Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 8 Feb 2026 15:59 WIB

Ramadan 1447 H, BGN Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Terus Berlanjut: Terapkan 4 Mekanisme Khusus


					Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan keterangan pers terkait mekanisme program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026). Perbesar

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan keterangan pers terkait mekanisme program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan 1447 H di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

JENTERANEWS.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan 1447 H yang jatuh pada tahun 2026 M. Meskipun terdapat perubahan pola konsumsi masyarakat selama bulan puasa, BGN memastikan rantai pasok gizi bagi penerima manfaat tidak akan terputus.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang strategi adaptif untuk menyiasati tantangan distribusi selama bulan puasa. Ditemui di sela-sela kegiatannya di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026), Dadan memaparkan empat mekanisme distribusi utama yang telah disiapkan.

“Untuk Ramadan, Makan Bergizi (Gratis) akan tetap berlanjut. Jadi ada empat mekanisme yang akan kita kembangkan agar pemenuhan gizi nasional tidak terhenti,” ujar Dadan kepada awak media.

Prioritas Kelompok Rentan: Jadwal Tetap Normal

Dadan menekankan bahwa intervensi gizi bagi kelompok prioritas—yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah lima tahun (balita)—menjadi perhatian utama. BGN memutuskan untuk tidak melakukan pergeseran waktu maupun perubahan skema bagi kelompok ini.

Langkah ini diambil demi memastikan upaya pencegahan stunting dan kesehatan ibu tetap terjaga optimal, tanpa terganggu oleh perubahan ritme bulan Ramadan.

“Untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, [jadwalnya] juga normal seperti hari-hari biasa,” tegas akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut.

Penyesuaian Fleksibel di Sektor Pendidikan

Sementara itu, bagi penerima manfaat di sektor pendidikan, BGN menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel dengan menyesuaikan kondisi sosiologis wilayah dan jenis institusi pendidikan.

  1. Wilayah Mayoritas Berpuasa (Siswa Sekolah Umum):

    Di daerah yang mayoritas siswanya menjalankan ibadah puasa, distribusi makanan tetap dilakukan ke sekolah. Namun, BGN melakukan penyesuaian teknis pada jenis menu. Makanan yang disiapkan adalah jenis yang lebih tahan lama (durable), sehingga aman untuk dibawa pulang oleh siswa dan dikonsumsi saat waktu berbuka puasa di rumah masing-masing.

  2. Wilayah Mayoritas Tidak Berpuasa:

    Di daerah dengan demografi mayoritas penduduk yang tidak menjalankan ibadah puasa, layanan MBG akan tetap berjalan normal dengan jadwal konsumsi makan siang di sekolah seperti biasa.

  3. Lingkungan Pesantren:

    Khusus untuk institusi pendidikan berbasis asrama seperti Pesantren, jadwal makan akan digeser sepenuhnya ke waktu berbuka puasa. Kebijakan ini dinilai efisien mengingat dapur layanan gizi umumnya berada dalam satu kawasan atau berdekatan dengan asrama tempat tinggal para santri.

Matangkan Teknis Pelaksanaan

Menutup keterangannya, Dadan menyatakan bahwa saat ini seluruh detail teknis pelaksanaan terus dimatangkan oleh tim BGN. Fokus utamanya adalah memastikan masa transisi jadwal selama Ramadan berjalan mulus tanpa mengurangi kualitas gizi yang diterima masyarakat.

“Intinya, penyesuaian ini dilakukan agar program tetap berjalan efektif dan sasaran penerima manfaat yang telah ditetapkan pemerintah tetap terlayani dengan baik,” pungkasnya.


Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Tiga Rumah di Cikidang Rusak Akibat Hujan Lebat Tengah Malam, Warga Menanti Bantuan Material

6 Maret 2026 - 20:29 WIB

Warga di Kampung Ciburial, Desa Cijambe, Kecamatan Cikidang, menatap dengan penuh kesedihan gundukan tanah liat yang menjebol dinding dan memenuhi ruang tamu rumah mereka. Pemandangan pilu ini menunjukkan skala kerusakan parah yang sebenarnya setelah hujan lebat, memperjelas mengapa bantuan mendesak, terutama alat bangunan, sangat dibutuhkan oleh para korban terdampak.

Sahkan Perda Baru, Pemkot Sukabumi Berpacu Tangani 160 Hektare Kawasan Kumuh Tersisa

6 Maret 2026 - 20:17 WIB

Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono, saat memaparkan strategi pemerintah daerah dalam menuntaskan 160 hektare sisa kawasan kumuh di Kota Sukabumi.

Diterjang Hujan Deras, Tembok Penahan Tanah di Cikembar Ambruk Menimpa Rumah Warga

6 Maret 2026 - 20:07 WIB

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) BPBD Kabupaten Sukabumi (berseragam oranye) dan personel Bhabinkamtibmas (anggota polisi) serta warga setempat bersinergi melakukan pembersihan dahan pohon dan puing-puing di lokasi bencana di Perumahan Rina Residence, Kampung Ciseupan, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar.

Tinjau Pendidikan Inklusif dan Modern di Sukabumi, Wabup Dampingi Wamendikdasmen Sambangi SDN 01 dan SRMP 7

6 Maret 2026 - 19:55 WIB

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, menyerahkan bantuan perlengkapan belajar berupa tas kepada salah seorang siswa saat meninjau kegiatan belajar mengajar di Sukabumi, Jumat (6/3/2026).

Hujan Deras Picu Longsor di Nyalindung Sukabumi, Sebagian Bahu Jalan Provinsi Tertutup Material

6 Maret 2026 - 19:43 WIB

Kondisi longsor tebing di Kampung Cipulus, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat pagi (6/3/2026). Material tanah dan vegetasi terlihat runtuh menutupi sebagian bahu jalan provinsi akibat curah hujan tinggi. Petugas gabungan kini tengah berupaya melakukan pengerukan dan pembersihan lokasi.

Tanggap Darurat Pergerakan Tanah Bantargadung: Kapolres Sukabumi Salurkan Bantuan dan Kaji Opsi Relokasi

5 Maret 2026 - 22:01 WIB

Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Samian, S.H., S.I.K., M.Si. (tengah, dengan selempang kuning) bersama jajaran Pejabat Utama Polres Sukabumi secara simbolis memasang garis polisi (police line) di salah satu titik pergerakan tanah di Kampung Cijambe, Desa Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/3/2026).
Trending di Sukabumi