Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 26 Mar 2026 16:08 WIB

Krisis BBM Landa Sukabumi Selatan Pasca-Idulfitri, Aktivitas Warga Nyaris Lumpuh Total


					Krisis BBM Landa Sukabumi Selatan Pasca-Idulfitri, Aktivitas Warga Nyaris Lumpuh Total Perbesar

JENTERANEWS.com — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin mencekik kehidupan warga di wilayah pelosok Sukabumi Selatan, Jawa Barat. Memasuki momen pasca-Idulfitri, krisis energi ini meluas dengan cepat dan menyebabkan roda perekonomian serta mobilitas harian masyarakat nyaris lumpuh total.

Berdasarkan pantauan di lapangan, krisis BBM ini tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan merata di setidaknya enam wilayah. Sebaran kelangkaan tersebut dirasakan secara signifikan oleh warga di Kecamatan Cidadap, Curugkembar, Sagaranten, Cidolog, Pabuaran, hingga Kecamatan Purabaya.

Selama ini, masyarakat di kawasan Sukabumi Selatan sangat bergantung pada pasokan dari pedagang BBM eceran untuk memenuhi kebutuhan transportasi sehari-hari. Namun, situasi memburuk pada Kamis (26/3). Stok BBM di tingkat pengecer terpantau kosong melompong dan sangat sulit didapatkan di sepanjang jalan.

Kondisi ini semakin diperparah dengan lumpuhnya infrastruktur distribusi resmi di wilayah tersebut. Satu-satunya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menjadi tulang punggung warga di Kecamatan Purabaya dilaporkan tutup dan sama sekali tidak beroperasi.

Dampak dari kelangkaan ini langsung memukul sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tidak sedikit warga yang terpaksa membatalkan urusan pekerjaan, sekolah, hingga aktivitas perdagangan karena ketiadaan bahan bakar.

Salah seorang warga setempat menuturkan bahwa dirinya terkurung di rumah dan tidak bisa menjalankan rutinitasnya sama sekali. Kendaraan miliknya terpaksa dikandangkan karena indikator bensin sudah menyentuh titik terendah. “Saya sama sekali tidak bisa beraktivitas hari ini. Tidak ada sisa bensin sedikit pun di motor, sementara dari tingkat eceran sampai pom bensin besar semuanya kosong,” keluhnya.

Fenomena kelangkaan BBM pasca-lebaran ini menjadi teguran keras terkait rentannya sistem distribusi energi di wilayah selatan Sukabumi. Warga kini sangat menantikan langkah cepat dan tanggap dari pemerintah daerah serta instansi terkait, termasuk pihak Pertamina, untuk segera memulihkan pasokan. Jika dibiarkan berlarut, kelangkaan ini dikhawatirkan akan memicu kerugian ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat akar rumput.


Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 115 kali

Baca Lainnya

Kelezatan Terong Balado Tanpa Rasa Bersalah: Rahasia Dapur Hemat Minyak

17 April 2026 - 07:14 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

16 April 2026 - 20:53 WIB

Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Huntap Cisolok, Kamis (16/4).

Hujan Deras Picu Luapan Sungai, Puluhan Warga Pamuruyan Sukabumi Terdampak Banjir

16 April 2026 - 20:06 WIB

Petugas P2BK Cibadak (mengenakan sepatu bot kuning) melakukan asesmen di lokasi permukiman warga Kampung Panagan, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, yang terendam banjir akibat luapan sungai, Kamis (16/4/2026). Air berwarna cokelat setinggi betis merendam gang utama pemukiman.

Pemdes Cidolog Cairkan Insentif untuk Aparatur Lingkungan dan Lembaga Kemasyarakatan

16 April 2026 - 19:59 WIB

Tampak suasana di dalam Aula Desa Cidolog saat pelaksanaan pembagian insentif untuk Ketua RT, RW, LPMD, Karang Taruna, MUI, dan pengurus DKM. Penyerahan insentif yang bersumber dari ADD/Dana Desa ini bertujuan untuk memacu semangat kerja para penggerak masyarakat.

Perkuat Konvergensi Stunting Tingkat Desa, Wabup Sukabumi Jadikan Data KPM Sebagai Rujukan Kebijakan

15 April 2026 - 19:26 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, tengah memberikan arahan saat menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2026).

Soroti Dampak Proyek Tol Bocimi, DPRD Kabupaten Sukabumi Desak Kontraktor Tertib SOP Pengangkutan Tanah

13 April 2026 - 19:14 WIB

Aktivitas pengangkutan material tanah di area terbuka proyek Tol Bocimi di bawah jembatan overpass yang sedang dibangun. Lokasi seperti inilah yang menjadi fokus pengawasan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang mengingatkan pelaksana proyek untuk disiplin menerapkan SOP, terutama dalam mencegah ceceran tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Trending di Sukabumi