Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 29 Jun 2025 12:26 WIB

Intoleransi di Sukabumi: Massa Geruduk dan Rusak Fasilitas Retret Umat Kristen, Salib Dilempar


					Tangkapan layar dari video viral yang menunjukkan aksi intoleransi massa saat menggeruduk fasilitas retret umat Kristen di Cidahu, Sukabumi, Jumat (27/6/2025). Perbesar

Tangkapan layar dari video viral yang menunjukkan aksi intoleransi massa saat menggeruduk fasilitas retret umat Kristen di Cidahu, Sukabumi, Jumat (27/6/2025).

JENTERANEWS.com – Aksi intoleransi yang terekam dalam video dan viral di media sosial kembali mencoreng wajah toleransi beragama di Indonesia. Sekelompok umat Kristen yang tengah mengadakan kegiatan retret di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, dilaporkan digeruduk dan diusir oleh massa warga pada Jumat, 27 Juni 2025.

Dalam rekaman video yang beredar luas, puluhan orang terlihat beringas merangsek masuk ke dalam sebuah bangunan. Massa tidak hanya berteriak-teriak mengusir para jemaat, tetapi juga melakukan perusakan fisik, seperti memecahkan kaca jendela. Puncak dari aksi tersebut adalah ketika beberapa oknum mengambil sebuah salib kayu yang terpasang, lalu menjatuhkannya ke lantai dengan kasar.

Insiden ini pertama kali mencuat ke publik melalui unggahan di media sosial, salah satunya dari akun @cinnamonw234, yang mengaku sebagai teman dari salah satu jemaat. Ia menjelaskan bahwa para korban sedang berada di sebuah vila yang merupakan properti milik gereja mereka, bukan menyewa.

“HELP RT!! ceritanya temen gw lagi ret” ke sukabumi, dan di sana mereka singgah di villa/tempat milik gereja dia, MILIK loh ya bukan sewa,” tulis akun tersebut. “Dan tiba tiba mereka diusir dengan cara yang sangat kasar dan tidak ada etika. Bahkan salib dan alkitab dibakar,” lanjutnya, sebuah klaim serius yang menambah pilu peristiwa tersebut.

Peristiwa ini sontak memicu gelombang kemarahan dan kecaman dari warganet dan sejumlah tokoh publik. Banyak yang menyayangkan terjadinya persekusi atas dasar keyakinan di negara yang berlandaskan Pancasila.

“Sampe kapan persekusi kepada umat agama lain dibiarkan di negara kita? Saya sebagai muslim pun malu melihat kelakuan mereka seperti ini,” cuit akun @narkosun, seraya menyertakan lokasi dan tanggal kejadian.

Kritik tajam juga datang dari pegiat media sosial Permadi Arya, atau yang akrab disapa Abu Janda. Melalui akunnya @permadiaktivis2, ia menegaskan bahwa insiden ini adalah bukti nyata bahwa masalah intoleransi sudah berada pada level yang mengkhawatirkan dan kerap dibiarkan.

“Intoleransi di Indonesia bagian barat emang udah gak ada obat, siswa-siswi Kristen lagi retret di Sukabumi, digeruduk warga intoleran, diusir dari villa, dan villa dirusak massa,” tegasnya.

Peristiwa di Sukabumi ini kembali membuka luka lama terkait isu kebebasan beribadah dan toleransi antarumat beragama di Indonesia. Publik kini menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini dan menindak para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat maupun pemerintah daerah Sukabumi terkait kronologi lengkap dan langkah hukum yang akan diambil terhadap para pelaku perusakan dan persekusi.(*)


Reporter : Joko S

Redaktur: Hamjah


 


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 1,977 kali

Baca Lainnya

Pemkab Sukabumi Siapkan Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Syarat Utama

21 September 2026 - 20:18 WIB

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, memberikan penjelasan terkait persiapan perpanjangan perjanjian kerja bagi PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Sukabumi. Ganjar menegaskan bahwa hasil evaluasi kinerja akan menjadi syarat utama dalam penentuan keberlanjutan masa kontrak para pegawai.

Sekda Sukabumi Terima Tim Terpadu PPTPKH Jabar, Siap Dampingi Penelitian Lapangan Lahan Hutan

21 September 2026 - 16:28 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat memberikan sambutan dan penjelasan dalam penerimaan Tim Terpadu PPTPKH Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, Ade menegaskan komitmen Pemkab Sukabumi untuk memberikan pendampingan penuh selama proses verifikasi lapangan guna memastikan kepastian status lahan bagi masyarakat.

Upaya Wujudkan Birokrasi Bebas Narkoba, Disdik Sukabumi Gandeng BNN Gelar Tes Urine

21 September 2026 - 16:21 WIB

Petugas BNN Kabupaten Sukabumi bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memeriksa sampel tes urine pegawai saat kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkotika di Cikembar, Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Polsek Kalapanunggal Intensifkan Pencarian Pelajar SMA yang Dilaporkan Hilang

21 September 2026 - 15:48 WIB

Kapolsek Kalapanunggal, IPTU Aah Saepul Rohman (kanan), saat melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman orang tua Riana Pratiwi di Kampung Kadudampit, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Diduga Terlindas Truk Tabrak Lari di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi, Pemotor Alami Luka pada Kaki

21 September 2026 - 14:57 WIB

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota menandai lokasi terjadinya kecelakaan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Senin (21/9/2026). Peristiwa tersebut melibatkan sebuah sepeda motor dan truk tak dikenal yang melarikan diri usai insiden.

Disdik Kabupaten Sukabumi Perkuat Pembinaan PAUD dan Akurasi Dapodik di Wilayah Dapil VI

21 September 2026 - 08:34 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena bersama jajaran pejabat Disdik, penilik, pengawas, serta pengelola lembaga PAUD dan PNF se-Dapil VI berfoto bersama pada Rapat Koordinasi Pembinaan di kawasan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Minggu (20/9/2026).
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca