Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 9 Jun 2022 17:55 WIB

Ini Tuntutan Aksi Demo Mahasiswa Kepada Kejari Kota Sukabumi


					Demo Mahasiswa depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi pada Kamis (9/6/2022  Perbesar

Demo Mahasiswa depan Kantor Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi pada Kamis (9/6/2022

JENTERANEWS.com – Mahasiswa yang terafiliasi sebagai Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB Himasi) geruduk Kantor Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi pada Kamis (9/6/2022). Mereka menuntut kejelasan kasus dugaan tindak pidana korupsi di DPRD Kota Sukabumi dan kasus penghapusan aset Pasar Pelita.

Arif Wibawa, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi menanggapi terkait aksi demonstrasi mahasiswa. Dia mengatakan laporan atau pengaduan yang diterima akan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Baca Juga:   Banjir, Menjadi Langganan di Tiga Desa Wilayah Kecamatan Cidolog Sukabumi

“Namannya penyampaian aspirasi kita di zaman demokrasi ini kan ada hak mereka sepanjang kegiatan tersebut tidak menjurus secara anarkis dan bisa dipertanggungjawabkan. Terkait substansi istilahnya penyampaian informasi setiap laporan yang masuk akan kita tindaklanjuti dan akan kita sampaikan pada saatnya pertanggungjawaban itu (dibuka) khususnya ke publik,” kata Arif kepada awak media.

Baca Juga:   Pelaku Pembunuh Wanita Yang Kembali Rujuk di Cibadak Sukabumi Berhasil Ditangkap

Dia mengungkapkan berdasarkan Undang-undang KIP (Keterbukaan Informasi Publik) nomor 14 pasal 7 tahun 2008 menyebutkan informasi yang masih puldata tidak bisa disampaikan terbuka. “Takutnya bias dan sebagainya,” ujarnya.

Pihaknya juga mengkonfirmasi ada laporan pengaduan terkait dugaan korupsi DPRD Kota Sukabumi. Saat ini, kasus dugaan tersebut masih dalam pendalaman.

Baca Juga:   Patuhi Surat Edaran Menag, Polres Sukabumi Imbau Warga Tak Gelar Takbir Keliling

“Ada. Kita menerima laporan tersebut dan kita masih dalami, kita sudah sampaikan puldata (pengumpulan data) pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) tersebut karena membangun konstruksi hukum itu tidak serta merta. Harus ada tujuan kepastian, kemanfaatan, keadilan,” ucap Arif.

“Kita murni enggak ada intervensi politik Insya Allah. Karena kita secara KUHAP harus netral,” pungkasnya..(*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Penampilan Baru Geyser Cisolok Menuju Destinasi Wisata Yang Indah, Nyaman, Dan Mengesankan

23 Juni 2024 - 20:54 WIB

Penampilan Baru Geyser Cisolok Menuju Destinasi Wisata Yang Indah, Nyaman, Dan Mengesankan

Monitoring di Cikakak Pemkab Sukabumi Targetkan Angka Stunting Turun Menjadi 14%,

22 Juni 2024 - 13:02 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Agenda Penyampaian Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi

21 Juni 2024 - 20:39 WIB

Rapat Paripurna Dprd, Agenda Penyampaian Jawaban Bupati Atas Pandangan Umum Fraksi

Wakil Bupati Sukabumi Mendukung Upaya Pencegahan Stunting Secara Serentak Sebagai Bagian Dari Visi Indonesia Emas 2045.

21 Juni 2024 - 15:28 WIB

Wakil Bupati (Wabup) Mendukung Upaya Pencegahan Stunting Secara Serentak Sebagai Bagian Dari Visi Indonesia Emas 2045.

Pisah Sambut Kajari, Bupati Marwan Menekankan Pentingnya Sinergitas Dalam Mewujudkan Visi Misi Kabupaten Sukabumi

21 Juni 2024 - 09:10 WIB

Pisah Sambut Kajari, Bupati Marwan Menekankan Pentingnya Sinergitas Dalam Mewujudkan Visi Misi Kabupaten Sukabumi

Tingkatkan Layanan Informasi Publik, DKIS Kota Cirebon Melakukan Kunjungan Ke Diskominfosan Kabupaten Sukabumi

21 Juni 2024 - 03:25 WIB

Tingkatkan Layanan Informasi Publik, DKIS Kota Cirebon Melakukan Kunjungan Ke Diskominfosan Kabupaten Sukabumi
Trending di Kabar Daerah
error: Content is protected !!