Menu

Mode Gelap
Download Aplikasi Pinjaman Online Langsung Cair, Cepat Terdaftar OJK Tujuh Game Penghasil Uang, Download Aplikasinya Disini Dapatkan Puluhan Juta Rupiah Cara Membuat NPWP Online, Sangat Mudah Tinggal Siapkan Syarat Wajib Pajak Diduga Depresi Berat Karena Menderita Sakit Yang Tak Kunjung Sembuh, Seorang Nenek di Cikole Gantung Diri Tumpukan Kayu di Pinggir Jalan Cibaregbeg Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan

Sukabumi · 20 Nov 2025 18:34 WIB

Tindak Kekerasan Jalanan di Sukabumi: Pelajar SMK Dipukuli Usai Motornya Cipratkan Air, Kasus Ditangani PPA Polres


					Rekaman video viral yang menunjukkan seorang pria dewasa (berjaket gelap) meluapkan amarah dan diduga melakukan pemukulan terhadap Ajiansu (pelajar SMKN 1 Surade) di Surade, Sukabumi, Rabu (19/11). Insiden ini dipicu oleh cipratan air genangan dari motor korban dan kini kasusnya ditangani Unit PPA Polres Sukabumi. Perbesar

Rekaman video viral yang menunjukkan seorang pria dewasa (berjaket gelap) meluapkan amarah dan diduga melakukan pemukulan terhadap Ajiansu (pelajar SMKN 1 Surade) di Surade, Sukabumi, Rabu (19/11). Insiden ini dipicu oleh cipratan air genangan dari motor korban dan kini kasusnya ditangani Unit PPA Polres Sukabumi.

JENTERANEWS.com—Sebuah insiden kekerasan jalanan yang terekam kamera dan menjadi viral di media sosial telah memicu kemarahan publik. Video berdurasi 2 menit 2 detik menunjukkan seorang pria dewasa meluapkan amarahnya dengan nada keras dan kasar, bahkan diduga melakukan pemukulan terhadap seorang pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di ruas jalan desa Kampung Citamiang, Desa Cikangkung, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu sore (19/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, menjadi sorotan tajam karena pelaku terekam mengintimidasi korban yang baru saja pulang sekolah.

Informasi yang berhasil dihimpun, kejadian bermula ketika korban, Ajiansu, yang merupakan siswa Kelas X SMKN 1 Surade, melintas di ruas jalan desa Pamoyanan–Bojonggadog. Sepeda motor yang dikendarainya tanpa sengaja menginjak genangan air di sebuah lubang, menyebabkan air kotor tersebut menciprat.

Nahas, cipratan air diduga mengenai seorang pria dewasa yang datang dari arah berlawanan sambil membonceng seorang wanita. Merasa tersinggung, pria tersebut segera memutar balik kendaraannya dan mengejar pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah itu.

Setibanya di lokasi, pria dewasa yang identitasnya belum dirilis resmi, langsung menghampiri dan memarahi Ajiansu dengan nada tinggi dan bahasa yang kasar. Momen intimidasi dan dugaan tindak kekerasan inilah yang terekam oleh warga dan segera menyebar luas, memicu kecaman dari warganet.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Surade, Madhani, membenarkan bahwa korban adalah salah satu anak didiknya. Madhani memberikan kesaksian yang menekankan kontras antara perlakuan yang diterima Ajiansu dengan kepribadiannya di sekolah.

“Benar, siswa tersebut adalah anak didik kami bernama Ajiansu. Anaknya baik, aktif di OSIS, dan hari itu pun ia baru pulang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler,” ujar Madhani, Kamis (20/11/2025).

Keterangan ini menegaskan bahwa korban adalah pelajar yang baru menyelesaikan kegiatan sekolah dan bukan merupakan pelaku pelanggaran serius.

Pihak kepolisian segera bertindak menyikapi kasus viral ini. Kapolsek Ciracap, Iptu Taofik Hadian, memberikan konfirmasi singkat namun tegas mengenai penanganan kasus tersebut.

“Kasusnya sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sukabumi,” kata Iptu Taofik.

