Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 10 Okt 2025 17:52 WIB

PEMKAB SUKABUMI GELAR RAKOR PEMBANGUNAN, ENAM ISU STRATEGIS PENGEMBANGAN GEOPARK CILETUH-PALABUHANRATU JADI SOROTAN


					Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memberikan arahan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp) 2026-2029 di Hotel Augusta, Palabuhanratu, Jumat (10/10/2025). Rakor ini menyoroti enam isu strategis untuk pengembangan geopark secara berkelanjutan. Perbesar

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memberikan arahan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp) 2026-2029 di Hotel Augusta, Palabuhanratu, Jumat (10/10/2025). Rakor ini menyoroti enam isu strategis untuk pengembangan geopark secara berkelanjutan.

JENTERANEWS.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi pembangunan Kawasan Ciletuh-Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGGp) dengan menetapkan enam isu strategis sebagai fokus utama untuk periode 2026-2029. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan CPUGGp yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, di Hotel Augusta, Palabuhanratu, Jumat (10/10/2025).

Rakor yang menjadi forum sinergi lintas sektor ini menghadirkan narasumber terkemuka, di antaranya Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas RI, perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat, dan Ketua Harian Badan Pengelola CPUGGp.

Dalam sambutannya, Sekda Ade Suryaman mengawali dengan ungkapan syukur atas keberhasilan CPUGGp mempertahankan status bergengsinya di tingkat dunia. “Alhamdulillah, kita patut berbangga karena CPUGGp kembali meraih Green Card dari UNESCO dalam Sidang ke-11 Dewan UGGp di Chile pada September lalu. Ini adalah bukti kerja keras kolektif dan memperpanjang status keanggotaan kita hingga 2029,” ungkapnya.

Ade Suryaman menekankan bahwa capaian internasional ini harus diimbangi dengan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, pengembangan geopark harus selaras dengan visi Kabupaten Sukabumi Mubarokah (Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah), yang ditopang oleh penguatan sektor pariwisata dan agroindustri.

Lebih lanjut, Sekda menyoroti enam isu strategis yang menjadi agenda prioritas dalam pengembangan kawasan CPUGGp ke depan. “Fokus kita bersama adalah pada pemulihan pascabencana, pengelolaan sampah yang berbasis pada partisipasi aktif masyarakat, penguatan kualitas destinasi wisata, pemberdayaan ekonomi warga lokal, pelestarian keanekaragaman hayati dan budaya, serta yang terpenting adalah kolaborasi multi pihak,” papar Ade Suryaman.

Ia menegaskan bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan. “Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan penuh dari komunitas, dunia usaha, akademisi, dan media untuk mewujudkan visi besar ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kabupaten Sukabumi, Toha Wildan Athoilah, menjelaskan tujuan strategis dari penyelenggaraan rakor ini. “Kegiatan ini kami gelar dua kali setahun sebagai platform untuk memperkuat sinergi dan menyelaraskan program antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah,” jelasnya.

Toha juga menggarisbawahi landasan hukum yang kuat yang menjadi payung pengembangan CPUGGp, termasuk Perpres Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark), Perpres Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Jawa Barat Selatan, serta Perda Nomor 6 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Sukabumi 2025-2029.

“Ciletuh-Palabuhanratu adalah satu-satunya geopark berstatus UNESCO di Jawa Barat. Status istimewa ini menuntut kita untuk menjadikannya prioritas utama, dengan tujuan mendorong pariwisata berkelas dunia yang berkelanjutan,” ujar Toha.

Mengakhiri paparannya, ia menyampaikan harapan besar akan adanya dukungan konkret dari berbagai pihak, termasuk Forum CSR, sektor swasta, dan pemerintah pusat, untuk bersama-sama memperkuat pembangunan kawasan CPUGGp secara holistik, mencakup aspek ekonomi, pendidikan, dan konservasi lingkungan untuk kesejahteraan masyarakat Sukabumi. (*)

Editor : Mia


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

Baca Lainnya

Diduga Ulah Oknum, 700 Meter Persegi Lahan Perhutani di Cidadap Sukabumi Hangus Terbakar

5 September 2026 - 19:57 WIB

Pantauan kobaran api yang melahap area Perkebunan Kayu Putih di Blok 87 Perhutani, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (5/9/2026) malam. Api yang meluas hingga 700 meter persegi akibat faktor angin dan lahan kering tersebut berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan pada pukul 19.30 WIB. (Foto: Dok. P2BK/BPBD Kabupaten Sukabumi)

Pemdes Mekarjaya Sukabumi Salurkan BLT Dana Desa Periode Juli-Agustus kepada 50 KPM

3 September 2026 - 10:20 WIB

Warga Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menghadiri kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9).

Polres Sukabumi Salurkan Bantuan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kemarau Panjang di Simpenan

2 September 2026 - 19:31 WIB

Personel Sat Samapta Polres Sukabumi mengisikan air bersih dari kendaraan operasional ke wadah penampungan milik warga di Kampung Tegal Nyampai, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Aksi bakti sosial ini digelar untuk membantu kebutuhan air sehari-hari warga yang terdampak kemarau panjang. Foto: Dok. Humas Polres Sukabumi.

Tragedi Berdarah di Cijengkol: Istri Temukan Suami Bersimbah Darah, Kondisi Kritis Pakai Ventilator

2 September 2026 - 12:12 WIB

Kondisi Mencekam di ICU. Pasien A tergeletak tak sadarkan diri di tempat tidur ICU RSUD Sekarwangi. Terlihat berbagai peralatan medis menopang hidupnya, termasuk perban besar di bagian leher. Setelah operasi darurat untuk menangani luka yang sangat gawat, kondisi pasien masih belum sadar dan terus dipantau secara intensif oleh tim dokter.

Kemarau Panjang Terjang Desa Banjarsari Sukabumi, 312 KK Alami Krisis Air Bersih

2 September 2026 - 09:29 WIB

Petugas mendistribusikan air bersih dari truk tangki kepada warga yang mengalami kekeringan di [Lokasi], mengantre dengan jerigen di area lapangan kering di latar belakang rumah-rumah penduduk.

Preman Berkedok Wartawan: Peras Guru di Sukaraja Sukabumi, Positif Sabu, Kini Meringkuk di Penjara

2 September 2026 - 09:01 WIB

Tersangka AG (46), oknum wartawan pemeras pihak SDN 2 Sukaraja, diapit anggota kepolisian usai resmi ditangkap dan ditahan di Mapolsek Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca