Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 23 Apr 2025 16:25 WIB

RAIH PREDIKAT ‘SANGAT BAIK’ KATEGORI A IRB, Bapenda Kabupaten Sukabumi Targetkan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan


					Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri (Bima), menunjukkan piagam penghargaan atas raihan Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) perangkat daerah tahun 2024 dengan predikat 'Sangat Baik' Kategori A. Perbesar

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri (Bima), menunjukkan piagam penghargaan atas raihan Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) perangkat daerah tahun 2024 dengan predikat 'Sangat Baik' Kategori A.

JENTERANEWS.com – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sukabumi menorehkan prestasi gemilang dengan meraih predikat ‘Sangat Baik’ Kategori A dalam Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) perangkat daerah tahun 2024. Capaian membanggakan ini ditandai dengan perolehan nilai 82,85, sebuah hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB).

Piagam penghargaan atas raihan prestisius ini diserahkan langsung oleh Bupati Sukabumi kepada Bapenda. Kepala Bapenda Kabupaten Sukabumi, Herdy Somantri, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut usai mengikuti rapat dinas bulanan di aula sekretariat daerah kabupaten Sukabumi pada Rabu (23/4/2025).

“Alhamdulillah Bapenda Kabupaten Sukabumi mendapat piagam penghargaan dari Bupati Sukabumi atas raihan Indeks Reformasi Birokrasi perangkat daerah tahun 2024, dengan Nilai 82,85, sehingga Bapenda diberi predikat sangat baik dengan kategori A,” ujar Herdy Somantri, yang akrab disapa Bima.

Menurut Bima, prestasi ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan bukti dari upaya perbaikan tata kelola pemerintahan di lingkup Bapenda. Ia menjelaskan bahwa tujuan utama penilaian IRB perangkat daerah adalah untuk mengukur dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat daerah.

“IRB ini digunakan sebagai instrumen untuk menilai seberapa jauh perbaikan tata kelola pemerintahan telah dilaksanakan, yang meliputi peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat daerah, termasuk peningkatan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas,” jelas Bima.

Lebih lanjut, Bima menambahkan bahwa evaluasi IRB juga mengukur keberhasilan reformasi birokrasi dalam memberikan dampak positif pada kinerja pemerintah daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, menilai penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta mengevaluasi kinerja organisasi secara keseluruhan, termasuk sumber daya manusia, proses bisnis, dan penataan organisasi.

Evaluasi IRB tahun 2024 sendiri berfokus pada perbaikan tata kelola pemerintahan dan penyelesaian isu-isu tematik strategis, dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas pelayanan publik dan akuntabilitas pemerintahan di seluruh Indonesia. Kementerian PANRB berperan sentral sebagai koordinator pelaksana reformasi birokrasi, mendorong kementerian/lembaga untuk turut mendampingi pemerintah daerah prioritas.

Hasil evaluasi IRB ini tidak hanya menjadi tolok ukur capaian, tetapi juga dasar pemberian penghargaan atau sanksi serta masukan berharga untuk penyusunan rencana aksi reformasi birokrasi di masa mendatang.

Meraih predikat ‘Sangat Baik’ Kategori A dengan nilai 82,85, Bima berharap hasil evaluasi ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh jajaran Bapenda Kabupaten Sukabumi.

“Bima berharap ini menjadi motivasi bagi Bapenda untuk terus meningkatkan kualitas kinerjanya dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” pungkasnya, menegaskan komitmen Bapenda Kabupaten Sukabumi untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pelayanan publik.(*)

Laporan: Awang

Editor: Hamjah

Artikel ini telah dibaca 45 kali

Baca Lainnya

Pemuda Pakidulan Sagaranten Sediakan Kuota Khitanan Massal Gratis untuk 99 Anak di Sagaranten

9 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Gagal Kuasai Kendaraan di Tikungan, Pemotor Maut Usai Tabrak Mobil Sampah di Cikembar Sukabumi

9 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Petugas Gakkum Satlantas Polres Sukabumi sedang membuat tanda kapur di permukaan aspal untuk menandai posisi korban dan titik benturan selama proses olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) kecelakaan maut di Jalan Raya Perintis Kemerdekaan, Kampung Ciangsana, Cikembar, Sukabumi, Minggu (9/8/2026). Tanda lingkaran dengan silang digunakan untuk menandai posisi kepala korban. Di latar belakang, tampak van putih kepolisian dan truk sampah kuning yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Api Belum Padam, 18 Hektare Lahan Perhutani di Jampangtengah Sukabumi Hangus Terbakar

9 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Petugas gabungan dari Kepolisian, BPBD Kabupaten Sukabumi, dan relawan Tagana melakukan pemantauan dan asesmen di lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda area Perum Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi. Kobaran api terlihat masih belum berhasil dipadamkan dan terus melalap lahan kosong bekas tebangan. Sekitar 18 hektare lahan dilaporkan telah hangus dalam insiden ini.

Kebakaran Lahan Seluas 1,5 Hektare Landa Desa Mekarsakti Sukabumi, Api Berhasil Dipadamkan

9 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Petugas gabungan dan unit Damkar berupaya memadamkan kebakaran lahan alang-alang di Kampung Cikuray, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Selasa (8/8/2026) malam. Api seluas 1,5 hektare berhasil dipadamkan total pukul 20:15 WIB setelah sempat mengancam pemukiman warga.

Diduga Korban Penipuan Tenaga Kerja, 15 Warga Sukabumi Terlantar di Kota Tarakan

9 Agustus 2026 - 10:47 WIB

Sejumlah perantau asal Sukabumi, Jawa Barat, yang terlantar di Tarakan tampak merapikan barang bawaan mereka di fasilitas shelter Dinas Sosial (DSPM) Kota Tarakan. Aktivitas ini dilakukan sebagai persiapan pemulangan mereka ke daerah asal, Jumat (7/8).

Bisa Dicungkil Tangan Kosong: Potret Buruk Pengawasan Proyek Infrastruktur di Kabupaten Sukabumi

8 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Warga Jampangtengah, Sukabumi, mengeluhkan kualitas aspal jalan kabupaten yang rapuh dan bisa dicungkil dengan tangan, seperti yang ditunjukkan dalam rekaman video yang viral
Trending di Sukabumi