JENTERANEWS.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi, Rabu (1/4/2026). Momentum bersejarah ini dimanfaatkan legislatif untuk memperkuat komitmen pembangunan daerah melalui sinergitas yang lebih progresif.
Rapat yang berlangsung khidmat di ruang sidang utama DPRD ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Sukabumi, Wawan Juanda. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, serta jajaran tokoh masyarakat dan mantan pimpinan daerah.
Suasana paripurna terasa berbeda saat pasangan Mojang dan Jajaka membacakan sejarah singkat kota. Mengenang kembali medio 13 Januari 1815 saat nama “Soeka-Boemi” pertama kali diusulkan oleh administratur perkebunan Andries Christoffel Johannes de Wilde, hingga peresmian administratifnya pada 1 April 1914.
Ketua DPRD, Wawan Juanda, dalam pengantar sidangnya menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial tahunan.
“Ini adalah titik tolak bagi kita semua, terutama di lembaga legislatif dan eksekutif, untuk merefleksikan sejauh mana kebijakan yang kita ambil telah berdampak pada kesejahteraan warga Sukabumi,” ujarnya.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam pidatonya memaparkan postur finansial daerah yang kian menguat. Ia mengungkapkan bahwa APBD Kota Sukabumi tahun 2025 telah menembus angka Rp1,175 triliun. Anggaran ini, menurutnya, akan difokuskan pada percepatan pembangunan dengan dukungan dana kurang salur dari pemerintah pusat.
Sektor kesehatan menjadi primadona dalam paparan pembangunan tahun ini. RSUD R. Syamsudin SH dilaporkan terus melakukan ekspansi layanan medis tingkat tinggi, meliputi:
-
Teknologi Stem Cell & Kemoterapi
-
Bedah Mulut Spesialis
-
Rehabilitasi Jantung
Langkah ini dipandang strategis tidak hanya untuk meningkatkan angka harapan hidup warga, tetapi juga sebagai motor penggerak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Mewakili Pemerintah Provinsi, Sekda Jabar Herman Suryatman memberikan catatan khusus bagi Kota Mochi ini. Ia menekankan bahwa kemajuan Jawa Barat sangat bergantung pada akselerasi di tingkat kota/kabupaten.
“Pembangunan di Kota Sukabumi harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur. Kami mengajak seluruh elemen menjadikan hari jadi ke-112 ini sebagai momentum untuk berlari lebih kencang dalam mewujudkan kesejahteraan,” tegas Herman.
Senada dengan semangat pembangunan tersebut, tokoh masyarakat H.M. Muraz mengingatkan agar potensi lokal tidak terbengkalai. Ia menitipkan pesan agar tata kelola pemerintahan tetap fokus pada pengelolaan potensi daerah yang berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan.
Rapat Paripurna Hari Jadi ke-112 ini ditutup dengan harapan besar bahwa kolaborasi antara DPRD sebagai pengawas kebijakan dan Pemerintah Kota sebagai eksekutor dapat berjalan beriringan demi mewujudkan Kota Sukabumi yang lebih berkelanjutan dan religius.(*)















