Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 13 Apr 2026 19:14 WIB

Soroti Dampak Proyek Tol Bocimi, DPRD Kabupaten Sukabumi Desak Kontraktor Tertib SOP Pengangkutan Tanah


					Aktivitas pengangkutan material tanah di area terbuka proyek Tol Bocimi di bawah jembatan overpass yang sedang dibangun. Lokasi seperti inilah yang menjadi fokus pengawasan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang mengingatkan pelaksana proyek untuk disiplin menerapkan SOP, terutama dalam mencegah ceceran tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan. Perbesar

Aktivitas pengangkutan material tanah di area terbuka proyek Tol Bocimi di bawah jembatan overpass yang sedang dibangun. Lokasi seperti inilah yang menjadi fokus pengawasan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang mengingatkan pelaksana proyek untuk disiplin menerapkan SOP, terutama dalam mencegah ceceran tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan.

JENTERANEWS.com — Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi melayangkan peringatan tegas kepada pelaksana proyek pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Lembaga legislatif tersebut mendesak pihak kontraktor untuk disiplin menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya terkait mobilitas kendaraan pengangkut material tanah yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, menyatakan bahwa pihaknya terus memperketat fungsi pengawasan terhadap jalannya proyek strategis tersebut. Langkah ini diambil dewan guna merespons potensi gangguan lalu lintas dan risiko kecelakaan yang ditimbulkan oleh aktivitas alat berat di lapangan.

“Kami sudah ingatkan supaya muatan truk tidak melebihi kapasitas dan wajib ditutup menggunakan terpal sesuai SOP. Ini sangat penting agar material tanah tidak berjatuhan di jalan raya,” tegas Iwan saat memberikan keterangan resmi, Senin (13/4/2026).

Ancaman keselamatan lalu lintas, lanjut Iwan, menjadi sorotan utama para wakil rakyat. Ia mendesak pihak pelaksana proyek untuk menyiagakan personel khusus guna membersihkan ceceran material proyek. Menurutnya, hal ini krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama saat cuaca buruk.

“Harus ada petugas yang sigap di lapangan untuk membersihkan jalan. Kalau hujan, ceceran tanah liat itu bisa menjadi sangat licin dan berbahaya bagi pengendara yang melintas,” urainya.

Selain masalah ceceran tanah, Komisi I juga menyoroti polusi debu yang mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan di sekitar area proyek. Meskipun hal tersebut diakui sebagai tantangan teknis di lapangan, Iwan menginstruksikan agar langkah penanganan seperti penyiraman jalan dilakukan secara rutin sesuai regulasi.

Ketegasan fungsi kontrol DPRD ini sejalan dengan langkah pengawasan yang telah mereka lakukan sebelumnya. Menjelang Hari Raya Idul Fitri lalu, dewan sempat memanggil secara resmi pihak pelaksana proyek Tol Bocimi untuk menuntut pertanggungjawaban atas kerusakan jalan di sejumlah titik akibat kendaraan proyek.

“Waktu itu kami sudah panggil dan meminta komitmen mereka. Alhamdulillah, perbaikan sementara di ruas Cibadak hingga Nagrak sudah dilaksanakan sesuai dengan janji yang disepakati,” ungkap Iwan.

Ke depannya, DPRD Kabupaten Sukabumi memastikan akan terus mengawal jalannya proyek Tol Bocimi hingga tuntas. Iwan menyebutkan, pengawasan ketat ini bertujuan agar pembangunan berjalan lancar tanpa mengorbankan kepentingan publik. Kendati demikian, ia juga mengapresiasi sikap pelaksana proyek yang dinilai cukup kooperatif dan terbuka menerima kritik serta saran evaluasi dari DPRD.(*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Diterjang Cuaca Ekstrem, Rumah Warga Cidadap Sukabumi Roboh

25 Mei 2026 - 18:29 WIB

Konstruksi rumah panggung berukuran 4x8 meter di Kampung Cibadak, RT 004/002, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, tampak roboh pada bagian panggung dan atap setelah diguyur hujan deras pada Senin (25/5/2026) dini hari. Kerusakan total ini memperlihatkan anyaman bambu di dinding dan puing-puing konstruksi yang berserakan. (Foto: Dokumen P2BK Cidadap / BPBD Kabupaten Sukabumi)

Hujan Deras 8 Jam, Luapan Sungai Cikaso Putus Akses Jalan dan Rendam Rumah Warga di Sagaranten

25 Mei 2026 - 10:17 WIB

Petugas gabungan dari Polsek Sagaranten dan petugas penanggulangan bencana (P2BK/BPBD) bersiaga memantau kondisi ruas Jalan Raya Sagaranten - Cidolog di Desa Curugluhur yang terputus akibat luapan Sungai Cikaso, Senin (25/5/2026). Luapan air sempat mencapai ketinggian 1,5 meter dan melumpuhkan arus lalu lintas kendaraan. (Foto: Dok. P2BK Sagaranten)

Hujan Deras Guyur Sukabumi, Bendungan Irigasi di Curugkembar Jebol dan Ancam 30 Hektare Sawah

25 Mei 2026 - 06:51 WIB

kerusakan berat pada bendungan irigasi di Jalan Pasir Kadu, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur ini roboh dan terbawa arus air sungai yang meluap setelah hujan lebat, mengancam 30 hektare lahan pertanian warga.

Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Nagrak Sukabumi, Warga Sigap Gotong Royong

24 Mei 2026 - 22:19 WIB

Kondisi darurat di Kampung Kebonkai, Sukabumi, Minggu malam (24/5/2026). Tampak timbunan tanah dan puing setinggi tebing di sisi kanan, menutupi akses jalan gang utama setelah longsor melanda akibat hujan deras terus menerus. Seorang warga atau petugas berjas hujan (kiri) terlihat di dekat lokasi kejadian.

Banjir dan Longsor Landa Simpenan Sukabumi Usai Diguyur Hujan Deras

24 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pemandangan memprihatinkan di ruas jalan desa menuju Kampung Ciporekat, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu sore (24/5/2026). Air berlumpur berwarna cokelat yang mengalir deras menggerus aspal jalan akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan parah pada permukaan jalan, mempersulit akses transportasi utama warga. (Dok. P2BK SIMPENAN / Pusdalops PB BPBD Kab. Sukabumi)

Hujan Deras Picu Longsor di Ciambar Sukabumi, Dua Motor Tertimbun dan Tiga Rumah Terancam

24 Mei 2026 - 19:20 WIB

Kondisi Pasca Longsor Tebing di Kampung Cipeumutih, Desa Munjul. Pemandangan lereng tanah yang terjal dan labil di lokasi longsor tebing di Kampung Cipeumutih, RT 01/07, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Gambar ini menunjukkan besarnya material longsoran yang ambruk setelah hujan deras pada Minggu (24/5/2026) sore, menimbun pekarangan di bawahnya. Longsoran tebing pekarangan setinggi 10 meter milik Bapak Aap ini menimpa pagar dan dua unit sepeda motor milik warga yang masih tertimbun material yang terlihat labil. [Visual/Dok. P2BK Ciambar - BPBD Kabupaten Sukabumi]
Trending di Sukabumi