Menu ✖

Mode Gelap

Sukabumi · 7 Des 2025 14:35 WIB

Misteri Penemuan Mayat di Kos Warudoyong Terungkap: Sosok Yatim Piatu, Keluarga Pastikan Meninggal Akibat Sakit


					Makam mendiang Agnes Nadila (22) di TPU Batusapi, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (7/12/2025). Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos di Warudoyong. Perbesar

Makam mendiang Agnes Nadila (22) di TPU Batusapi, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (7/12/2025). Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos di Warudoyong.

JENTERANEWS.com – Teka-teki mengenai identitas dan penyebab kematian wanita muda yang ditemukan tewas dalam kondisi membusuk di sebuah kamar kos di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, akhirnya terungkap. Pihak keluarga memastikan bahwa korban meninggal dunia murni akibat riwayat penyakit akut yang dideritanya, menepis segala spekulasi yang beredar.

Korban diketahui bernama Agnes Nadila atau akrab disapa Anes (22), warga asal Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Fakta memilukan terungkap bahwa gadis muda tersebut merupakan seorang yatim piatu.

Paman korban, Safari Gunawan (46), saat ditemui di kediamannya di Kampung Empang Raya, Kelurahan Palabuhanratu, Minggu (7/12/2025), membenarkan identitas keponakannya tersebut.

“Benar, itu keponakan saya, Agnes Nadila atau Anes, usianya sekitar 22 tahun. Dia yatim piatu, tidak punya adik dan orang tuanya sudah tiada,” ujar Safari dengan nada duka.

Safari meluruskan simpang siur informasi di masyarakat terkait penyebab kematian Agnes. Ia menegaskan bahwa keponakannya memiliki riwayat penyakit Tuberkulosis (TBC) akut. Sebelum putus komunikasi dengan keluarga, kondisi kesehatan Agnes memang dilaporkan menurun.

“Terakhir dia bekerja, memang sudah punya penyakit paru-paru atau TBC. Kami sering berkomunikasi, terakhir tanggal 30 November lalu. Saat itu saya suruh dia pulang karena sudah mengeluh sakit dan kakinya bengkak,” ungkap Safari.

Pihak keluarga sebenarnya telah mendesak Agnes untuk pulang ke Palabuhanratu guna menjalani pengobatan rutin selama enam bulan. Namun, korban saat itu tidak merespons ajakan tersebut dan memilih bertahan di kosan hingga akhirnya komunikasi terputus.

Safari menceritakan perjalanan hidup Agnes yang penuh liku. Sejak kecil hingga kelas 2 SMA, Agnes tinggal bersama neneknya di Ganesa, Cisolok. Setelah sang nenek wafat, ia kemudian pindah ke Palabuhanratu dan tinggal bersama ibu dari Safari (nenek dari pihak ibu) hingga lulus sekolah.

Terkait kabar yang menyebutkan korban bekerja di tempat hiburan malam, Safari membenarkan hal tersebut namun memberikan klarifikasi. Menurutnya, pekerjaan itu baru dilakoni Agnes selama beberapa hari. Sebelumnya, Agnes diketahui pernah bekerja di sektor perbankan di Sukabumi.

“Betul (kerja di karaoke), tapi itu baru beberapa hari. Awalnya dia sempat kerja di sini (Palabuhanratu), lalu pindah ke Sukabumi. Kalau libur dia sering pulang ke sini,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan tim medis yang diterima keluarga, Agnes diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 4 hari sebelum jenazahnya ditemukan. Hal ini sinkron dengan keterangan saksi di lokasi kejadian.

“Kata petugas medis meninggalnya sekitar 4 harian. Soalnya tanggal 1 Desember dia masih sempat berinteraksi, memberi makanan ke penjaga kos. Setelah ditemukan, pihak rumah sakit meminta agar jenazah segera dimakamkan karena kondisinya sudah mengkhawatirkan,” tutur Safari.

Atas musibah ini, pihak keluarga mengaku telah ikhlas dan menolak dilakukan autopsi atau penyelidikan lebih lanjut. Jenazah Agnes langsung dibawa ke Palabuhanratu dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Batusapi pada hari ini.

“Kami tidak penasaran (curiga), karena kronologis dan riwayat penyakitnya jelas. Laporan dari RT setempat juga mendukung. Kami sudah ikhlas menerima ini sebagai takdir,” pungkasnya.(*)


Laporan: M.Ridwan

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 61 kali

Baca Lainnya

Jasad Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Perkebunan Jati Ciemas Sukabumi

13 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Sesosok mayat dengan kondisi pembusukan lanjut yang diduga berjenis kelamin perempuan ditemukan tergeletak di sebuah perkebunan jati di Kampung Margaluyu Dua, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026) pagi.

Sukses Gelar Maulid Nabi SAW, Jamaah Musolla Al-Ikhlas Kebonkai Sukabumi Pererat Tali Silaturahmi

11 Oktober 2026 - 16:08 WIB

Ustadz Najmudin Jaelani (Ustadz Serepet) menyampaikan tausiyah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di halaman samping Musolla Al-Ikhlas Kp. Kebonkai, Desa Girijaya, Nagrak, Sukabumi, Minggu (10/10/2026). Di depan, tampak ratusan jamaah, termasuk anak-anak dan wanita berhijab, menyimak ceramah dengan khidmat.

AKHIR TRAGIS DI PALANG PINTU DAPUR: Depresi Ekonomi Diduga Picu Kematian Ibu Muda di Tegalbuleud

11 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Petugas gabungan yang terdiri dari anggota TNI (Babinsa), Polri (Bhabinkamtibmas), anggota Satpol PP, serta aparat Desa Nangela Kec. Tegalbuleud tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di dalam rumah korban, Winda Nela Kuswiyanti (29), Sabtu (10/10/2026).

HUT ke-81 TNI: Posramil Purabaya Gelar Khitanan Massal

10 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Suasana acara khitanan massal dalam rangka HUT ke-81 TNI di Posramil Purabaya, Sukabumi. Warga setempat antusias mengikuti kegiatan bakti sosial tersebut

Perselisihan Senjata Tajam di Cireunghas Sukabumi Mengakibatkan Tiga Orang Luka-Luka

10 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Warga dan anggota kepolisian berkumpul di ruang tamu sebuah rumah milik H di Kampung Gandasoli, Cireunghas, pasca-perkelahian yang melibatkan senjata tajam pada Sabtu (10/10/2026). Seorang petugas polisi terlihat sedang menangani korban yang tergeletak, sementara noda darah tampak terlihat di lantai di dekat korban. Peristiwa ini menyebabkan tiga orang luka-luka, dua di antaranya berat.

Jembatan Garuda Cibodas Gunungbentang Resmi Beroperasi, Hubungkan Dua Kecamatan di Sukabumi

10 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Sagaranten berfoto bersama Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf. Agung Ariwibowo (tengah) di depan Jembatan Garuda Cibodas setelah acara peresmian di Desa Gunung Bentang, Sabtu (10/10/2026). Jembatan ini menjadi akses penghubung penting bagi warga setempat.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca