Menu

Mode Gelap

Peristiwa · 19 Jan 2025 10:39 WIB

Pemakaman Satpam Korban Pembunuhan Anak Majikan diwarnai Isak Tangis Keluarga


					Suasana haru menyelimuti pemakaman Septian (27) di Palabuhanratu, Sukabumi, Sabtu (18/1/2025). Satpam tersebut menjadi korban pembunuhan oleh anak majikannya di Bogor. Perbesar

Suasana haru menyelimuti pemakaman Septian (27) di Palabuhanratu, Sukabumi, Sabtu (18/1/2025). Satpam tersebut menjadi korban pembunuhan oleh anak majikannya di Bogor.

JENTERANEWS.com – Suasana duka menyelimuti rumah duka di Kampung Cibarengkok, Desa Citarik, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/1/2025). Jenazah Septian (27), seorang satpam yang menjadi korban pembunuhan oleh anak majikannya, dimakamkan di tempat pemakaman umum yang tak jauh dari rumah duka. Isak tangis keluarga, kerabat, dan tetangga pecah saat jenazah tiba dan prosesi pemakaman berlangsung.

Septian, yang dikenal sebagai sosok pekerja keras, ramah, dan menjadi tulang punggung keluarga, meninggalkan seorang istri, Dewi (47), seorang anak kandung, dan tiga anak sambung yang masih kecil. Kepergiannya yang tragis meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama bagi anak-anaknya yang masih membutuhkan kasih sayang dan biaya hidup.

Aris Munandar, adik ipar korban, menuturkan bahwa jenazah tiba di rumah duka pada Jumat (17/1) tengah malam dalam kondisi telah dikafani. Keluarga kemudian sepakat untuk memakamkan almarhum pada Sabtu. Aris juga mengungkapkan bahwa keluarga baru mengetahui Septian meninggal akibat dibunuh oleh anak majikannya, Abraham Michael, saat korban tengah berjaga di rumah mewah di Jalan Lawanggintung, Kota Bogor, pada Jumat dini hari. Jasad Septian ditemukan sekitar pukul 04.30 WIB dengan luka di bagian kepala dan dada.

“Kami dari pihak keluarga hanya meminta keadilan kepada aparat penegak hukum baik itu kepolisian, kejaksaan maupun hakim untuk menghukum seberat-beratnya pelaku,” ujar Aris dengan nada sedih.

Dewi, istri korban, mengungkapkan bahwa suaminya baru bekerja sebagai satpam di rumah mewah milik terduga pelaku selama lima bulan. Selama bekerja, Septian tidak pernah mengeluh, meskipun sempat merasa tidak nyaman karena sikap majikannya yang emosional dan keras kepala. Dewi juga menambahkan bahwa suaminya berencana berhenti bekerja setelah Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Abraham Michael, anak seorang pengacara, telah ditangkap dan ditahan di Mapolres Kota Bogor. Ia dijerat dengan Pasal 338 jo Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun, seumur hidup, atau bahkan hukuman mati. Informasi yang beredar juga menyebutkan bahwa tersangka diduga mengonsumsi narkoba jenis sinte sebelum melakukan pembunuhan. Hal ini diperkuat dengan hasil tes urine yang menunjukkan tersangka positif menggunakan narkoba.

Pemakaman Septian di Palabuhanratu menjadi penanda duka yang mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya. Mereka berharap keadilan dapat ditegakkan atas kepergian sosok yang mereka cintai.(*)

Laporan: M.Ridwan

Editor Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Tragedi Berdarah di Pesisir Ujunggenteng: Aksi ‘Test Drive’ Berujung Maut, Satu Pengendara Tewas

13 April 2026 - 17:59 WIB

Suasana di lokasi kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas tragis di pesisir Pantai Ujunggenteng, Desa Ujunggenteng, Sukabumi, pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Tampak kerumunan warga berkumpul di area kejadian, sementara puing-puing kendaraan dan jejak ban terlihat jelas di pasir basah. Kecelakaan yang melibatkan dua sepeda motor dan diduga dipicu oleh aksi balap liar ini merenggut nyawa Agus Gunawan (29) dan menyebabkan Angga (19) luka berat. (Tangkapan layar video warga)

Akibat Hujan Deras Berdurasi Lama, Satu Rumah di Parakansalak Sukabumi Ambruk

6 April 2026 - 21:29 WIB

Bocah Empat Tahun di Kalibunder Sukabumi Meninggal Dunia Usai Terpeleset ke Parit Saat Hujan Deras

6 April 2026 - 21:21 WIB

Tragis, Petani Lansia di Sukabumi Ditemukan Tewas Tertimpa Pohon Bambu di Kebunnya

23 Maret 2026 - 17:25 WIB

jenazah petani Saep (74) ditemukan. Area rimbun dengan semak dan rumpun bambu terlihat di kedua sisi. Gambar tersebut menampilkan sensor buram (blurred) di bagian tengah, yang menutupi detail jenazah korban yang ditemukan tergeletak di tengah dedaunan. Penemuan ini terjadi pada Senin (23/3) setelah korban dilaporkan hilang selama beberapa hari.

Diduga Akibat Korsleting Listrik, Sebuah Rumah di Sagaranten Ludes Terbakar Saat Ditinggal Penghuninya

3 Maret 2026 - 16:01 WIB

Warga dan petugas pemadam kebakaran (Damkar), meninjau puing-puing rumah yang ludes terbakar di Kampung Bojong Lingkung, Desa Sinar Bentang, Kecamatan Sagaranten. Kebakaran yang melanda pada Selasa (3/3/2025)

Begal Sadis Beraksi di Parungkuda Sukabumi: Suami Dibacok di Depan Istri, Motor Raib

18 Februari 2026 - 20:27 WIB

Ilustrasi
Trending di Peristiwa

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca