Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 2 Agu 2025 11:34 WIB

Merasa Dianaktirikan, Puluhan Emak-emak Protes Ketimpangan Pembangunan di Desa Karangtengah


					Kondisi kantor Desa Karangtengah, yang dikeluhkan warga karena tak kunjung mendapat perbaikan. Warga menuntut pemerintah desa segera melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur. Perbesar

Kondisi kantor Desa Karangtengah, yang dikeluhkan warga karena tak kunjung mendapat perbaikan. Warga menuntut pemerintah desa segera melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur.

JENTERANEWS.com – Suara puluhan ibu rumah tangga, atau yang akrab disapa emak-emak, di RT 01 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, kini menggema lebih kencang. Mereka mendesak Kepala Desa Karangtengah untuk turun langsung meninjau kondisi infrastruktur jalan yang mereka anggap terbengkalai dan menuntut pemerataan pembangunan yang berkeadilan.

Keresahan yang telah lama terpendam ini akhirnya memuncak. Sebuah surat permohonan yang didukung oleh tanda tangan sekitar 70 warga telah dilayangkan kepada pemerintah desa. Warga, yang mayoritasnya adalah kaum ibu, merasa ada ketimpangan perlakuan jika dibandingkan dengan wilayah lain, khususnya RT 02 yang lokasinya berdekatan dengan kantor desa.

“Sebetulnya masalah ini sudah lama, cuma baru sekarang ada yang berani speak up soal seperti ada ketimpangan perbaikan jalan di Kampung RT 01,” ujar Nia, perwakilan emak-emak setempat, Kamis (31/7/2025).

Nia dengan gamblang memaparkan dugaan diskriminasi tersebut. Menurutnya, pembangunan di wilayah tetangga, RT 02, terlihat sangat menonjol dan telah beberapa kali menerima perbaikan, meskipun kondisi jalannya dinilai masih layak. Sebaliknya, jalan di lingkungan RT 01 dan Kampung Situ 1, yang berdekatan dengan gudang pupuk, seolah luput dari perhatian bahkan hingga tampuk kepemimpinan kepala desa berganti.

“Sementara jalan di RT 01 dan Kampung Situ 1 belum (diperbaiki) hingga ganti kepemimpinan kepala desa. Kami merasa seperti dianaktirikan,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Berbagai upaya damai telah ditempuh warga untuk menyuarakan aspirasi mereka. Keluhan sudah sering disampaikan melalui Ketua RT setempat hingga dibawa ke forum resmi musyawarah dusun. Namun, respons yang diterima dari pucuk pimpinan desa dinilai jauh dari memuaskan.

“Tanggapan dari Pak Kades menurut kami tidak memuaskan. Katanya sih ada sistem prioritas. Tapi prioritas seperti apa? Urgensinya bagaimana?” tanya Nia, menyuarakan kebingungan warga.

Puncak kekecewaan warga terjadi ketika Kepala Desa hanya memberikan jawaban melalui pesan suara (voice note). Menurut warga, jawaban tersebut tidak memberikan solusi konkret dan terkesan informal. Mereka menginginkan pertemuan tatap muka untuk berdialog secara langsung.

“Inginnya kami bertemu muka dengan Kepala Desa, bersosialisasi langsung, bukan untuk berdebat. Tapi, usaha kita ingin bertemu Kades itu susah. Kami paham beliau sibuk, tapi wilayah RT 01 ini tidak jauh dari kantor desa,” tukasnya.

Nia menegaskan bahwa aksi mereka murni didasari keinginan untuk mendapatkan kejelasan dan perhatian, bukan untuk menciptakan kegaduhan. Warga yang terdiri dari sekitar 100 kepala keluarga di RT 01 hanya ingin aspirasinya didengar dan ditindaklanjuti secara transparan.

