Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 24 Mei 2026 19:53 WIB

Banjir dan Longsor Landa Simpenan Sukabumi Usai Diguyur Hujan Deras


					Pemandangan memprihatinkan di ruas jalan desa menuju Kampung Ciporekat, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu sore (24/5/2026). Air berlumpur berwarna cokelat yang mengalir deras menggerus aspal jalan akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan parah pada permukaan jalan, mempersulit akses transportasi utama warga. (Dok. P2BK SIMPENAN / Pusdalops PB BPBD Kab. Sukabumi) Perbesar

Pemandangan memprihatinkan di ruas jalan desa menuju Kampung Ciporekat, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu sore (24/5/2026). Air berlumpur berwarna cokelat yang mengalir deras menggerus aspal jalan akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan parah pada permukaan jalan, mempersulit akses transportasi utama warga. (Dok. P2BK SIMPENAN / Pusdalops PB BPBD Kab. Sukabumi)

JENTERANEWS.com — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (24/5/2026) sore mengakibatkan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah titik di Kecamatan Simpenan. Peristiwa yang mulai terjadi sekitar pukul 17.00 WIB tersebut berdampak pada rusaknya infrastruktur, fasilitas pendidikan, hingga rumah warga.

Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Simpenan, bencana longsor cukup parah melanda wilayah Desa Loji.

Tanggul Penahan Tanah (TPT) milik sekolah PAUD Al Hadi yang berlokasi di Kampung Cimapag RT 03/09, Desa Loji, tergerus longsor. Material longsor dengan ketinggian 8 meter dan lebar 10 meter dilaporkan menimpa bahu jalan pada ruas Jalan Nasional Bagbagan-Kiaradua.

Akibat kejadian ini, satu unit bangunan sekolah PAUD Al Hadi berada dalam kondisi terancam. Kendati terdapat material longsor di bahu jalan, pihak berwenang memastikan bahwa arus lalu lintas untuk kendaraan roda dua maupun roda empat masih dapat dilalui.

Selain longsor, curah hujan yang tinggi juga memicu banjir yang menggenangi beberapa akses jalan vital di Kecamatan Simpenan. Titik genangan terpantau di ruas jalan desa menuju Kampung Ciporekat, Desa Sangrawayang. Air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter menggenangi jalan dan derasnya arus dilaporkan mulai menggerus lapisan aspal.

Banjir turut merendam jalur pada ruas Jalan Provinsi Loji yang mengarah ke kawasan Geopark Ciletuh. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai 30 hingga 40 sentimeter, namun akses dipastikan masih dapat dilintasi oleh kendaraan dengan kewaspadaan ekstra.

Cuaca ekstrem ini juga berimbas pada permukiman warga. Dilaporkan satu unit rumah milik Bapak Sahyat di Kampung Cikuil RT 04/02, Desa Cihaur, mengalami kerusakan. Atap bagian dapur rumah tersebut ambruk akibat guyuran hujan deras dengan luas area kerusakan sekitar 3 meter persegi. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat rentetan kejadian ini.

Merespons situasi tersebut, tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. P2BK Simpenan bergerak cepat melakukan koordinasi bersama jajaran Perangkat Desa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, relawan, dan warga setempat. Tim gabungan telah bersiaga di lapangan untuk melakukan pendataan menyeluruh (assessment) serta pengamanan area kejadian.

Hingga Minggu (24/5/2026) malam, curah hujan di wilayah Simpenan dilaporkan masih cukup tinggi. Umumnya, jalur ruas jalan menuju Loji-Geopark dan Bagbagan-Cimapag masih tergenang air di beberapa titik. Pengendara kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas diimbau untuk berhati-hati, di mana rekayasa lalu lintas dengan sistem bergantian (buka-tutup) tengah diterapkan guna menjaga keselamatan pengguna jalan.(*)

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Hujan Deras Picu Longsor di Ciambar Sukabumi, Dua Motor Tertimbun dan Tiga Rumah Terancam

24 Mei 2026 - 19:20 WIB

Kondisi Pasca Longsor Tebing di Kampung Cipeumutih, Desa Munjul. Pemandangan lereng tanah yang terjal dan labil di lokasi longsor tebing di Kampung Cipeumutih, RT 01/07, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Gambar ini menunjukkan besarnya material longsoran yang ambruk setelah hujan deras pada Minggu (24/5/2026) sore, menimbun pekarangan di bawahnya. Longsoran tebing pekarangan setinggi 10 meter milik Bapak Aap ini menimpa pagar dan dua unit sepeda motor milik warga yang masih tertimbun material yang terlihat labil. [Visual/Dok. P2BK Ciambar - BPBD Kabupaten Sukabumi]

Banjir Bandang Terjang Objek Wisata Curug Cikaso Sukabumi, Seluruh Wisatawan Berhasil Dievakuasi Selamat

24 Mei 2026 - 11:24 WIB

Tangkapan layar dari video amatir memperlihatkan salah satu wisatawan yang berupaya bertahan saat terseret arus deras banjir bandang di kawasan objek wisata Curug Cikaso, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/5/2026) sore. Berkat kesigapan petugas dan warga, seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat. (Foto: Istimewa/Warga)

Kementerian Desa PDTT Tekankan Pentingnya Pemetaan Potensi dalam Pembentukan Peluang Usaha BUM Desa

21 Mei 2026 - 11:34 WIB

Perkuat Kepatuhan Perusahaan, BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Gandeng Kejari Teken MoU Bantuan Hukum

21 Mei 2026 - 11:24 WIB

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Sukabumi, Alpian (ketiga dari kiri), bersama Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi, Siti Holijah Harahap (ketiga dari kanan), berfoto bersama sambil memegang cenderamata usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait Bantuan Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) di Sukabumi, Rabu (20/5).

Kemendes PDTT Tetapkan 15 Juni 2026 Sebagai Batas Akhir Penyampaian Dokumen Dana Desa Tahap I

21 Mei 2026 - 11:02 WIB

Rupiah Tembus Rp 17.600 per Dollar AS, Menkeu Purbaya Tetap Optimistis dan Pastikan APBN Aman

21 Mei 2026 - 10:55 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersenyum saat merespons pertanyaan awak media terkait pelemahan nilai tukar rupiah di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (18/5/2026). Menkeu memastikan kondisi ekonomi dan postur APBN tetap aman meski rupiah menembus level Rp 17.600 per dollar AS.
Trending di Sukabumi