JENTERANEWS.com— Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (15/6/2026) siang. Cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB tersebut mengakibatkan empat unit rumah warga mengalami rusak berat.
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, peristiwa ini berpusat di Kampung Cingenca RT 18/RW 03, Desa Walangsari.
Akibat kerusakan hunian tersebut, sebanyak 4 Kepala Keluarga (KK) dengan total 16 jiwa terancam keamanannya. Keempat keluarga yang terdampak antara lain adalah keluarga Bapak Ijar (4 orang), Bapak Yayat (3 orang), Bapak Pudin (6 orang), serta Ibu Deviana (3 orang). Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Merespons laporan dari masyarakat, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kalapanunggal bergerak cepat ke lokasi kejadian. Pihak P2BK segera berkoordinasi dengan perangkat Desa Walangsari, Tagana, TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), Satpol PP, serta relawan gabungan dan warga setempat untuk melakukan asesmen kerusakan.
“Tim gabungan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk mendata kerugian serta memastikan kondisi keselamatan warga yang terdampak,” demikian kutipan dari laporan Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi.
Mengingat kondisi rumah yang mengalami kerusakan berat di bagian atap dan struktur bangunan, para korban saat ini sangat membutuhkan bantuan material darurat. BPBD mencatat beberapa kebutuhan mendesak di lapangan, di antaranya adalah genteng atau asbes, kayu, dan paku untuk proses perbaikan rumah sementara.
Saat ini, kondisi cuaca di lokasi kejadian terpantau cerah hingga sebagian berawan. Meski demikian, pihak BPBD beserta unsur Muspika setempat terus memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana, untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.(*)