“Kita ingin tahu sudah sampai mana permohonan perbaikan jalan yang kami ajukan. Kalau perlu, kami siap bantu dari sisi lain. Kami paham anggaran desa itu turunnya bertahap,” tambahnya, menunjukkan itikad baik warga untuk bergotong royong.

Lebih lanjut, emak-emak juga menyoroti pentingnya peningkatan komunikasi dua arah antara perangkat desa, termasuk RT dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dengan warganya. “Sekarang sudah ada grup WhatsApp RT. Harusnya bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dan menyerap aspirasi warga langsung,” pungkas Nia.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Karangtengah dan Ketua RT 01 yang coba dikonfirmasi, belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warganya. Publik kini menanti respons pemerintah desa atas dinamika sosial yang terjadi di wilayahnya.(*)


Kor: Raf

Redaktur: Hamjah



Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 48 kali

Baca Lainnya

Dorong Kemandirian UMKM, Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sukabumi Salurkan Bantuan Alat Produksi di Cikakak dan Palabuhanratu

26 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Pose kepalan tangan oleh lima orang, termasuk pejabat pemerintah berseragam PNS dan warga, dalam acara penyerahan bantuan peralatan kuliner. Terlihat berbagai peralatan dapur komersial baja tahan karat seperti panci besar dan blender yang ditumpuk di atas kotak karton di depan sebuah bangunan beton ekspos. Seorang wanita berhijab ungu di tengah memegang dokumen resmi pemerintah, sementara pejabat dan warga lainnya melakukan pose kepalan tangan. Peralatan tersebut mencakup panci berukuran diameter 45 CM. Di latar belakang, terdapat pintu kayu dan jendela dengan bingkai kuning serta tanaman hias dalam pot.

Pemkab Sukabumi Matangkan Persiapan Pembangunan Jembatan Leuwidinding Jampang Tengah

26 Agustus 2026 - 17:24 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman bersama jajaran kepala perangkat daerah mengikuti rapat koordinasi virtual terkait persiapan pembangunan Jembatan Leuwidinding di Command Center Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/8/2026).

Semarak HUT Ke-81 RI: Setda Kabupaten Sukabumi Gelar Lomba Tradisional Guna Perkuat Sinergitas Pegawai

26 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Ratusan peserta berbusana merah-putih yang meriah melakukan gerakan senam massal yang sinkron di halaman terbuka yang didekorasi dengan bendera hiasan, merayakan sebuah acara patriotik.

Badan Gizi Nasional Perketat Pengawasan Dapur SPPG: Terapkan Sif Dini Hari hingga Sidak via Zoom

26 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (tengah), memberikan keterangan usai melakukan inspeksi mendadak di salah satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. BGN kini memperketat pengawasan terhadap kepala dapur di seluruh SPPG, termasuk penerapan pengecekan kehadiran via konferensi video Zoom pada dini hari guna memastikan petugas selalu di tempat saat proses pengolahan makanan.

Kecelakaan Maut di Tanjakan Cisarakan Sukabumi: Diduga Rem Blong, Truk Terjun ke Jurang dan Tewaskan Satu Orang

26 Agustus 2026 - 12:26 WIB

EVAKUASI KORBAN: Petugas gabungan dan tim SAR mengevakuasi jenazah pengemudi truk yang terperosok ke dalam jurang akibat rem blong di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/8/2026) malam. Insiden tunggal tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu penumpang luka-luka.

Wujudkan Program “Bhayangkara Jaga dan Rawat Warga”, Polres Sukabumi Bangun Rutilahu bagi Korban Kebakaran di Nyalindung

26 Agustus 2026 - 12:12 WIB

WUJUD NYATA KEPEDULIAN POLRI: Penampakan fisik Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang kini telah selesai dibangun menjadi hunian yang kokoh, rapi, dan sangat layak ditempati. Rumah ini menjadi bukti nyata implementasi semangat "Bhayangkara Jaga dan Rawat Warga" yang dihadirkan oleh Polres Sukabumi untuk masyarakat terdampak musibah.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca