JENTERANEWS.com – Halaman Posramil Purabaya pada Sabtu (17/5/2025) menjadi saksi bisu solidaritas dan semangat melestarikan warisan budaya bangsa terlihat jelas dalam acara Latihan Bersama Pencak Silat yang digelar di Kecamatan Purabaya. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Purabaya ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antar perguruan dan padepokan pencak silat di wilayah tersebut.

Suasana Latihan Bersama Pencak Silat di Purabaya, Sabtu (17/5/2025), yang dihadiri Forkopimcam sebagai wujud pelestarian seni tradisional.
Suasana keakraban terasa begitu hangat saat para pesilat dari berbagai aliran berkumpul dan berbagi teknik di bawah langit pagi Purabaya. Turut hadir dalam acara tersebut, Komandan Rayon Militer (Koramil) Jampang Tengah, Kapten Infanteri Budi HP. Dalam sambutannya, beliau dengan penuh semangat menyampaikan bahwa pencak silat bukan sekadar seni bela diri, melainkan juga akar budaya Sunda yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan untuk menjaga kelestarian pencak silat,” tutur Kapten Infanteri Budi HP. Beliau juga menekankan kebanggaannya terhadap kekayaan budaya Indonesia, di mana pencak silat, taekwondo, dan karate menjadi identitas bangsa yang patut disyukuri dan dijaga bersama.
Senada dengan hal tersebut, Kapolsek Purabaya, Inspektur Polisi Satu (IPTU) Ruskan Hermawan, dan Camat Purabaya, Sri Yuliani S.I.P, M.Si.,, turut menyampaikan apresiasi dan ajakan kepada seluruh warga Kecamatan Purabaya untuk terus memelihara warisan budaya yang luhur ini. Kehadiran dan dukungan penuh dari unsur pimpinan kecamatan ini semakin menambah semangat para peserta latihan.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Purabaya, Asep Budiyansah, dalam sambutannya mengajak seluruh tokoh paguron dan padepokan pencak silat yang ada di Purabaya untuk bersinergi dalam menjaga seni dan budaya pencak silat. Beliau menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya latihan bersama di ruang terbuka Posramil Purabaya, yang sebelumnya rutin diadakan di aula SMK Purabaya. Asep Budiyansah juga menyampaikan harapan agar kegiatan rutin yang biasanya diadakan setahun sekali dapat ditingkatkan menjadi minimal empat bulan sekali.
Danposramil Purabaya, Pembantu Letnan Satu (PELTU) Kosasih, dalam penyampaiannya menggarisbawahi bahwa pencak silat bukan hanya sekadar seni bela diri tradisional, tetapi juga mengandung nilai budaya dan manfaat yang sangat besar. “Selain sebagai wadah untuk mengembangkan potensi dan bakat, pencak silat juga dapat menjadi sarana untuk menjaga ketenangan dan kebersamaan dalam bermasyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, PELTU Kosasih menyampaikan apresiasinya terhadap semangat positif dan kepedulian yang ditunjukkan dalam kegiatan ini. Beliau berharap acara ini dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak, terutama generasi muda, untuk terus mengembangkan potensi dan bakat dalam pencak silat serta menjaga nama baik perguruan masing-masing.
Kegiatan Latihan Bersama Pencak Silat di Purabaya ini menjadi bukti nyata komitmen berbagai pihak dalam melestarikan dan mengembangkan seni bela diri tradisional Indonesia. Semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya Sunda yang terpancar dari acara ini diharapkan dapat terus menggelora dan menginspirasi generasi penerus untuk menjaga warisan leluhur.(*)
[Laporan: Mardi | Editor: Hamjah]















