JENTERANEWS.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sepanjang akhir pekan (18-19 April 2026) telah memicu serangkaian bencana alam di tujuh kecamatan. Berdasarkan data yang dihimpun dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) dan BPBD Kabupaten Sukabumi, jenis bencana didominasi oleh tanah longsor, pergerakan tanah, hingga banjir luapan yang mengakibatkan kerusakan pada pemukiman, infrastruktur jalan, dan lahan pertanian.
Berikut adalah rincian laporan situasi dari titik-titik terdampak:
1. Kecamatan Sagaranten: Pemukiman dan Akses Jalan Terancam
Di Desa Puncakmanggis, tepatnya Kampung Bojonghaur, dua unit rumah milik Ibu Unikah (68) dan Bapak Surnoh (55) mengalami kerusakan berat setelah bagian belakang rumah terseret longsoran tanah pada Minggu (19/04) pagi.
-
Dampak: 2 KK diungsikan, 9 rumah lainnya dinyatakan terancam (Hazard).
-
Infrastruktur: Jalan Desa ruas Bojonghaur amblas sepanjang 100 meter dan satu tiang listrik PLN roboh.
-
Tindakan: Evakuasi warga dan penguatan darurat menggunakan bambu serta karung pasir.
2. Kecamatan Jampangtengah: Jembatan Putus dan Lahan Sawah Terendam
Banjir dan longsor melanda Desa Bantarpanjang dan Bojongjengkol pada Minggu dini hari.
-
Kerusakan: Satu jembatan permanen (4m x 2,5m) di Kp. Bojongwaru putus total, memaksa warga memutar sejauh 1 KM. Selain itu, akses jalan desa di tiga titik sepanjang 30 meter terputus total bagi kendaraan roda empat.
-
Sektor Pertanian: Sedikitnya 10 hektare lahan sawah di lima kedusuan mengalami kerusakan akibat banjir.
3. Kecamatan Cireunghas: Banjir Luapan Rendam Fasilitas Publik
Hujan deras menyebabkan drainase di Desa Bencoy meluap pada Minggu malam (18.30 WIB).
-
Fasilitas Terdampak: Kantor Desa Bencoy, SDN Bencoy, Pustu, TK, dan satu bangunan Diniyah terendam air.
-
Pemukiman: Sebanyak 20 rumah warga di empat titik RT turut terdampak banjir luapan. Saat ini, warga dan petugas masih melakukan pembersihan sisa material lumpur.
4. Kecamatan Cidadap: Fenomena Pergerakan Tanah
Di Kampung Rawaburuy, Desa Hegarmulya, terjadi pergeseran tanah yang cukup masif pada Sabtu malam.
-
Dampak: Lahan pertanian milik warga, termasuk sawah milik Ibu Rohikah, amblas dan terseret elevasi rendah. Saluran irigasi tertimbun material tanah.
-
Kerugian: Estimasi kerugian materiil di sektor pertanian mencapai Rp100.000.000,-.
5. Kecamatan Ciambar: Longsor Menimpa Pemukiman
Hujan deras pada Minggu sore mengakibatkan tebing setinggi 5 meter di Perum BMI 3, Desa Cibunarjaya, ambruk.
-
Dampak: Satu unit rumah milik Bapak Pirman mengalami kerusakan berat pada dinding hingga air masuk ke dalam rumah. Satu keluarga (5 jiwa) dinyatakan terancam.
6. Kecamatan Sukalarang & Gegerbitung: Longsor di Area Pemakaman dan TPT
-
Sukalarang: Longsor terjadi di dua titik Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kp. Lokantara dan Kp. Coblong pada Sabtu sore. Sejumlah makam dilaporkan terbawa longsoran.
-
Gegerbitung: Tembok Penahan Tanah (TPT) di depan rumah Bapak Bibin, Desa Buniwangi, ambruk dengan ketinggian 6 meter. Material longsoran saat ini masih menutupi area terdampak.
7. Kecamatan Cibadak: Dinding Rumah Ambruk
Di Kampung Pasko, Kelurahan Cibadak, dinding rumah milik Bapak Asep Rohendi jebol akibat tekanan tanah dari tebing sepanjang 10 meter yang longsor pada Sabtu malam. Penanganan sementara dilakukan dengan menutup area jebol menggunakan terpal.
Kondisi Korban dan Upaya Penanganan
Hingga laporan ini diturunkan, tidak ada korban jiwa (nihil) dalam rangkaian bencana ini. BPBD Kabupaten Sukabumi melalui P2BK di masing-masing kecamatan telah melakukan:
-
Asesmen cepat di seluruh lokasi kejadian.
-
Koordinasi dengan Forkopimcam (Koramil, Polsek) dan perangkat desa.
-
Penyaluran bantuan darurat berupa terpal dan karung pasir.
Kebutuhan Mendesak:
Petugas di lapangan melaporkan kebutuhan mendesak berupa alat berat untuk evakuasi material longsor, bronjong, batu belah, terpal, serta bantuan logistik bagi warga yang mengungsi.
BPBD menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif dengan intensitas hujan sedang hingga lebat.
Laporan disadur dari data P2BK Kabupaten Sukabumi, Senin 20 April 2026.















