JENTERANEWS.com — Teka-teki penemuan jenazah seorang pria dengan kondisi memprihatinkan di dalam bak mandi sebuah rumah kosong di Kampung Bantarbadak, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya menemui titik terang. Pihak kepolisian telah berhasil mengidentifikasi korban yang memicu tanda tanya warga setempat tersebut.
Korban diketahui bernama Awang Sofwa Naba, seorang pemuda berusia 25 tahun yang tercatat sebagai warga Kampung Lingkungsari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak.
Kapolsek Cibadak, Kompol Idji Djubaedi, mengonfirmasi bahwa identitas korban berhasil dipastikan setelah pihak keluarga mendatangi RSUD Sekarwangi Cibadak untuk melakukan proses identifikasi secara langsung.
“Awalnya, ada dua orang yang datang ke rumah sakit dan mengenali ciri-ciri fisik jenazah sebagai teman mereka. Mereka mengaku sempat bertemu korban dua hari sebelumnya, namun tidak ada percakapan yang mencurigakan,” jelas Kompol Idji pada Senin malam (16/3/2026).
Berbekal informasi dari kedua rekan korban, kabar tersebut diteruskan kepada ibunda Awang. Isak tangis keluarga pun pecah saat sang ibu mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut benar adalah putranya.
Penemuan jenazah pada Minggu malam (15/3/2026) sekitar pukul 22.30 WIB ini sempat diwarnai rumor yang beredar liar di tengah masyarakat. Warga sekitar sempat mengira suara benturan dan teriakan dari bangunan yang kini difungsikan sebagai Kantor Sekretariat Perikanan BUMDes Pamuruyan itu adalah ulah makhluk astral atau perkelahian.
Kompol Idji dengan tegas menepis rumor tersebut. Ia meluruskan bahwa suara gaduh yang terdengar sejak sore hari bukanlah murni kejadian mistis maupun cekcok antarwarga.
“Bukan cekcok atau suara gaib. Diduga kuat itu adalah suara korban yang sedang meluapkan kekesalannya. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban memang diketahui sedang mengalami depresi,” tegasnya.
Terkait kondisi fisik jenazah, hasil pemeriksaan luar oleh pihak kepolisian dan tim medis memastikan tidak ada jejak penganiayaan atau tindak kekerasan pada tubuh korban.
“Secara kasat mata, kondisi tubuh korban terbilang mulus, tidak ditemukan bekas luka kekerasan. Hanya terdapat sedikit luka memar di bagian dahi yang diduga kuat akibat benturan saat korban terjatuh ke dalam bak mandi,” ungkap Kompol Idji. Ia menambahkan, kepolisian siap melakukan autopsi apabila ditemukan indikasi tindak pidana.
Namun, setelah mendapat penjelasan menyeluruh mengenai kondisi putranya, pihak keluarga memutuskan untuk tidak memperpanjang kasus ini. Mereka menolak prosedur autopsi lebih lanjut dan mengikhlaskan kepergian Awang sebagai sebuah musibah.
Saat ini, jenazah Awang Sofwa Naba telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan secara layak.(*)
Laporan: Awang
Editor: Hamjah















