JENTERANEWS.com– Gema tetabuhan kendang pencak dan sorak-sorai penonton membahana di Gedung Juang 1945, Kota Sukabumi, menandai suksesnya penyelenggaraan Festival Pencak Silat Seni Disporapar Kota Sukabumi Cup I 2025. Digelar selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (22–23 Agustus 2025), ajang ini menjadi panggung adu gengsi sekaligus wadah pelestarian budaya bagi puluhan paguron dari Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Dalam kejuaraan perdana yang berlangsung sengit, Perguruan Silat (PS) Satria Panca Sakti berhasil keluar sebagai juara umum setelah menunjukkan dominasi dengan torehan medali yang mengesankan, yakni 40 emas, 19 perak, dan 14 perunggu.
Posisi kedua diraih oleh PS. SBD Macan Manglayang yang tampil gemilang dengan koleksi 18 medali emas, 13 perak, dan 25 perunggu. Sementara itu, PS. Pancha Bela mengamankan posisi juara ketiga dengan perolehan 8 emas, 11 perak, dan 8 perunggu.
Wakil Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat sekaligus penanggung jawab kegiatan, HM. Helmi Sutikno, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran dan antusiasme seluruh pihak yang terlibat.
“Alhamdulillah, kegiatan berjalan lancar tanpa kendala. Terima kasih atas dukungan semua pihak, baik moril maupun materil. Semoga Pencak Silat sebagai seni tradisi budaya Indonesia semakin jaya sepanjang masa,” ujar Helmi dalam keterangannya.
Apresiasi khusus juga mengalir bagi para peraih juara. Camat Surade, Kabupaten Sukabumi, Unang Suryana, secara langsung memberikan penghargaan kepada PS. SBD Macan Manglayang atas prestasinya sebagai juara kedua. Menurutnya, pencapaian ini adalah buah kerja keras seluruh elemen paguron.
“Saya mengapresiasi perjuangan seluruh tim, mulai dari pelatih, nayaga, orang tua, hingga para pendekar. Semoga pencapaian prestasi ini dapat memberi motivasi bagi generasi muda, khususnya di Surade, untuk terus semangat menjaga warisan budaya bangsa,” ungkap Unang, yang pada kesempatan tersebut juga menerima penghargaan sebagai pemerhati dan pelestari pencak silat dari IPSI Jawa Barat.
Sementara itu, pemerhati budaya Sukabumi yang akrab disapa Kuncir menilai, prestasi yang konsisten ditunjukkan oleh PS. SBD Macan Manglayang layak mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.
“Perguruan SBD sering meraih penghargaan di tingkat provinsi hingga nasional. Perjuangan mereka menjadi bukti nyata semangat melestarikan seni budaya Sunda, meneruskan amanah para budayawan untuk mengharumkan pencak silat di mata dunia internasional,” tukasnya.
Digelarnya Festival Pencak Silat Seni ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menguatkan eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) yang diakui dunia, sekaligus memupuk semangat generasi muda untuk bangga dan aktif menjaga identitas seni bela diri asli Indonesia. (*)
Editor : Mia















