JENTERANEWS.com – Warga pesisir Pantai Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan kabar hilangnya seorang nelayan, Karom (45), pada Minggu (12/10) pagi. Nelayan yang sehari-hari bekerja sebagai juru bantu tersebut diduga kuat terseret ombak saat melaut di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Korban diketahui berangkat melaut seorang diri sekitar pukul 02.00 WIB. Kekhawatiran mulai muncul ketika Karom tak kunjung kembali ke tempat peristirahatan nelayan hingga pukul 06.00 WIB. Kecurigaan semakin menguat setelah rekan sesama nelayan, Suhaemi, menemukan sepeda motor, tas, dan senter milik korban tergeletak di tepi pantai, sekitar 150 meter dari pondok nelayan.
Menanggapi laporan tersebut, tim Search and Rescue (SAR) gabungan langsung diterjunkan ke lokasi. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) operasi ini, menegaskan bahwa personel dari Pos SAR Sukabumi telah dikerahkan menuju lokasi kejadian sejak siang hari.
“Kami kerahkan personel rescue setelah menerima informasi terkait nelayan yang hilang di Pantai Tegalbuleud. Tim segera berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan di lapangan untuk melakukan upaya pencarian terhadap korban,” ujar Desiana.
Setibanya di lokasi, upaya pencarian awal oleh tim SAR gabungan difokuskan secara visual melalui jalur darat, menyisir area sekitar kejadian dengan radius hingga 1 kilometer. Namun, operasi pencarian di laut terpaksa ditunda lantaran kondisi cuaca yang ekstrem.
“Penyisiran di perairan belum memungkinkan karena hujan deras disertai angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan tim SAR,” jelas Desiana.
Hingga Minggu malam, Karom belum berhasil ditemukan. Operasi pencarian dijadwalkan akan kembali dilanjutkan pada Senin pagi, dengan rencana memperluas area pencarian hingga ke arah perairan.
Puluhan personel SAR gabungan terlibat dalam operasi kemanusiaan ini, meliputi unsur Pos SAR Sukabumi, Polsek Tegalbuleud, Satpol PP Kecamatan Tegalbuleud, P2BK, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tegalbuleud, serta masyarakat setempat.
Desiana Kartika Bahari memohon doa agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat, seraya mengingatkan bahwa kondisi cuaca di perairan selatan Sukabumi masih terpantau ekstrem. “Mohon doa nya korban segera ditemukan dalam keadaan selamat, meski kondisi cuaca di perairan selatan Sukabumi masih terpantau ekstrem beberapa hari terakhir ini,” tutupnya.(*)
Reporter: Rudi
Redaktur: Hamjah















