Menu

Mode Gelap

Hukum · 22 Mar 2025 09:40 WIB

Sukabumi Geger, Ratusan Ibu-ibu Tertipu Tabungan Hari Raya, Kerugian Tembus Miliaran Rupiah!


					Para ibu korban penipuan Tabungan Hari Raya (Tahara) saat melapor ke Mapolres Sukabumi Kota, Jumat (21/3). Mereka berharap uang tabungan yang telah dikumpulkan dapat segera kembali. Perbesar

Para ibu korban penipuan Tabungan Hari Raya (Tahara) saat melapor ke Mapolres Sukabumi Kota, Jumat (21/3). Mereka berharap uang tabungan yang telah dikumpulkan dapat segera kembali.

JENTERANEWS.com – Suasana Mapolres Sukabumi Kota mendadak ramai oleh kedatangan puluhan ibu-ibu pada Jumat (21/3). Dengan wajah penuh kekecewaan, mereka melaporkan dugaan penipuan Tabungan Hari Raya (Tahara) yang dikelola oleh Layka Parcel, sebuah usaha parsel yang berlokasi di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh.

Ratih Ratna Sari (27), salah satu korban sekaligus agen Tahara, menjelaskan bahwa program yang dijanjikan berupa parsel dan uang tunai, termasuk sembako, ternyata fiktif belaka. “Saya adalah agen Layka Parcel. Para anggota telah rutin menabung setiap bulan, namun menjelang Lebaran, pemilik usaha justru menghilang tanpa jejak,” ungkap Ratih dengan nada kecewa.

Menurut Ratih, dalam satu agen saja, lebih dari 100 orang menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp 58 juta. Jika dihitung dari seluruh agen yang ada, total kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1 miliar. “Anggota saya saja sekitar 100 orang dengan kerugian Rp 58 juta. Jika ditotal dari semua agen, kerugiannya bisa mencapai miliaran rupiah,” bebernya.

Ratih menjelaskan bahwa sistem tabungan ini telah berjalan selama tiga tahun tanpa masalah. Para peserta, yang mayoritas adalah pekerja pabrik, menabung setiap bulan dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu hingga lebih dari Rp 1 juta, dengan harapan mendapatkan parsel atau uang tunai saat Lebaran tiba.

“Sistem ini sudah berjalan tiga tahun dan tidak pernah ada masalah. Baru tahun ini kami mengalami kejadian seperti ini,” jelasnya.

Kecurigaan para korban muncul ketika pemilik Layka Parcel tiba-tiba menghilang tanpa memberikan informasi mengenai pencairan dana atau distribusi parsel. “Kami berharap uang kami bisa kembali, karena ini bukan jumlah yang sedikit. Apalagi agen juga merasa terbebani karena mereka juga mengumpulkan uang dari banyak anggota,” tegas Ratih.

Para korban berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pemilik Layka Parcel agar mereka mendapatkan keadilan. “Kami sudah melaporkan ke Polres Sukabumi Kota, semoga segera ditangani,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Satreskrim Polres Sukabumi Kota belum memberikan keterangan resmi terkait laporan para korban. Kasus ini telah mengguncang warga Sukabumi dan menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengikuti program tabungan atau investasi serupa.(*)

Laporan: Awang


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 145 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Napi Lapas Warungkiara Kabur Saat Masa Asimilasi, Petugas dan Kepolisian Gelar Pengejaran

20 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Foto Patah alias Acil, narapidana kasus pencurian yang dilaporkan kabur dari Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, saat menjalani program asimilasi. (Foto: Dok. Lapas Warungkiara)

Perkuat Tata Kelola Pembudayaan Hidup Sehat, Dinkes Jabar Gelar Bimtek Lintas Sektor di Sukabumi

20 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Suasana pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendampingan Pembudayaan Hidup Sehat (PHS) Tingkat Kabupaten Sukabumi yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat di Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial lintas sektor guna mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat.

Pastikan Kesiapan Fisik dan Administrasi KDKMP, Sekda Sukabumi Hadiri Rakornas Percepatan Verval

20 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman (tengah depan berbatik hitam dan kacamata), didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah, mendengarkan pemaparan Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi RI dalam Rakornas Percepatan Verval Gerai KDKMP secara daring dari Pendopo Sukabumi, Kamis (20/8/2026). Di sebelah kiri Sekda (wanita berhijab) dan sebelah kanannya (pria berbatik) adalah bagian dari tim pendamping.

Sidang Kematian Nizam Syafei: Ahli Forensik Sebut Penyakit Kronis Sebagai Penyebab, Perkuat Pembelaan Ibu Tiri

20 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Terdakwa Teni Ridha Shi alias TR saat menjalani sidang lanjutan beragendakan pemeriksaan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026).

Tiga Hari Hilang, Mahasiswa Asal Jakarta Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Citepus Sukabumi

20 Agustus 2026 - 16:29 WIB

Tim gabungan dari Satpolairud Polres Sukabumi, Basarnas, dan TNI AL mengevakuasi jasad korban tenggelam, Ahmad Nadif Fadilah (21), menggunakan kantong mayat di bibir Pantai Dolpin Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (19/8/2026). Jasad mahasiswa asal Jakarta Selatan itu ditemukan mengapung setelah tiga hari dinyatakan hilang di Pantai Karangnaya.

Korupsi APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi Resmi Ditahan

19 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Petugas Walsus Kejari Sukabumi mengawal seorang tahanan menuju mobil tahanan (atau ke dalam gedung, tidak jelas dari gambar) usai menjalani pemeriksaan. Tahanan tersebut mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejari Sukabumi.
Trending di Sukabumi

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca