Menu

Mode Gelap

Gaya Hidup · 21 Agu 2025 15:18 WIB

Kematian Balita Raya Akibat Infeksi Cacing, Bupati Sukabumi: “Ini Soal Pola Asuh yang Salah”


					TANGGAPAN RESMI: Bupati Sukabumi, Asep Japar, memberikan keterangan pers terkait meninggalnya balita Raya di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/8/2025). Dalam pernyataannya, Asep Japar menyampaikan duka cita mendalam dan menegaskan pentingnya peran pola asuh dalam keluarga. Perbesar

TANGGAPAN RESMI: Bupati Sukabumi, Asep Japar, memberikan keterangan pers terkait meninggalnya balita Raya di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Rabu (20/8/2025). Dalam pernyataannya, Asep Japar menyampaikan duka cita mendalam dan menegaskan pentingnya peran pola asuh dalam keluarga.

JENTERANEWS.com – Bupati Sukabumi, Asep Japar, secara resmi menanggapi kasus meninggalnya Raya (3), seorang balita asal Kampung Padangenyang, Kecamatan Kabandungan, yang diduga kuat akibat infeksi cacing yang telah menyebar ke otak. Dalam konferensi pers di Pendopo Kabupaten Sukabumi pada Rabu (20/8/2025), Asep Japar tidak hanya menyampaikan duka cita mendalam, tetapi juga menyoroti faktor pola asuh keluarga sebagai salah satu akar permasalahan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya ananda Raya,” ujar Asep Japar mengawali pernyataannya dengan nada prihatin.

Pola Asuh Jadi Sorotan Utama

Lebih jauh, Asep Japar menegaskan bahwa berdasarkan hasil pertemuannya langsung dengan orang tua korban, penyebab kematian Raya tidak semata-mata karena infeksi. Ia menggarisbawahi adanya keterbatasan dalam kemampuan dan kesiapan mental keluarga untuk merawat anak, yang berujung pada kondisi tragis tersebut.

“Intinya pola asuh yang salah, sehingga anak terlantarkan,” tegas Asep. Menurutnya, faktor ini menjadi krusial dan harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak, tidak hanya pemerintah tetapi juga lingkungan masyarakat sekitar.

Bantah Tudingan Kelalaian Pemerintah Daerah

Menjawab kritik publik mengenai kemungkinan kelalaian pemerintah daerah, Asep Japar membantah hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa Raya telah tercatat menerima pelayanan kesehatan, baik melalui Posyandu maupun Puskesmas setempat.

“Saat pelayanan Posyandu, anak ini pernah dibawa. Dia juga pernah mendapat layanan di Puskesmas,” jelasnya, sambil menambahkan bahwa kepala desa dan bidan setempat yang notabene masih memiliki hubungan keluarga dengan korban telah memberikan perhatian khusus.

Instruksi Tegas dan Komitmen Perbaikan

Peristiwa ini menjadi momentum bagi Bupati untuk memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya. Ia memerintahkan semua perangkat daerah, dari camat hingga ketua RT/RW, untuk meningkatkan optimalisasi pelayanan dan memastikan kehadiran mereka di tengah masyarakat.

“Kita ini pelayan publik, jadi harus benar-benar hadir di tengah masyarakat,” katanya. Asep juga tidak akan segan memberikan sanksi tegas jika dalam penyelidikan lebih lanjut ditemukan bukti adanya kelalaian dari aparaturnya.

Terkait isu BPJS kesehatan korban yang disebut tidak aktif, Asep Japar menganggapnya sebagai masukan krusial bagi pemerintah pusat agar akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin dapat terus dievaluasi dan diperbaiki.

Di akhir pernyataannya, Asep Japar secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Sukabumi. “Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran pahit bagi kita semua, agar kejadian serupa tidak akan pernah terulang lagi di kemudian hari,” tutupnya.

Editor : Mia

Artikel ini telah dibaca 72 kali

Baca Lainnya

Polres Sukabumi Ungkap Jaringan Sabu di Surade dan Ciemas, Tiga Tersangka Diamankan

6 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Tim Satres Narkoba Polres Sukabumi memperlihatkan barang bukti berupa puluhan paket kecil diduga sabu dan berbagai peralatan terkait yang berhasil disita dalam pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika di wilayah Surade dan Ciemas.

Sah! DPRD Kabupaten Sukabumi Tetapkan Perda Disabilitas dan Sepakati Perubahan KUA-PPAS 2026

6 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Bupati Sukabumi Asep Japar dan jajaran pimpinan DPRD, termasuk Wakil Ketua II H. Usep, memegang dokumen Berita Acara Persetujuan Bersama atas Perda Disabilitas dan Perubahan KUA-PPAS 2026 usai penandatanganan dalam Rapat Paripurna Ke-13 di Palabuhanratu, Kamis (6/8/2026).

Insiden Pejalan Kaki Tertemper KA Pangrango, PT KAI Tegaskan Larangan Beraktivitas di Jalur Rel

4 Agustus 2026 - 19:19 WIB

DPD JWI Sukabumi Raya Resmi Operasikan Kantor Sekretariat Baru, Utamakan Integritas dan Transparansi Organisasi

4 Agustus 2026 - 18:15 WIB

MOMEN PENTING PERS SUKABUMI: Cut Herlina, selaku Dewan Pengawas Jajaran Wartawan Indonesia (JWI), memberikan sambutan kunci pada acara Peresmian Kantor Sekretariat DPD JWI Sukabumi Raya di Cisaat, Sukabumi, pada Minggu (2/8/2026). Di sampingnya, Ketua DPD JWI Sukabumi Raya, Lutfi Yahya, menunjukkan plakat peresmian. Latar belakang panggung memaparkan visi "Mengabdi untuk Indonesia" dan lima nilai utama organisasi.

Rekonstruksi Pembunuhan di Sagaranten Sukabumi: Terungkap Pelaku Sempat Tusuk Leher Korban dengan Obeng

3 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Tersangka Herdiana alias Delon (tengah, berbaju oranye) memeragakan aksi menusuk leher manekin yang merepresentasikan korban Eka Maryani dalam rekonstruksi pembunuhan di halaman belakang Mapolres Sukabumi, Senin (3/8/2026).

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna Ke-12: Sepakati KUA-PPAS 2027 hingga Bahas Perubahan Badan Hukum Perumda Tirta Jaya

3 Agustus 2026 - 21:22 WIB

MOMENTUM KESEPAKATAN ANGGARAN. Pimpinan DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi memamerkan dokumen Nota Kesepakatan Bersama KUA-PPAS TA 2027 setelah prosesi penandatanganan di Ruang Rapat Utama DPRD, Senin (3/8/2026). Dokumen ini menjadi dasar penyusunan Rancangan APBD 2027. (Foto: Dok. DPRD Kab. Sukabumi).
Trending di Sukabumi