JENTERANEWS.com — Sinergi dan kesigapan aparat kepolisian bersama tim penyelamat gabungan kembali membuahkan hasil nyata dalam menjaga keselamatan para wisatawan. Seorang pengunjung pria dilaporkan terseret ombak ganas di kawasan Pantai Karang Naya SBH, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (23/03/2026) sore. Berkat aksi cepat tanggap petugas, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, korban diketahui bernama Ramdan (20), seorang warga asal Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Insiden bermula ketika korban tengah asyik berenang seorang diri di area pantai. Tanpa ia sadari, gulungan ombak besar tiba-tiba datang dari arah belakang dan langsung menyeret tubuh pemuda tersebut hingga ke area perairan dalam (tengah laut).
Merespons situasi darurat tersebut, tim gabungan yang bersiaga—terdiri dari lifeguard Balawista, anggota BKO Ditpolairud Polda Jawa Barat, serta personel dari Polres Sukabumi—langsung menerjunkan diri untuk melakukan manuver penyelamatan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis namun efektif. Korban yang sempat terombang-ambing berhasil ditarik ke bibir pantai oleh para petugas. Usai diselamatkan, Ramdan segera dilarikan ke Puskesmas Cikakak guna mendapatkan penanganan medis darurat dan pertolongan pertama.
Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si., mengapresiasi kecepatan tindak dari para personelnya. Ia menegaskan bahwa keberadaan aparat di titik-titik wisata merupakan wujud nyata dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan perlindungan maksimal bagi masyarakat yang tengah berlibur.
“Kami secara proaktif menempatkan personel di sejumlah titik rawan di kawasan wisata pesisir guna memastikan keamanan serta keselamatan pengunjung. Penanganan yang cepat, tepat, dan sinergis di lapangan menjadi kunci utama sehingga nyawa korban dapat segera diselamatkan,” tegas AKBP Samian.
Lebih lanjut, Kapolres memberikan imbauan tegas kepada para wisatawan agar selalu memprioritaskan keselamatan diri di atas euforia liburan semata, terutama saat beraktivitas di perairan pesisir selatan yang dikenal memiliki karakteristik ombak yang tidak dapat diprediksi.
“Kami sangat berharap wisatawan tidak lengah. Hindari berenang terlalu jauh atau sendirian, dan yang paling krusial, selalu patuhi rambu-rambu peringatan maupun arahan langsung dari para petugas di lapangan,” tambahnya.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan observasi medis di Puskesmas Cikakak, kondisi fisik korban dinyatakan stabil dan baik. Saat ini, Ramdan telah diperbolehkan pulang dan kembali berkumpul bersama keluarganya. Insiden ini diharapkan dapat menjadi peringatan keras bagi publik agar kewaspadaan tetap dikedepankan demi terwujudnya wisata yang aman dan nyaman.(*)
Laporan: Mardi
Editor: Hamjah















