candra, Pengadilan Negeri (PN) Kota Sukabumi Kelas IB, seusai sidang lanjutan kasus dugaan penipuan pengadaan food tray Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (11/5/2026).

Sekda Sukabumi Dukung Penuh Eksistensi Ojol Palabuhanratu

11 Mei 2026 - 20:09 WIB

Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman saat memimpin pertemuan audiensi dengan komunitas ojek online kawasan Palabuhanratu.

Pantauan Harga Sembako Sukabumi 11 Mei 2026: Harga Cabai Kian Pedas, Daging dan Bawang Merah Turun Tipis

11 Mei 2026 - 19:52 WIB

Trending di Sukabumi