Menu

Mode Gelap

Kabar Daerah · 27 Mar 2025 17:19 WIB

Kabar Gembira: Dua Demonstran Sukabumi yang Sempat Hilang Pasca Bentrokan Aksi Tolak UU TNI Telah Kembali dengan Selamat


					Suasana aksi unjuk rasa menolak UU TNI di depan gedung DPRD Kota Sukabumi pada Senin (24/3/2025) yang berujung bentrokan. Dua demonstran dilaporkan sempat hilang dalam kejadian ini. Perbesar

Suasana aksi unjuk rasa menolak UU TNI di depan gedung DPRD Kota Sukabumi pada Senin (24/3/2025) yang berujung bentrokan. Dua demonstran dilaporkan sempat hilang dalam kejadian ini.

JENTERANEWS.com – Kabar melegakan datang dari Kota Sukabumi, Jawa Barat, setelah dua orang demonstran yang sempat dilaporkan hilang usai aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang (UU) TNI berujung bentrokan dengan aparat keamanan pada Senin (24/3/2025) lalu, kini telah kembali dengan selamat ke kediaman masing-masing.

Kedua demonstran tersebut diketahui bernama Tulus Pratama Sastra Wijaya, seorang mahasiswa aktif di Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), dan Levi, seorang warga Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Kabar baik ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Sukabumi, Bahrul Ulum. Berdasarkan hasil koordinasi intensif pihaknya dengan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sukabumi, Gerakan Mahasiswa (GEMA), dan aliansi Cipayung Plus, Ulum memastikan bahwa kedua demonstran yang sempat dikhawatirkan keberadaannya tersebut telah kembali ke rumah masing-masing.

“Alhamdulillah, setelah kami melakukan koordinasi dengan teman-teman aliansi BEM, GEMA, Cipayung, dan elemen lainnya, kami mendapat kabar baik bahwa seluruh demonstran yang sempat dilaporkan hilang kemarin sudah kembali ke rumahnya masing-masing dalam keadaan selamat,” ujar Ulum kepada awak media pada Kamis (27/3/2025).

Lebih lanjut, Ulum menjelaskan bahwa informasi mengenai kembalinya Tulus dan Levi diterima pada Selasa (25/3/2025) dini hari, sekitar pukul 05.00 WIB, dari jaringan aliansi BEM Sukabumi. “Informasinya kami terima subuh itu, katanya mereka sudah pulang,” imbuhnya.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang digelar di depan gedung DPRD Kota Sukabumi pada Senin (24/3/2025) untuk menyuarakan penolakan terhadap pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI berujung ricuh. Tindakan represif aparat penegak hukum (APH) dalam membubarkan massa aksi menjadi sorotan publik, terutama setelah dilaporkan adanya dua demonstran yang hilang dan beberapa lainnya mengalami luka-luka.

Menurut catatan Aliansi BEM se-Sukabumi (ABSI), selain Tulus dan Levi yang sempat hilang, terdapat pula enam orang demonstran lainnya yang dilaporkan diamankan oleh pihak kepolisian. Mereka adalah Adil Muhamad Akmal (mahasiswa Universitas Pakuan Bogor), Agung alias A Getri (warga Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi), Dafa (mahasiswa UIN Jakarta), Budi Syukur (warga Kecamatan Sukaraja), Aril (warga Kecamatan Baros, Kota Sukabumi), dan Aditya Priatna (warga Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi).

Dengan kembalinya Tulus dan Levi, kekhawatiran akan nasib para demonstran yang terlibat dalam aksi tersebut sedikit mereda. Kendati demikian, pihak terkait diharapkan dapat mengevaluasi jalannya pengamanan aksi unjuk rasa agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, serta memastikan hak-hak para demonstran tetap terlindungi.(*)

Artikel ini telah dibaca 127 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

SKANDAL MAKAN BERGIZI GRATIS: Terdakwa Berkelit ke Ranah Perdata, Hakim Soroti Tajam Bukti Fotokopi

28 April 2026 - 14:20 WIB

Suasana persidangan di Pengadilan Negeri Sukabumi dengan terdakwa dr. Silvi Apriani (duduk berhijab), Senin (27/4/2026). Agenda sidang adalah pembacaan eksepsi atas dakwaan penipuan dana pengadaan food tray program MBG. Panel hakim dipimpin oleh Teguh Arifiolani (

Dari Balik Semak Belukar Cibuni, Air Panas Belerang Ini Setia Obati Warga Meski Tak Lagi Terawat

28 April 2026 - 12:10 WIB

Potret terkini sumber mata air di Pemandian Air Panas Cibungur, Desa Cidadap, yang kini berubah menjadi kubangan alami usai fasilitas kolam buatan pemerintah hancur tersapu tanah longsor. Meski terbengkalai dan dikepung semak belukar, mata air ini tetap dimanfaatkan warga untuk terapi pengobatan penyakit kulit.

Pertahankan “Kartu Hijau” UNESCO, Ciletuh-Palabuhanratu Kokohkan Posisi Sebagai Geopark Kelas Dunia

28 April 2026 - 09:02 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas (tengah depan, berikat kepala batik), didampingi jajaran Pemkab Sukabumi, terpaku menyaksikan siaran virtual pengumuman UNESCO Global Geopark langsung dari Paris, Prancis, yang menegaskan kembali status Ciletuh-Palabuhanratu, di Pendopo Sukabumi, Senin malam (27/4/2026). Gambar ini menangkap momen krusial saat 'Kartu Hijau' UNESCO dipastikan berlanjut.

Bupati Sukabumi Kukuhkan Pengurus Baru BP-CPUGGp, Tegaskan Geopark Sebagai Laboratorium Pembangunan Berkelanjutan Dunia

27 April 2026 - 17:50 WIB

Bupati Sukabumi H. Asep Japar memberikan sambutan saat pengukuhan pengurus baru BP-CPUGGp di Aula Dinas Perhubungan, Cikembar, Senin (27/4/2026).

Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam Menyusul Kegagalan Negosiasi AS-Iran dan Ketegangan di Selat Hormuz

27 April 2026 - 17:43 WIB

Ratusan Warga Desa Sukatani Sukabumi Kembali Gelar Aksi, Tagih Janji Kades Terkait Infrastruktur Jalan

27 April 2026 - 17:16 WIB

SUASANA AUDIENSI: Sejumlah warga Desa Sukatani, Sukabumi, berkumpul dan berdiri di Kantor Desa Sukatani untuk menagih janji kampanye Kepala Desa terkait perbaikan infrastruktur jalan yang rusak parah, Senin (27/4/2026). Pria berbaju biru di latar depan tampaknya sedang menyampaikan aspirasi langsung kepada Kepala Desa Sulaemansyah dan para pejabat lainnya yang duduk di meja depan dalam pertemuan tersebut.
Trending di Sukabumi