JENTERANEWS.com – Sebuah rumah tinggal di permukiman padat penduduk di Kampung Panjalu, RT 10/RW 02, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, hangus terbakar pada Senin (16/6) siang. Diduga kuat, sumber api berasal dari kelalaian seorang anak yang bermain korek api hingga menyambar kasur dan dengan cepat melalap seluruh bagian lantai dua bangunan.
Peristiwa naas yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB tersebut menimpa kediaman milik Desi Trisniawati (47). Saat kejadian, Desi tengah berada di lantai satu rumahnya, sementara sang anak bermain tanpa pengawasan di lantai dua. Nahas, permainan sang anak dengan korek api justru menjadi pemicu bencana yang menghanguskan sebagian besar harta bendanya.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukabumi, Topik Adirahman, mengonfirmasi kronologi kejadian tersebut. “Berdasarkan asesmen di lapangan, kebakaran ini akibat kelalaian anak dari pemilik rumah yang telah menggunakan atau memainkan korek api hingga mengakibatkan kasur terbakar dan merambat ke gorden,” jelas Topik saat ditemui di lokasi pada Senin (16/6).
Menurutnya, api dengan cepat membesar dan menjalar, diperparah oleh kondisi angin yang bertiup kencang serta banyaknya material mudah terbakar di dalam rumah. “Api cepat menjalar di rumah korban yang diisi satu kepala keluarga dengan lima jiwa itu, khususnya pada bagian rumah lantai dua,” tambahnya.
Kobaran api yang membumbung tinggi sempat membuat panik warga sekitar, mengingat lokasi rumah yang berada di gang sempit dan padat penduduk, berjarak hanya sekitar 20 meter dari jalan raya.
Tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran, P2BK, Satpol PP, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa segera meluncur ke lokasi setelah menerima laporan. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Kota Sukabumi dan Posko Damkar Cisaat dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah.
“Alhamdulillah, berkat kerja sama yang baik, api berhasil kami padamkan sekira pukul 13.00 WIB,” ungkap Topik. Proses pemadaman sempat terkendala oleh akses jalan yang sempit, namun kegigihan petugas dan bantuan warga membuat api dapat segera dikendalikan sebelum merambat ke bangunan lain.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Namun, kerugian materiil yang diderita pemilik rumah ditaksir mencapai Rp50 juta. Seluruh bagian lantai dua rumah beserta isinya ludes tak tersisa.
“Kalau korban jiwa atau korban luka-luka tidak ada, yah. Hanya saja, bagian rumahnya pada lantai dua hangus terbakar hingga korban mengalami kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta,” pungkas Topik. Peristiwa ini menjadi pengingat tragis akan pentingnya pengawasan orang tua terhadap anak-anak saat bermain, terutama dengan benda-benda yang berpotensi memicu kebakaran.(*)
Reporter: Awang
Redaktur: Hamjah















