Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 19 Mei 2025 09:07 WIB

Polemik Pembangunan Gerai Mie Gacoan di Sukabumi: Warga Pertanyakan Izin dan Keterlibatan Tenaga Kerja Lokal


					Tampak aktivitas pembangunan yang tengah berjalan di lokasi yang direncanakan menjadi gerai Mie Gacoan di Jalan Otista, Sukabumi. Warga sekitar menyuarakan keresahan terkait proses pembangunan yang dinilai kurang melibatkan masyarakat dan diduga belum mengantongi izin lengkap. Perbesar

Tampak aktivitas pembangunan yang tengah berjalan di lokasi yang direncanakan menjadi gerai Mie Gacoan di Jalan Otista, Sukabumi. Warga sekitar menyuarakan keresahan terkait proses pembangunan yang dinilai kurang melibatkan masyarakat dan diduga belum mengantongi izin lengkap.

JENTERANEWS.com – Rencana ekspansi bisnis kuliner Mie Gacoan ke Kota Sukabumi, tepatnya di Jalan Otista RT 02 RW 02, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, menuai sorotan tajam dari warga sekitar. Alih-alih disambut antusias, pembangunan gerai yang tengah naik daun ini justru memicu polemik terkait dugaan belum adanya izin resmi dan minimnya pelibatan tenaga kerja lokal.

Kekecewaan mendalam diungkapkan oleh salah seorang warga, Kang Levi. Ia menyayangkan pihak pengembang proyek terkesan mengabaikan potensi sumber daya manusia yang ada di lingkungan sekitar. Padahal, menurutnya, banyak warga yang memiliki keahlian mumpuni di bidang konstruksi dan sangat berharap dapat berkontribusi dalam pembangunan tersebut.

“Sangat disayangkan memang. Kami sempat berharap kehadiran Mie Gacoan bisa membantu mengurangi pengangguran di lingkungan kami. Tapi kenyataannya, sejak awal pembangunan tidak satu pun warga sekitar yang dilibatkan,” ujar Kang Levi kepada awak media pada Minggu (19/05/2025).

Tak hanya persoalan ketenagakerjaan, kecurigaan warga juga mengarah pada legalitas proyek pembangunan tersebut. Kang Levi menyoroti kesan terburu-buru dalam proses pembangunan, tanpa adanya kejelasan mengenai pemilik maupun penanggung jawab proyek.

“Pembangunan ini terkesan grasak-grusuk. Hingga kini kami tidak tahu siapa pemilik atau penanggung jawabnya. Kami menduga pembangunan ini belum memiliki izin yang lengkap. Padahal setahu saya, pembangunan baru bisa dilakukan setelah semua izin dikantongi,” tegasnya.

Menyikapi situasi ini, warga mendesak pemerintah Kota Sukabumi melalui dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek. Mereka berharap adanya tindakan tegas jika memang ditemukan pelanggaran perizinan. Lebih lanjut, warga juga mengusulkan adanya forum pertemuan antara pihak pengelola Mie Gacoan dengan masyarakat setempat guna menciptakan kejelasan dan transparansi terkait pembangunan ini.

“Kami minta dinas terkait jangan diam. Tinjau langsung ke lokasi agar tahu situasinya. Lebih baik lagi jika bisa mempertemukan kami dengan pemilik usaha. Karena ini investasi jangka panjang, dan jika ada risiko lingkungan, warga sekitar yang akan pertama kali merasakan dampaknya,” imbuh Kang Levi dengan nadaConcern.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi baik dari pihak pengelola proyek pembangunan gerai Mie Gacoan maupun dinas terkait Pemerintah Kota Sukabumi mengenai perizinan proyek dan aspirasi warga terkait pelibatan tenaga kerja lokal. Publik menanti respons dan tindakan nyata dari pihak-pihak terkait demi terciptanya pembangunan yang harmonis dan berkeadilan bagi seluruh elemen masyarakat.(*)

[Laporan : Joko S | Editor Hamjah]

Artikel ini telah dibaca 110 kali

Baca Lainnya

Soroti Dampak Proyek Tol Bocimi, DPRD Kabupaten Sukabumi Desak Kontraktor Tertib SOP Pengangkutan Tanah

13 April 2026 - 19:14 WIB

Aktivitas pengangkutan material tanah di area terbuka proyek Tol Bocimi di bawah jembatan overpass yang sedang dibangun. Lokasi seperti inilah yang menjadi fokus pengawasan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang mengingatkan pelaksana proyek untuk disiplin menerapkan SOP, terutama dalam mencegah ceceran tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Karya Bakti TNI Sinarbentang: Pembangunan Jalan Sepanjang 750 Meter Resmi Berjalan Hari Ini

13 April 2026 - 17:38 WIB

Personil TNI dan tokoh masyarakat Desa Sinarbentang berpose bersama di depan gedung Posko Bakti TNI, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Spanduk bertuliskan "POSKO BAKTI TNI KODIM 0622/KAB. SUKABUMI" menegaskan kolaborasi ini. Di latar depan, jalan kerikil yang akan segera diaspal sepanjang 750 meter sudah dalam proses pengerjaan, dengan bercak aspal basah mulai terlihat, menandai dimulainya proyek.

Banjir Bandang Terjang Resort di Cisolok Sukabumi, Tiga Mobil Wisatawan Terseret Arus

12 April 2026 - 17:29 WIB

Rangkaian Dokumentasi Banjir Bandang di Cisolok, Sukabumi

Antusiasme Membeludak, Ratusan Bobotoh Padati Graha PERSIB Demi Jersey Kolaborasi Eksklusif Bersama Weekend Offender

9 April 2026 - 18:27 WIB

Suasana para Bobotoh saat memadati PERSIB Store di Graha PERSIB, Kota Bandung, Kamis (9/4/2026). Mereka rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan koleksi jersey edisi terbatas hasil kolaborasi PERSIB dan jenama streetwear Weekend Offender.

Puncak HPN 2026: Wabup Sukabumi Ajak Pers Kawal Pembangunan dan Tak Segan Beri Kritik

9 April 2026 - 18:18 WIB

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas saat memberikan sambutan dan arahan kepada insan pers pada acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 Tingkat Kabupaten Sukabumi di Halaman Kantor PWI, Kompleks GOR Cisaat, Kamis (9/4/2026). Dalam sambutannya, ia mengajak pers untuk terus mengawal pembangunan daerah.

Mengenal Fenomena “Al-Iblas”: Bahaya Keputusasaan Psikologis dan Solusi Mengatasinya dalam Islam

9 April 2026 - 18:07 WIB

Trending di Sukabumi