Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 11 Jun 2025 09:28 WIB

Gelorakan Perang Lawan Plastik, Ratusan Warga dan Pemkot Sukabumi “Kepung” Jalanan Kota


					Sejumlah pelajar dengan antusias mengikuti aksi pungut sampah di Kota Sukabumi, Selasa (10/6/2025). Keterlibatan generasi muda dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi harapan baru bagi terwujudnya kota yang bersih dan bebas sampah di masa depan. Perbesar

Sejumlah pelajar dengan antusias mengikuti aksi pungut sampah di Kota Sukabumi, Selasa (10/6/2025). Keterlibatan generasi muda dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi harapan baru bagi terwujudnya kota yang bersih dan bebas sampah di masa depan.

JENTERANEWS.com – Semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 menggema di Kota Sukabumi. Sebanyak 200 orang dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum, turun ke jalan dalam sebuah aksi lingkungan akbar yang dipusatkan di Gedung Juang 45, Selasa (10/6). Misi mereka satu: menyatakan perang terhadap sampah plastik sekali pakai yang kian mengancam.

Dengan membawa karung sampah dan alat pemungut, para peserta menyusuri jalan-jalan utama kota, memunguti setiap sampah plastik yang mereka temukan. Aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pesan kuat bahwa Sukabumi serius dalam upaya membebaskan diri dari krisis sampah.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, yang memimpin langsung aksi tersebut, menyerukan bahwa kunci utama untuk menyelamatkan bumi terletak pada perubahan gaya hidup setiap individu.

“Perubahan besar selalu dimulai dari hal sederhana. Mulailah membawa tas belanja sendiri, gunakan botol minum isi ulang, dan hindari wadah makanan sekali pakai. Jika gerakan ini dilakukan secara serentak oleh seluruh warga, dampaknya akan luar biasa bagi kota kita,” ujar Bobby dengan penuh semangat kepada wartawan.

Bobby menyoroti fakta bahwa sebagian besar sampah plastik yang mencemari Sukabumi berasal dari limbah rumah tangga dan pasar tradisional. Ia mengungkapkan keprihatinannya karena sampah-sampah tersebut seringkali berakhir di sungai, menyumbat saluran air, dan merusak ruang terbuka hijau.

“Ini bukan lagi sekadar isu lingkungan. Ini telah menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan masa depan generasi penerus kita,” tegasnya.

Untuk memaksimalkan dampak, aksi pungut sampah dibagi menjadi dua rute strategis yang menyisir jantung kota. Rute pertama bergerak dari Gedung Juang 45, melewati Jalan Suryakencana, Jalan R. Syamsudin, SH, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan RE Martadinata, dan kembali ke titik awal.

Sementara itu, rute kedua mengambil jalur dari Gedung Juang 45 menuju Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan A. Yani, Jalan Ciwangi, Jalan RE Martadinata, sebelum akhirnya kembali ke Gedung Juang 45.

Meski menyadari tantangan yang berat, Bobby menaruh harapan besar pada inisiatif warga. Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada warga Perumahan Taman Asri yang telah sukses mengelola sampah secara mandiri di lingkungannya.

“Saya sangat bangga dan mengapresiasi warga yang bergerak atas kesadaran sendiri, tanpa harus menunggu perintah. Ini adalah bukti nyata bahwa perubahan paling efektif bisa dimulai dari lingkungan terdekat, dari rumah kita sendiri,” pujinya.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi sebuah momentum penting bagi Kota Sukabumi. Gerakan ini diharapkan tidak berhenti sebagai acara tahunan, melainkan menjadi titik awal penanaman budaya peduli lingkungan sebagai gaya hidup bersama demi mewujudkan kota yang lebih bersih, sehat, dan bebas dari polusi plastik.(*)

Reporter: Denny Nurman
Redaktur pelaksana: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya

Desa Curugkembar Jadi Tuan Rumah Pembekalan Wirausaha Purna Pekerja Migran Sukabumi

16 September 2026 - 10:40 WIB

Kelompok peserta purna pekerja migran, mengenakan sarung tangan dan berkerudung, antusias mengikuti sesi praktik kewirausahaan di Aula Desa Curugkembar. Mereka terlihat didampingi oleh fasilitator dan mempraktikkan keterampilan produksi menggunakan peralatan

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca