JENTERANEWS.com – Warga Kampung Kebon Kalapa, RT 04 RW 02, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digegerkan oleh peristiwa keracunan massal pada Selasa (24/12/2024) malam. Belasan warga dilarikan ke pusat kesehatan setelah menyantap jamur hutan yang dipungut oleh salah seorang warga.
Peristiwa bermula ketika Emo (40), seorang warga yang sehari-harinya beraktivitas di hutan, menemukan sejumlah jamur yang belum diketahui jenisnya. Jamur tersebut dikumpulkan hingga mencapai sekitar satu ember. Setibanya di rumah, Emo membagikan jamur temuannya kepada keluarga dan tetangga dalam kondisi mentah. Warga kemudian mengolah dan mengonsumsi jamur tersebut di rumah masing-masing.
Sekitar pukul 18.30 WIB, sejumlah warga mulai merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah, dan pusing. Mereka berbondong-bondong mendatangi puskesmas pembantu (pustu) di Desa Limusnunggal untuk mendapatkan pertolongan medis.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, menjelaskan bahwa total terdapat 15 orang yang ditangani tim medis akibat diduga keracunan jamur. Tujuh orang di antaranya dirujuk ke RSUD Palabuhanratu untuk penanganan lebih lanjut, sementara delapan orang lainnya masih menjalani observasi di pustu.
“Warga merasakan gejala mual muntah dan pusing. Mereka semua datang ke puskesmas pembantu yang ada di Desa Limusnunggal, dan pemerintah desa Limusnunggal mencari dan menggali gejala keracunan, dan mungkin gejala tersebut setelah makan sayur jamur tersebut,” ujar Sihabudin.
Hingga saat ini, jenis jamur yang menyebabkan keracunan masih belum diketahui. Tim medis dari Puskesmas Bantargadung masih bersiaga di pustu untuk mengantisipasi adanya korban susulan atau warga yang baru merasakan gejala setelah mengonsumsi jamur tersebut.
Pihak berwenang masih terus menyelidiki kasus keracunan massal ini dan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam mengonsumsi jamur liar yang belum teridentifikasi jenis dan keamanannya.(*)
Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