Penanganan kasus ini oleh Unit PPA menunjukkan adanya indikasi perlindungan khusus terhadap korban yang masih di bawah umur, terlepas dari jenis kelaminnya. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, mengingat intimidasi dan dugaan kekerasan yang dialami korban terjadi di muka umum.

Hingga berita ini ditayangkan, tim redaksi masih berupaya memperoleh keterangan dan rincian lebih lanjut dari penyidik Unit PPA Polres Sukabumi terkait status pelaku, hasil visum jika ada, dan pasal yang akan diterapkan dalam kasus ini. Publik menanti langkah cepat aparat untuk memastikan keadilan bagi korban dan memberikan efek jera terhadap tindak kekerasan di jalanan.(*)


Laporan: Mardi

Editor: Hamjah


Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Artikel ini telah dibaca 50 kali

Baca Lainnya

Semarakkan HUT RI ke-81, Pemdes dan Karang Taruna Cidolog Gelar Turnamen Voli Antar-RW

14 Agustus 2026 - 16:42 WIB

Kepala Desa Cidolog, Dasep (baju batik), bersama perangkat desa, unsur Babinsa, panitia Karang Taruna, serta perwakilan pemain membentangkan spanduk usai pembukaan Turnamen Bola Voli Putra-Putri Antar-RW se-Desa Cidolog dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-81 di lapangan voli Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi.

Perkuat Ekonomi Syariah Warga, KKN STIES Gasantara Sukses Jalankan Pengabdian di Jambenengang

13 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 2 STIES Gasantara Indonesia (kiri) menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada Sekretaris Desa Jambenengang (kanan) di Aula Kantor Desa Jambenengang, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, sebagai simbolis berakhirnya masa tugas dan jalinan kerja sama yang baik selama pelaksanaan KKN.

Wujud Apresiasi Kinerja, Pemdes Mekarjaya Cidolog Salurkan Insentif untuk LKD dan Tenaga Pendidik

13 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Sejumlah perwakilan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan tenaga pelayan masyarakat, termasuk dari Karang Taruna (tampak pada logo kaus peserta), duduk tertib mendengarkan paparan pada acara penyaluran insentif di Aula Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, Kamis (13/8/2026). Banner di bagian depan mengonfirmasi detail acara dan tahun anggaran.

Polres Sukabumi Ungkap Peredaran 41 Ribu Obat Berbahaya dan Ribuan Botol Miras, 19 Tersangka Diamankan

12 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Kasat Narkoba Polres Sukabumi AKP Iwan Hendi Sutisna (ketiga dari kanan) bersama Kasat Pol PP Deni Yudono (kiri) dan Kapolsek Cibadak AKP Joko Susanto Supono (kedua dari kanan) menunjukkan barang bukti 41.479 butir obat berbahaya tanpa izin edar dan 3.641 botol miras ilegal di markas Satres Narkoba Sukabumi, Jawa Barat. Tumpukan strip obat dan botol-botol miras tersebut disita dari operasi tiga bulan terakhir, yang berhasil mengamankan 19 tersangka dengan total taksiran nilai barang bukti mencapai ratusan juta rupiah.

Antisipasi Karhutla di Puncak Kemarau, Forkompimcam Cidolog Gencarkan Patroli Gabungan

12 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Tim gabungan dari Polsek Sagaranten, Koramil 2211 Sagaranten, dan unsur Forkompimcam Cidolog memantau kondisi lahan kering di wilayah Kecamatan Cidolog, Sukabumi, sebagai bagian dari upaya patroli antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di musim kemarau.

Diduga Depresi, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jembatan Cilubang Sukabumi

12 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Petugas gabungan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Sagaranten, Komando Rayon Militer (Koramil) Sagaranten, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cidolog, dibantu warga setempat, saat berada di lokasi penemuan jasad seorang pria berinisial R (59) yang ditemukan tewas tergantung kain sarung di Jembatan Cilubang, Desa Tegalega, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (12/8). Petugas tampak sedang melakukan pengecekan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi tersebut.
Trending di Sukabumi
error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari JENTERA NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca