Menu ✖

Mode Gelap

Ekonomi · 12 Mar 2025 10:01 WIB

Sukabumi Gawat Darurat Geng Motor, Wali Kota Ayep Zaki: Lapangan Kerja Solusi Utama!


					Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan pentingnya lapangan kerja untuk mengatasi masalah geng motor di kotanya. Perbesar

Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan pentingnya lapangan kerja untuk mengatasi masalah geng motor di kotanya.

JENTERANEWS.com – Aksi geng motor yang meresahkan warga Kota Sukabumi masih menjadi momok menakutkan. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mengungkapkan bahwa tingginya angka pengangguran menjadi salah satu faktor utama yang memicu maraknya aksi kriminal tersebut. Dalam pernyataannya pada Senin (10/3), Ayep menegaskan bahwa penyediaan lapangan pekerjaan adalah solusi krusial untuk memberantas keberadaan geng motor.

“Masih banyaknya aksi geng motor di Kota Sukabumi hingga saat ini, salah satunya disebabkan tingginya angka pengangguran,” ujar Ayep dengan nada prihatin.

Ayep Zaki, yang baru menjabat sebagai Wali Kota Sukabumi, menjadikan penciptaan lapangan kerja sebagai program prioritas dalam 100 hari kerjanya, bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana. Ia bertekad untuk menggali potensi Kota Sukabumi yang belum dimanfaatkan secara maksimal, seperti sektor UMKM, jasa, dan pariwisata.

“Dengan menggali potensi tersebut ditambah dukungan dari Pemkot Sukabumi, maka lapangan pekerjaan akan tercipta, sehingga terjadi penyerapan tenaga kerja,” jelas Ayep.

Selain itu, Ayep juga mengajak para investor untuk memprioritaskan warga Sukabumi dalam perekrutan tenaga kerja. “Harus diakui, anggota geng motor ini mayoritas adalah pengangguran,” tegasnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024 menunjukkan bahwa angka pengangguran di Kota Sukabumi merupakan yang tertinggi di Jawa Barat, setelah Kota Cimahi dan Kabupaten Bekasi. Fakta ini menjadi alarm bagi pemerintah kota untuk segera mengambil tindakan nyata.

“Kami optimistis jika lapangan pekerjaan semakin tersedia, maka masalah geng motor akan lebih mudah diatasi. Selain melakukan pembinaan kepada para pelajar dan masyarakat umum untuk bersama-sama mencegah keberadaan geng motor,” tambah Ayep.

Pemerintah Kota Sukabumi juga berencana untuk meningkatkan pembinaan bagi generasi muda, khususnya pelajar, agar tidak terjerumus dalam kegiatan negatif seperti geng motor. Upaya ini diharapkan dapat memberikan alternatif positif bagi para pemuda dan mengurangi angka pengangguran di kota tersebut.

Dengan langkah-langkah konkret ini, Ayep Zaki berharap Kota Sukabumi dapat segera terbebas dari ancaman geng motor dan menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi seluruh warganya.(*)


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Nekat Habisi Nyawa Sang Profesor demi Bayar Utang, Pelarian ART Sukabumi Berakhir di Makassar

4 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Pelaku pembunuhan dosen di Sukabumi berinisial PAL (jongkok) berhasil dibekuk Tim Resmob Polda Sulsel di Makassar usai kabur dan menguras uang korban ratusan juta rupiah.

Lonjakan Kasus Influenza A di Indonesia: Tren Musiman dan Rekam Jejak Panjang Virus yang Terus Berevolusi

3 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Petaka Jalur Purabaya: Pick Up Melenceng Hantam Honda Beat, Pelajar Luka Parah di Kepala!

3 Oktober 2026 - 17:28 WIB

TABRAKAN DI PURABAYA: Warga di Jalan Raya Purabaya-Sukabumi berusaha memberikan pertolongan pertama kepada Abi Akila (16), seorang pelajar yang tergeletak di aspal setelah sepeda motor Honda Beat miliknya (F 3412 UCL) bertabrakan dan terjepit di bawah bumper depan Mitsubishi Colt T120 SS Pick Up (F 8914 UW), Sabtu (3/10/2026). Plat nomor sepeda motor terlihat jelas di lokasi kejadian.

Nahas! Main HP Berujung Maut di Jembatan Kereta Cipelang

3 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Anggota Polsek Warudoyong dan petugas forensik memeriksa lokasi penemuan mayat pria berinisial S (25) di aliran Sungai Cipelang, Sukabumi, Jumat (2/10/2026). Korban diduga melompat atau terjatuh dari jembatan kereta api di atas lokasi temuan.

Polemik Prosedur Distribusi BBM Nelayan Berujung Tegang, Polisi Pastikan SPBN Cikahuripan Kembali Kondusif

3 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Sejumlah orang yang terdiri dari warga, pembeli, dan pihak terkait tampak berkumpul di area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) 38.43301 Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (1/10/2026) malam. Kerumunan tersebut terjadi menyusul insiden adu mulut antara rombongan media dan petugas SPBN yang dipicu oleh miskomunikasi terkait regulasi distribusi BBM menggunakan jerigen plastik untuk nelayan.

BGN Resmi Aktifkan 480 SPPG di 16 Provinsi, Moratorium Dapur Makan Bergizi Gratis Ditiadakan

3 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kiri) berjabat tangan saat tiba di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Jumat (2/10/2026). Kehadirannya untuk meresmikan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 16 provinsi, yang sekaligus menandai ditiadakannya moratorium dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Trending di News

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca