Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 11 Mar 2023 13:08 WIB

Longsor Menutup Jalan Lingkungan Satu Rumah Terancam di Jampangtengah


					Longsor Menutup Jalan Lingkungan Satu Rumah Terancam di Jampangtengah Perbesar

Wartawan: Deni Nurman

JENTERANEWS.com – Hujan deras memicu terjadinya longsor di Kampung Kp.Pamoyanan RT 11 RW 05 Desa Bantaragung Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, jumat (10/3/2023) Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat hujan deras turun di wilayah tersebut.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, jalan lingkungan tertutup material tanah longsor. “Hujan deras turun pada hari Jum’at siang tanggal 11 Maret 2023 sekira Pukul 13:00 WIB hingga sekitar Pukul 16:00 WIB , longsor terjadi karena tanah di lokasi labil. Yang rusak jalan lingkungan tertutup material longsor dan tak bisa dilewati,” kata  Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Jampangtengah Dadi Supardi.

Baca Juga:   Seorang Pemancing Warga Sagaranten Tewas Di Sungai Cikaso

Menurut Dadi, jalan lingkungan itu menjadi akses bagi warga sekitar untuk menuju ke  kampung lain ataupun ke lahan pertanian. Akibatnya, akses warga kini jadi terkendala karena harus mengambil jalan memutar.

Longsor tebing itu setinggi kurang lebih 6 meter dan panjang 7 meter dimana material tanah menutup jalan lingkungan yang ada dibawahnya. Longsor itu berdampak kepada satu kepala keluarga yang rumahnya berdekatan dengan titik longsor, karena posisinya terancam.

Baca Juga:   Hujan Disertai Angin Kencang Mengakibatkan Rumah Warga Ambruk di Kecamatan Nagrak dan Ciambar

“Rumah tinggal tersebut di huni oleh dua jiwa, terancam jika terjadi longsor susulan,” tuturnya.

P2BK Jampangtengah, Kepala Dusun, Ketua RT 11/04 Desa Bantaragung Kec. Jampangtengah yang terjun kelapangan mengajak warga bergotong royong membuka akses jalan tersebut

Baca Juga:   Longsor di Sagaranten Sukabumi, Jalan Lingkungan Putus

“Saat ini kondisi jalan lingkungan tersebut masih tertutup, rencananya kami akan membersihkan material longsor dengan cara bergotong royong dengan warga,” kata Dadi.

Saat ini P2BK berkoordinasi bersama perangkat desa dan relawan melakukan pendataan serta memberikan himbauan ke masyarakat untuk tetap waspada.(*)

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Seorang Warga di Curugkembar Tewas Tersengat Listrik Saat Gotong Royong Membersihkan Jalan

17 Juli 2024 - 15:56 WIB

Seorang Warga Curugkembar Tewas Tersengat Listrik Saat Gotong Royong Membersihkan Jalan

Duel Dengan Maling, Pria di Gunungpuyuh Sukabumi Alami Luka Tusuk

10 Juli 2024 - 18:07 WIB

Duel Dengan Maling, Pria Gunungpuyuh Sukabumi Alami Luka Tusuk

Rusak Rumah Hingga Bacok Tetangganya Pakai Golok, Korban Dilarikan Ke RSUD Palabuhanratu

7 Juli 2024 - 10:04 WIB

Rusak Rumah Hingga Bacok Tetangganya Pakai Golok, Korban Dilarikan Ke RSUD Palabuhanratu

Hendak Padamkan Lampu, Nasir Kaget Temukan Adiknya Tewas Tergantung di Ciracap Sukabumi

1 Juli 2024 - 17:48 WIB

Hendak Padamkan Lampu, Nasir Kaget Temukan Adiknya Tewas Tergantung di Ciracap Sukabumi

Prabowo Nyatakan Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

4 Juni 2024 - 16:37 WIB

Prabowo Nyatakan Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

Viral di Media Sosial: ‘All Eyes on Rafah’ sebagai Dukungan Global untuk Gaza

29 Mei 2024 - 22:52 WIB

Viral di Media Sosial: 'All Eyes on Rafah' sebagai Dukungan Global untuk Gaza
Trending di Entertainment
error: Content is protected !!