Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 14 Okt 2025 07:13 WIB

PERUBAHAN PROGRAM P2WKSS JADI GAPURA SRI BADUGA, SEKDA SUKABUMI: MAKSIMALKAN KOLABORASI DI TAHUN TERAKHIR


					Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memimpin Rapat Persiapan Verifikasi Provinsi Program P2WKSS Tahun 2025 di Aula Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh (13/10/2025). Sekda menekankan pentingnya kolaborasi seluruh Perangkat Daerah dan stakeholder untuk meraih prestasi maksimal sebelum program ini bertransformasi menjadi Perbesar

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, memimpin Rapat Persiapan Verifikasi Provinsi Program P2WKSS Tahun 2025 di Aula Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh (13/10/2025). Sekda menekankan pentingnya kolaborasi seluruh Perangkat Daerah dan stakeholder untuk meraih prestasi maksimal sebelum program ini bertransformasi menjadi "Gapura Sri Baduga."

JENTERANEWS.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna meraih hasil maksimal dalam Program Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tahun 2025. Penegasan ini disampaikan Sekda mengingat adanya rencana perubahan program P2WKSS oleh Gubernur Jawa Barat menjadi penganugerahan “Gapura Sri Baduga” di masa mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Sekda saat memimpin Rapat Persiapan Verifikasi Provinsi Program P2WKSS Tingkat Kabupaten Sukabumi Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Kantor Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, pada Senin, 13 Oktober 2025. Desa Gunungguruh sendiri diketahui merupakan lokasi fokus pelaksanaan program P2WKSS tahun ini.

Rapat koordinasi ini digelar dengan tujuan menyampaikan informasi komprehensif terkait proses pelaksanaan program P2WKSS di lokasi sasaran kepada seluruh pemangku kepentingan tingkat kabupaten, sekaligus mendata dan melengkapi kebutuhan yang belum terintervensi sesuai instrumen penilaian program.

Hadir dalam rakor tersebut unsur Perangkat Daerah, badan usaha, perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta unsur Pemerintah Desa Gunungguruh.

Dalam arahannya, Sekda Ade Suryaman secara tegas meminta komitmen seluruh Perangkat Daerah (PD) dan stakeholder untuk segera menyelesaikan semua intervensi program di lokasi sasaran. Beliau menekankan bahwa kolaborasi seluruh pihak sangat krusial untuk memberikan hasil terbaik di tahun terakhir pelaksanaan program ini.

“Program ini adalah program terakhir sebelum adanya perubahan. Saya meminta kepada Camat dan Kepala Desa agar penilaian di tahun terakhir ini bisa menaikkan ranking,” ujar Sekda.

Lebih lanjut, Sekda meminta para Kepala Perangkat Daerah untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan semua persiapan telah rampung dan tidak ada kekurangan.

“Semua Kepala Perangkat Daerah cek ke lapangan, kalau belum lengkap segera lengkapi. Kita di tahun ini minimal bisa juara tiga lagi,” pungkasnya penuh harap.

Sekda berharap, dengan adanya kebersamaan dan kerja keras seluruh tim, Kabupaten Sukabumi mampu mencapai prestasi maksimal dalam verifikasi P2WKSS Tingkat Provinsi, sekaligus menutup program ini dengan capaian yang membanggakan.(*)


Reporter: Awang

Redaktur: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Diterjang Cuaca Ekstrem, Rumah Warga Cidadap Sukabumi Roboh

25 Mei 2026 - 18:29 WIB

Konstruksi rumah panggung berukuran 4x8 meter di Kampung Cibadak, RT 004/002, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, tampak roboh pada bagian panggung dan atap setelah diguyur hujan deras pada Senin (25/5/2026) dini hari. Kerusakan total ini memperlihatkan anyaman bambu di dinding dan puing-puing konstruksi yang berserakan. (Foto: Dokumen P2BK Cidadap / BPBD Kabupaten Sukabumi)

Hujan Deras 8 Jam, Luapan Sungai Cikaso Putus Akses Jalan dan Rendam Rumah Warga di Sagaranten

25 Mei 2026 - 10:17 WIB

Petugas gabungan dari Polsek Sagaranten dan petugas penanggulangan bencana (P2BK/BPBD) bersiaga memantau kondisi ruas Jalan Raya Sagaranten - Cidolog di Desa Curugluhur yang terputus akibat luapan Sungai Cikaso, Senin (25/5/2026). Luapan air sempat mencapai ketinggian 1,5 meter dan melumpuhkan arus lalu lintas kendaraan. (Foto: Dok. P2BK Sagaranten)

Hujan Deras Guyur Sukabumi, Bendungan Irigasi di Curugkembar Jebol dan Ancam 30 Hektare Sawah

25 Mei 2026 - 06:51 WIB

kerusakan berat pada bendungan irigasi di Jalan Pasir Kadu, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur ini roboh dan terbawa arus air sungai yang meluap setelah hujan lebat, mengancam 30 hektare lahan pertanian warga.

Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Nagrak Sukabumi, Warga Sigap Gotong Royong

24 Mei 2026 - 22:19 WIB

Kondisi darurat di Kampung Kebonkai, Sukabumi, Minggu malam (24/5/2026). Tampak timbunan tanah dan puing setinggi tebing di sisi kanan, menutupi akses jalan gang utama setelah longsor melanda akibat hujan deras terus menerus. Seorang warga atau petugas berjas hujan (kiri) terlihat di dekat lokasi kejadian.

Banjir dan Longsor Landa Simpenan Sukabumi Usai Diguyur Hujan Deras

24 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pemandangan memprihatinkan di ruas jalan desa menuju Kampung Ciporekat, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu sore (24/5/2026). Air berlumpur berwarna cokelat yang mengalir deras menggerus aspal jalan akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan parah pada permukaan jalan, mempersulit akses transportasi utama warga. (Dok. P2BK SIMPENAN / Pusdalops PB BPBD Kab. Sukabumi)

Hujan Deras Picu Longsor di Ciambar Sukabumi, Dua Motor Tertimbun dan Tiga Rumah Terancam

24 Mei 2026 - 19:20 WIB

Kondisi Pasca Longsor Tebing di Kampung Cipeumutih, Desa Munjul. Pemandangan lereng tanah yang terjal dan labil di lokasi longsor tebing di Kampung Cipeumutih, RT 01/07, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Gambar ini menunjukkan besarnya material longsoran yang ambruk setelah hujan deras pada Minggu (24/5/2026) sore, menimbun pekarangan di bawahnya. Longsoran tebing pekarangan setinggi 10 meter milik Bapak Aap ini menimpa pagar dan dua unit sepeda motor milik warga yang masih tertimbun material yang terlihat labil. [Visual/Dok. P2BK Ciambar - BPBD Kabupaten Sukabumi]
Trending di Sukabumi