JENTERANEWS.com – Kepulan asap hitam membubung di atas birunya langit Pantai Palangpang, salah satu ikon Geopark Ciletuh, Sukabumi, pada Jumat (25/7/2025) pagi. Sebuah warung semi permanen di Kampung Palangpang RT 01/11, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, ludes dilalap si jago merah, menyisakan puing dan kerugian materi yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Peristiwa naas yang menimpa warung milik Yudi, seorang warga setempat, ini terjadi sekira pukul 07.00 WIB. Pagi yang seharusnya diisi dengan geliat aktivitas wisata, berubah menjadi kepanikan saat api mulai berkobar. Dugaan kuat, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi saat Yudi dan keluarganya memulai aktivitas pagi di warung yang menjadi tumpuan hidup mereka.
“Api dengan cepat sekali membesar. Bangunan warungnya kan semi permanen, banyak material yang mudah terbakar seperti kayu dan bambu,” ujar salah seorang saksi mata di lokasi kejadian. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut sontak berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kecepatan si jago merah tak tertandingi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Namun, seluruh bangunan beserta isinya tak dapat diselamatkan. Kerugian material yang diderita Yudi diperkirakan mencapai Rp 75 juta, sebuah pukulan telak bagi pengusaha kecil di kawasan wisata andalan Sukabumi ini.
Tragedi ini segera mendapat respons cepat dari berbagai pihak. Aparat Kecamatan Ciemas, dipimpin langsung oleh Camat, berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pemerintah Desa Ciwaru, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan penanganan darurat.
Tim dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Taruna Siaga Bencana (Tagana), relawan desa, hingga Palang Merah Indonesia (PMI) tingkat kecamatan turut terjun ke lokasi. Kehadiran mereka tidak hanya untuk memadamkan sisa api dan mengamankan lokasi, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
“Kami langsung berkoordinasi untuk memastikan langkah-langkah penanganan pascakebakaran berjalan efektif. Prioritas utama adalah membantu korban dan memastikan situasi kembali kondusif,” tegas seorang perwakilan dari Kecamatan Ciemas.
Pemandangan gotong royong pun tersaji di tengah musibah. Warga setempat bahu-membahu bersama pemilik warung membersihkan sisa-sisa material bangunan yang hangus terbakar. Puing-puing diangkat, menandai harapan untuk dapat segera membangun kembali usaha yang telah menjadi bagian dari denyut nadi pariwisata Pantai Palangpang.
Kini, keluarga Yudi sangat membutuhkan uluran tangan. Kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah bahan material bangunan untuk dapat kembali mendirikan warung mereka. Selain itu, bantuan berupa sembako juga sangat diharapkan untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari pasca-musibah. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik, terutama di kawasan padat aktivitas seperti area wisata.(*)
Reporter: Rudi
Redaktur: Mia















