Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 12 Des 2025 11:55 WIB

Pabrik Jamu ‘Sari Alam’ Sukaraja Terbakar, Kerugian Taksir Setengah Miliar Rupiah


					Sejumlah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi tengah berjibaku memadamkan kobaran api di tengah kepulan asap tebal di ruang produksi Pabrik Jamu Sari Alam, Kecamatan Sukaraja, Kamis (11/12/2025) malam. Perbesar

Sejumlah petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi tengah berjibaku memadamkan kobaran api di tengah kepulan asap tebal di ruang produksi Pabrik Jamu Sari Alam, Kecamatan Sukaraja, Kamis (11/12/2025) malam.

JENTERANEWS.com – Musibah kebakaran hebat melanda fasilitas produksi obat tradisional (jamu) “Sari Alam” yang berlokasi di Kampung Babakan Sirna RT 01/10, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (11/12/2025) malam.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 19.12 WIB ini menghanguskan dua ruang vital pabrik, yakni ruang produksi dan ekstraksi berukuran masing-masing 3×4 meter. Akibat kejadian ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp500 juta.

Komandan Pos Damkar Unit Sukaraja, Ade Feri, mengungkapkan bahwa pemicu kebakaran diduga kuat berasal dari gangguan teknis pada sistem kelistrikan.

“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah kegagalan kelistrikan di ruang produksi. Hal ini terjadi bertepatan saat kondisi mati listrik, yang kemudian memicu percikan api ketika aliran listrik kembali atau adanya korsleting pada peralatan,” terang Ade Feri, Jumat (12/12/2025).

Merespons laporan darurat, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat. Unit pertama diberangkatkan hanya dua menit setelah laporan diterima, dengan response time mencapai lokasi sekitar 10 menit.

Mengingat besarnya potensi api yang melahap area produksi yang penuh bahan mudah terbakar, operasi pemadaman melibatkan pengerahan kekuatan penuh. Total lima unit armada diterjunkan, terdiri dari unit Posko Sukaraja, Cisaat, dan Cibadak, serta diperkuat oleh dua unit bantuan dari Damkar Kota Sukabumi.

Proses pemadaman berlangsung dramatis dan memakan waktu cukup lama. Petugas di lapangan menghadapi tantangan berat berupa minimnya sumber air di sekitar lokasi kejadian.

“Kendala utama adalah sulitnya pasokan air. Kami harus memaksimalkan penyemprotan dengan menyedot air dari kolam-kolam warga di sekitar pabrik untuk memastikan suplai tidak terputus,” jelas Ade.

Operasi pemadaman yang dimulai pukul 19.24 WIB baru dinyatakan benar-benar tuntas pada pukul 22.25 WIB, setelah petugas berjibaku selama kurang lebih 3 jam 30 menit.

Meski demikian, kerja keras tim gabungan membuahkan hasil. Ade Feri menegaskan bahwa mayoritas aset pabrik berhasil diselamatkan dari amukan api.

“Bangunan yang terbakar sekitar 20 persen, terutama di area vital ekstraksi. Namun, 80 persen sisa bangunan, termasuk peralatan produksi utama dan stok bahan baku jamu, berhasil kami selamatkan,” paparnya.

Pemilik pabrik, Muhsin Assegaf, beserta seluruh karyawan dan penghuni bangunan dilaporkan selamat dalam insiden tersebut. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa, baik dari pihak warga maupun petugas damkar.

Meski tidak ada korban jiwa, dampak ekonomi dari kejadian ini cukup signifikan. Kerusakan pada ruang ekstraksi dan sejumlah mesin produksi menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.

“Kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta, meliputi kerusakan fisik bangunan ruang ekstraksi serta sejumlah peralatan produksi yang hangus,” pungkas Ade.(*)


Laporan: Denny Nurman 

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 43 kali

Baca Lainnya

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca