Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 29 Jun 2025 17:48 WIB

Puncak Kekecewaan Warga, Rumah Tinggal di Cidahu Didemo Usai Tiga Kali Jadi Tempat Misa


					Ratusan warga Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, berkumpul di depan sebuah rumah tinggal yang diduga dialihfungsikan menjadi tempat ibadah, Jumat (27/6/2025). Aksi ini merupakan puncak kekecewaan warga setelah mediasi sebelumnya tidak diindahkan. Perbesar

Ratusan warga Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, berkumpul di depan sebuah rumah tinggal yang diduga dialihfungsikan menjadi tempat ibadah, Jumat (27/6/2025). Aksi ini merupakan puncak kekecewaan warga setelah mediasi sebelumnya tidak diindahkan.

JENTERANEWS.com – Ketegangan memuncak di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (27/06/2025) siang. Ratusan warga yang geram menggelar aksi unjuk rasa di depan sebuah rumah tinggal di Kampung Tangkil RT 04/01, yang mereka tuding telah dialihfungsikan menjadi tempat ibadah tanpa izin.

Aksi yang berlangsung spontan usai ibadah salat Jumat ini menjadi puncak dari keresahan warga yang telah lama terpendam. Mereka menuntut agar segala aktivitas di rumah tersebut dikembalikan sesuai peruntukannya sebagai hunian, bukan sebagai sarana peribadatan.

Menurut Ketua RT setempat, Hendra, kesabaran warga habis setelah rumah tersebut berulang kali digunakan untuk kegiatan misa yang mengundang jemaat dalam jumlah besar. “Ini sudah yang ketiga kalinya. Pernah satu waktu ada 23 mobil dan bahkan satu bus yang datang. Kami sudah pernah menegur dan dengan tegas menolak tempat ini dijadikan sarana peribadatan,” ungkapnya di lokasi.

Kekecewaan serupa disuarakan oleh Kepala Desa Tangkil, Ijang Sehabudin. Ia membeberkan bahwa upaya mediasi telah ditempuh jauh-jauh hari, namun tidak membuahkan hasil. Pihak pemilik dan pengelola rumah seolah tidak mengindahkan aspirasi warga.

“Legalitasnya jelas, ini untuk rumah singgah atau tempat tinggal. Kenyataannya dipakai untuk ibadah. Masyarakat akhirnya bergerak sendiri karena merasa tidak dihargai,” ujar Ijang.

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kapolsek, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cidahu telah berupaya meredam potensi konflik sejak tiga minggu lalu. “Kami sudah minta pemilik untuk tidak lagi mengadakan kegiatan di sana. Tapi mungkin karena keresahan warga sudah memuncak, aksi hari ini tidak bisa lagi dihindari,” tuturnya.

Merespons eskalasi di tengah masyarakat, jajaran Polsek Cidahu segera turun ke lokasi untuk melakukan klarifikasi dan mediasi. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Cidahu, AKP Endang Slamet, proses dialog digelar untuk mendinginkan suasana.

“Tujuan utama kami adalah memastikan rumah singgah ini digunakan sesuai peruntukannya. Jangan sampai dijadikan tempat ibadah karena terbukti dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat,” tegas AKP Endang Slamet.

Dari hasil klarifikasi, diketahui rumah tersebut adalah milik seorang warga DKI Jakarta, Maria Veronica Nina, dan dikelola oleh adiknya, Wedi, bersama Jongky dan istri.

Di hadapan aparat dan perwakilan warga, Wedi selaku pengelola akhirnya menyatakan komitmennya. Ia berjanji tidak akan lagi menyelenggarakan kegiatan ibadah di lokasi tersebut dan akan selalu berkoordinasi dengan lingkungan serta pemerintah setempat sebelum mengadakan kegiatan apa pun di masa mendatang.

Sebagai langkah penguatan, MUI Kecamatan Cidahu juga akan menerbitkan surat imbauan tertulis untuk mencegah terulangnya penyalahgunaan fungsi bangunan di kemudian hari.

Kapolsek memastikan bahwa pihaknya bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), MUI, dan Pemerintah Desa akan terus memonitor secara ketat aktivitas di rumah tersebut.

“Situasi seperti ini sangat sensitif. Oleh karena itu, kami pastikan semua pihak bersinergi untuk menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemilik maupun pengelola rumah belum memberikan keterangan resmi kepada awak media. Aksi warga yang berlangsung sejak pukul 10.35 WIB tersebut berakhir dengan kondusif sekitar pukul 11.30 WIB setelah adanya titik temu yang dimediasi oleh aparat kepolisian.(*)

 


Reporter: Awang

Redaktur: Hamjah


 


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 195 kali

Baca Lainnya

Pemkab Sukabumi Siapkan Perpanjangan Kontrak PPPK Paruh Waktu, Evaluasi Kinerja Jadi Syarat Utama

21 September 2026 - 20:18 WIB

Kepala BKPSDM Kabupaten Sukabumi, Ganjar Anugrah, memberikan penjelasan terkait persiapan perpanjangan perjanjian kerja bagi PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkab Sukabumi. Ganjar menegaskan bahwa hasil evaluasi kinerja akan menjadi syarat utama dalam penentuan keberlanjutan masa kontrak para pegawai.

Sekda Sukabumi Terima Tim Terpadu PPTPKH Jabar, Siap Dampingi Penelitian Lapangan Lahan Hutan

21 September 2026 - 16:28 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat memberikan sambutan dan penjelasan dalam penerimaan Tim Terpadu PPTPKH Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, Ade menegaskan komitmen Pemkab Sukabumi untuk memberikan pendampingan penuh selama proses verifikasi lapangan guna memastikan kepastian status lahan bagi masyarakat.

Upaya Wujudkan Birokrasi Bebas Narkoba, Disdik Sukabumi Gandeng BNN Gelar Tes Urine

21 September 2026 - 16:21 WIB

Petugas BNN Kabupaten Sukabumi bersama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi memeriksa sampel tes urine pegawai saat kegiatan deteksi dini penyalahgunaan narkotika di Cikembar, Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Polsek Kalapanunggal Intensifkan Pencarian Pelajar SMA yang Dilaporkan Hilang

21 September 2026 - 15:48 WIB

Kapolsek Kalapanunggal, IPTU Aah Saepul Rohman (kanan), saat melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman orang tua Riana Pratiwi di Kampung Kadudampit, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/9/2026).

Diduga Terlindas Truk Tabrak Lari di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi, Pemotor Alami Luka pada Kaki

21 September 2026 - 14:57 WIB

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota menandai lokasi terjadinya kecelakaan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Senin (21/9/2026). Peristiwa tersebut melibatkan sebuah sepeda motor dan truk tak dikenal yang melarikan diri usai insiden.

Disdik Kabupaten Sukabumi Perkuat Pembinaan PAUD dan Akurasi Dapodik di Wilayah Dapil VI

21 September 2026 - 08:34 WIB

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena bersama jajaran pejabat Disdik, penilik, pengawas, serta pengelola lembaga PAUD dan PNF se-Dapil VI berfoto bersama pada Rapat Koordinasi Pembinaan di kawasan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Minggu (20/9/2026).
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca