JENTERANEWS.com – Nasib malang menimpa keluarga Bapak Odan (50), seorang petani di Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Rumah panggung miliknya ludes dilalap si jago merah pada Rabu (23/7/2025) siang, tepat saat ia tengah bekerja di sawah. Seluruh harta benda, termasuk uang tunai, emas, dan hasil panen, hangus tak bersisa.
Menurut laporan yang diterima dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sagaranten, Jenal Mutaqin, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Api dengan cepat melahap seluruh bangunan rumah panggung berukuran 6×12 meter yang berlokasi di Kampung Cibubgur RT 03/RW 02, Desa Hegarmanah.
“Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong. Bapak Odan, sang pemilik, sedang bekerja di sawah. Beliau baru mengetahui musibah ini saat pulang dan mendapati rumahnya sudah rata dengan tanah,” ungkap Jenal Mutaqin dalam keterangannya.
Api yang berkobar hebat tidak menyisakan apa pun. Kerugian yang diderita keluarga korban sangat besar. Selain kehilangan tempat tinggal, mereka juga harus merelakan uang tunai sebesar Rp 4 juta, perhiasan emas seberat 4 gram, dan stok padi sebanyak 500 kilogram. Dokumen-dokumen vital seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta seluruh pakaian juga ikut hangus terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tragis ini. Namun, dua kepala keluarga dengan total enam jiwa yang tinggal di rumah tersebut kini kehilangan tempat bernaung. “Untuk sementara, keluarga korban mengungsi ke rumah saudaranya,” tambah Jenal.
Tim gabungan yang terdiri dari P2BK Kecamatan Sagaranten, aparat desa dan kecamatan, Koramil, Polsek, Kasi Trantib, serta Pemadam Kebakaran segera turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan pendataan. Penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Saat ini, keluarga Bapak Odan sangat membutuhkan uluran tangan. Kebutuhan mendesak yang diperlukan antara lain bahan material untuk membangun kembali hunian mereka, pasokan sembako untuk kebutuhan sehari-hari, dan pakaian layak pakai.
“Kami juga telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong,” tutup Jenal.(*)















