Menu

Mode Gelap

Bencana · 19 Mar 2025 17:28 WIB

Pungli Rp100 Ribu Gegerkan Jembatan Bojong Kopo, Aparat Bertindak!


					Aparat gabungan dari Babinsa, Babinkamtibmas, Polantas, dan Samapta Polres Sukabumi turun langsung ke Jembatan Bojong Kopo untuk menindaklanjuti laporan pungli, (19/03/2025). Perbesar

Aparat gabungan dari Babinsa, Babinkamtibmas, Polantas, dan Samapta Polres Sukabumi turun langsung ke Jembatan Bojong Kopo untuk menindaklanjuti laporan pungli, (19/03/2025).

JENTERANEWS.com – Jembatan Bojong Kopo, yang seharusnya menjadi simbol harapan dan konektivitas, kini berubah menjadi panggung keresahan. Laporan dugaan pungutan liar (pungli) sebesar Rp100.000 per mobil mengguncang media sosial, memicu kemarahan warganet dan memaksa aparat gabungan turun tangan.

“Kami merasa tercekik. Di tengah kesulitan akibat bencana, masih ada oknum yang tega memanfaatkan situasi,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tim gabungan dari Babinsa Loji, Babinkamtibmas Loji, Polantas Polres Sukabumi, dan Samapta Polres Sukabumi bergerak cepat. Dipimpin oleh Serda Cecep dan Bripka Ari Januar, mereka menyisir lokasi, berdialog dengan warga, dan mengumpulkan bukti.

“Pungli ini terjadi saat petugas lengah, terutama menjelang berbuka puasa dan malam hari,” jelas Serda Cecep. “Kami tidak akan mentolerir tindakan ini.”

Pungli ini bukan sekadar masalah uang. Lebih dari itu, ini adalah pukulan bagi rasa keadilan dan solidaritas warga. Di tengah upaya pemulihan pascabencana, tindakan oknum tak bertanggung jawab ini menggerus kepercayaan masyarakat.

“Kami sudah kesulitan mencari nafkah karena jembatan rusak. Pungli ini menambah beban kami,” keluh seorang sopir angkot.

Kapolres Sukabumi menegaskan komitmennya untuk memberantas pungli. “Kami akan tindak tegas pelaku. Masyarakat jangan takut melapor, sertakan bukti foto atau video,” tegasnya.

Selain penindakan, pembatasan kendaraan roda empat tetap diberlakukan demi keselamatan. Hanya kendaraan darurat yang diizinkan melintas.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami mohon pengertian dan kesabaran warga,” imbuh Kapolres.

Kisah Jembatan Bojong Kopo ini menjadi cermin bagi kita semua. Di tengah kesulitan, masih ada oknum yang tega mencari keuntungan pribadi. Namun, di sisi lain, ada aparat yang sigap dan warga yang peduli.

Mari kita jaga solidaritas, laporkan setiap tindakan pungli, dan bersama-sama membangun kembali Jembatan Bojong Kopo, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial.(*)

Kontributor: Mardi


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 109 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.

BUMDes Sinarbentang Perluas Jaringan PAM Hingga ke Desa Tetangga

19 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca