JENTERANEWS.com – Satu rumah Kampung Pamoyanan Rt 02 Rw 03 Desa Mekartanjung , Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi,tiba-tiba ambruk. Diduga rumah itu ambruk gegara gempa M4,5, pada titik koordinat 7,64 derajat Lintang Selatan dan 106,91 derajat Bujur Timur.
Apong, tetangga korban mengatakan, kejadian gempa yang mengakibatkan ambruknya rumah tersebut terjadi pada Kamis dinihari 8 Februari 2024, sekira pukul 01.31 WIB, dini hari.
“Rumah panggung yang Ambruk tersebut milik warga atas nama Asep Bubun (45). dihuni oleh 3 jiwa, Kerusakan rumah pada bagian depan,” kata Apong.
Saat kejadian para penghuni sedang tertidur di ruangan belakang, mereka terbangun karena mendengar suara gemuruh dan rumahnya itu terasa bergoyang.
“Sontak Asep Bubun, dan keluarganya keluar dari rumahnya. Dia melihat bangunan rumah bagian depannya ambruk,”
Menurut Apong, Selain ambruk karena getaran gempa, juga memang dari hasil pantauan dilokasi ada salah satu tiang rumah yang terbuat dari kayu itu kondisinya sudah lapuk.
“Pada saat terjadi gempa tiang rumah itu tidak kuat menahan hingga tiang tersebut patah patah yang menyebabkan rumah tersebut ambruk,” paparnya
Apong, memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun pemilik rumah untuk sementara ini tidak bisa menempati rumahnya karena harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu.
“Jadi untuk saat ini pemilik rumah diungsikan ke rumah kerabatnya, tapi dia selamat sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini meski rumahnya ambruk,” ucap Apong.
Dari hasil analisa BMKG, sumber gempa M4,5 itu berada di laut, sekitar 80 kilometer arah barat daya dari pusat Kota Sukabumi. Lokasi pusat sumber gempa atau episenter pada titik koordinat 7,64 derajat Lintang Selatan dan 106,91 derajat Bujur Timur.
Sumber gempa menurut Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Hartanto tergolong dangkal yaitu di kedalaman 29 kilometer. “Gempa akibat aktivitas sesar bawah laut,” katanya lewat keterangan tertulis, Kamis dinihari 8 Februari 2024. (*)















