Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 20 Apr 2026 10:17 WIB

Tanah Longsor Terjang Puncakmanggis Sagaranten: Dua Rumah Rusak Berat, Akses Jalan Desa Amblas


					Petugas gabungan yang terdiri dari Polri, Damkar, Tagana, dan relawan setempat melakukan tinjauan lapangan ke Kampung Bojonghaur, Desa Puncakmanggis, Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Minggu (19/4). Tim sedang mengamati pergerakan tanah yang mengancam sebuah bangunan di tengah vegetasi rimbun. Perbesar

Petugas gabungan yang terdiri dari Polri, Damkar, Tagana, dan relawan setempat melakukan tinjauan lapangan ke Kampung Bojonghaur, Desa Puncakmanggis, Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Minggu (19/4). Tim sedang mengamati pergerakan tanah yang mengancam sebuah bangunan di tengah vegetasi rimbun.

JENTERANEWS.COM — Cuaca ekstrem memicu bencana pergerakan tanah dan longsor di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi. Kali ini, Kampung Bojonghaur, Desa Puncakmanggis, Kecamatan Sagaranten, menjadi titik terdampak pada Minggu (19/4/2026).

Peristiwa yang terjadi mulai pukul 09.00 WIB tersebut mengakibatkan dua rumah warga rusak berat, belasan jiwa terancam, serta memutus akses infrastruktur vital desa.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sagaranten, Deniar Rumpaka, bencana dipicu oleh patahan tebing setinggi 3 meter yang berada tepat di atas pemukiman warga.

“Terjadi patahan longsor tebing bagian atas dengan jarak sekitar 20 meter dari pemukiman. Material tanah menyeret bagian belakang dua rumah warga,” ujar Deniar dalam laporan resminya.

Adapun data warga yang terdampak langsung adalah:

  1. Ibu Unikah (68): Rumah panggung ukuran 5×7 m². Bagian belakang rumah terseret longsor.

  2. Bapak Surnoh (55): Rumah semi permanen ukuran 5×6 m². Alami kerusakan serupa pada bagian belakang.

Kondisi kedua rumah tersebut saat ini dikategorikan sebagai zona merah atau hazard (sangat rawan). Akibatnya, para penghuni terpaksa diungsikan ke rumah kerabat terdekat karena bangunan sudah tidak aman untuk ditempati. Selain itu, tercatat sedikitnya 9 unit rumah warga lainnya kini dalam status terancam sedang.

Selain merusak hunian, pergerakan tanah juga menghantam fasilitas publik. Akses jalan desa di ruas Bojonghaur dilaporkan amblas sepanjang 100 meter, yang merupakan urat nadi perlintasan warga sehari-hari. Satu tiang listrik milik PLN juga roboh, mengancam stabilitas pasokan energi di area tersebut.

Merespons kejadian tersebut, tim gabungan yang terdiri dari P2BK Sagaranten, Damkar, Tagana, Trantib Kecamatan, Koramil 2211, serta Polsek Sagaranten langsung terjun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.

Langkah-langkah yang telah diambil meliputi:

  • Evakuasi Warga: Memastikan seluruh penghuni di zona berbahaya telah mengungsi.

  • Pembersihan Jalur: Evakuasi material longsor yang menutupi badan jalan desa.

  • Mitigasi Darurat: Pemasangan penguat sementara menggunakan bambu dan karung berisi tanah (sandbags) di sepanjang area retakan jalan untuk mencegah kerusakan yang lebih meluas.

Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, pihak berwenang terus memberikan imbauan keras kepada warga di sekitar lokasi agar tetap waspada, mengingat potensi pergerakan tanah susulan masih mungkin terjadi jika intensitas hujan kembali meningkat.

“Kami terus berkoordinasi dengan Forkopimcam dan perangkat desa untuk memantau perkembangan di lapangan,” tutup Deniar.(*)


Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Diterjang Cuaca Ekstrem, Rumah Warga Cidadap Sukabumi Roboh

25 Mei 2026 - 18:29 WIB

Konstruksi rumah panggung berukuran 4x8 meter di Kampung Cibadak, RT 004/002, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, tampak roboh pada bagian panggung dan atap setelah diguyur hujan deras pada Senin (25/5/2026) dini hari. Kerusakan total ini memperlihatkan anyaman bambu di dinding dan puing-puing konstruksi yang berserakan. (Foto: Dokumen P2BK Cidadap / BPBD Kabupaten Sukabumi)

Hujan Deras 8 Jam, Luapan Sungai Cikaso Putus Akses Jalan dan Rendam Rumah Warga di Sagaranten

25 Mei 2026 - 10:17 WIB

Petugas gabungan dari Polsek Sagaranten dan petugas penanggulangan bencana (P2BK/BPBD) bersiaga memantau kondisi ruas Jalan Raya Sagaranten - Cidolog di Desa Curugluhur yang terputus akibat luapan Sungai Cikaso, Senin (25/5/2026). Luapan air sempat mencapai ketinggian 1,5 meter dan melumpuhkan arus lalu lintas kendaraan. (Foto: Dok. P2BK Sagaranten)

Hujan Deras Guyur Sukabumi, Bendungan Irigasi di Curugkembar Jebol dan Ancam 30 Hektare Sawah

25 Mei 2026 - 06:51 WIB

kerusakan berat pada bendungan irigasi di Jalan Pasir Kadu, Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur ini roboh dan terbawa arus air sungai yang meluap setelah hujan lebat, mengancam 30 hektare lahan pertanian warga.

Hujan Deras Picu Tanah Longsor di Nagrak Sukabumi, Warga Sigap Gotong Royong

24 Mei 2026 - 22:19 WIB

Kondisi darurat di Kampung Kebonkai, Sukabumi, Minggu malam (24/5/2026). Tampak timbunan tanah dan puing setinggi tebing di sisi kanan, menutupi akses jalan gang utama setelah longsor melanda akibat hujan deras terus menerus. Seorang warga atau petugas berjas hujan (kiri) terlihat di dekat lokasi kejadian.

Banjir dan Longsor Landa Simpenan Sukabumi Usai Diguyur Hujan Deras

24 Mei 2026 - 19:53 WIB

Pemandangan memprihatinkan di ruas jalan desa menuju Kampung Ciporekat, Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu sore (24/5/2026). Air berlumpur berwarna cokelat yang mengalir deras menggerus aspal jalan akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan parah pada permukaan jalan, mempersulit akses transportasi utama warga. (Dok. P2BK SIMPENAN / Pusdalops PB BPBD Kab. Sukabumi)

Hujan Deras Picu Longsor di Ciambar Sukabumi, Dua Motor Tertimbun dan Tiga Rumah Terancam

24 Mei 2026 - 19:20 WIB

Kondisi Pasca Longsor Tebing di Kampung Cipeumutih, Desa Munjul. Pemandangan lereng tanah yang terjal dan labil di lokasi longsor tebing di Kampung Cipeumutih, RT 01/07, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Gambar ini menunjukkan besarnya material longsoran yang ambruk setelah hujan deras pada Minggu (24/5/2026) sore, menimbun pekarangan di bawahnya. Longsoran tebing pekarangan setinggi 10 meter milik Bapak Aap ini menimpa pagar dan dua unit sepeda motor milik warga yang masih tertimbun material yang terlihat labil. [Visual/Dok. P2BK Ciambar - BPBD Kabupaten Sukabumi]
Trending di Sukabumi