JENTERANEWS.com — Kepolisian Sektor Kalapanunggal bersama Tim Resmob Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi berhasil menguak kasus pencurian ternak yang meresahkan warga di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi. Pengungkapan perkara tersebut berawal dari ditemukannya seekor domba hasil curian di Pasar Hewan Parungkuda.
Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan dua orang tersangka berinisial M dan S di dua lokasi berbeda pada Senin (7/9/2026). Tersangka M diketahui merupakan warga Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, sedangkan tersangka S merupakan warga Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi.
Kapolsek Kalapanunggal IPTU Aah Saepul Rohman menjelaskan, kasus ini terkuak setelah pihaknya menerima aduan dari warga pada awal September 2026. Salah satu korban kehilangan adalah Hilman Hamidin (31), peternak asal Kampung Cigoong RT 01/01, Desa Pulosari, yang melaporkan bahwa dombanya raib dari kandang.
“Awalnya kami menerima informasi dari masyarakat bahwa ada domba milik warga berada di Pasar Hewan Parungkuda,” kata IPTU Aah Saepul Rohman saat dikonfirmasi, Sabtu (12/9/2026).
Berbekal informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Kalapanunggal yang didukung Tim Resmob Satreskrim Polres Sukabumi langsung melakukan pengembangan, penyelidikan, hingga gelar perkara. Petugas kemudian bergerak melakukan penangkapan. Salah satu tersangka, yakni M, dibekuk di wilayah Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
Dari tangan para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu ekor domba milik korban, karung, serta tali rafia yang digunakan untuk mengikat ternak.
“Barang bukti yang sementara kami amankan yaitu satu ekor domba, kemudian karung dan tali rafia. Untuk domba saat ini sudah dititipkan kepada pemiliknya sambil menunggu proses penyelidikan lebih lanjut. Sementara peran masing-masing tersangka masih dalam proses pendalaman,” ujar Aah.
Wilayah Desa Pulosari terbilang rawan aksi pencurian ternak. Berdasarkan catatan, peristiwa serupa pernah terjadi di Kampung Cigoong pada 31 Agustus 2022. Pada kejadian tersebut, sebanyak 7 ekor domba hilang dan 6 ekor lainnya ditemukan mati di luar kandang akibat disembelih serta dicekik menggunakan tali rafia.
Menanggapi maraknya potensi kejahatan tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para peternak, untuk meningkatkan kewaspadaan lingkungan.
“Saya meminta warga meningkatkan siskamling dan keamanan lingkungan. Dengan semakin aktifnya warga menjaga lingkungan, tentu situasi akan semakin aman,” pungkas Aah.(Awang)
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















