Menu

Mode Gelap

Sukabumi · 17 Mar 2026 15:43 WIB

Truk Bermuatan Material Nyaris Terguling, Warga Cidadap Keluhkan Jalan Rusak Parah yang Tak Kunjung Diperbaiki


					kondisi truk light duty (Isuzu ELF) putih dengan muatan penuh bata hebel yang miring secara ekstrem di Jalan Ciketa Cibarengkok, Kampung Ciawi, Desa Padasenang, Cidadap, Sukabumi. Ban belakang sebelah kanannya terperosok ke dalam lubang dalam di tengah jalan tanah yang rusak parah. Warga dan pekerja terlihat memasang beberapa batang bambu tebal sebagai penopang darurat di sisi kanan truk untuk mencegahnya benar-benar terguling. Kejadian ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan kabupaten di pelosok Sukabumi yang bertahun-tahun rusak tanpa perbaikan. (Watermark tanggal di pojok kanan bawah: 2026.03.17 14:57) Perbesar

kondisi truk light duty (Isuzu ELF) putih dengan muatan penuh bata hebel yang miring secara ekstrem di Jalan Ciketa Cibarengkok, Kampung Ciawi, Desa Padasenang, Cidadap, Sukabumi. Ban belakang sebelah kanannya terperosok ke dalam lubang dalam di tengah jalan tanah yang rusak parah. Warga dan pekerja terlihat memasang beberapa batang bambu tebal sebagai penopang darurat di sisi kanan truk untuk mencegahnya benar-benar terguling. Kejadian ini kembali menyoroti kondisi infrastruktur jalan kabupaten di pelosok Sukabumi yang bertahun-tahun rusak tanpa perbaikan. (Watermark tanggal di pojok kanan bawah: 2026.03.17 14:57)

JENTERANEWS.com  — Buruknya infrastruktur jalan kembali memakan “korban”. Sebuah truk bermuatan material bangunan nyaris terguling setelah terperosok ke dalam lubang besar di ruas Jalan Ciketa Cibarengkok, tepatnya di Kampung Ciawi, Desa Padasenang, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (17/3/2026).

Peristiwa yang terjadi pada sore hari ini kembali menyoroti kondisi jalan kabupaten yang sudah bertahun-tahun rusak parah dan urung mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk jenis Isuzu ELF tersebut tengah mengangkut bata hebel yang didatangkan langsung dari Tangerang. Material tersebut rencananya akan digunakan untuk proyek pembangunan Koperasi Merah Putih di Desa Padasenang. Namun nahas, saat melintasi jalur yang memang dikenal ekstrem karena kerusakannya, ban belakang sebelah kiri truk terperosok ke dalam lubang dalam yang menganga di tengah jalan.

Akibatnya, posisi truk miring dan nyaris terbalik. Berdasarkan pantauan di lokasi, warga setempat dan pekerja terpaksa harus bahu-membahu menopang badan truk menggunakan batang-batang bambu agar tidak benar-benar terguling, sembari memindahkan muatan bata hebel satu per satu secara manual ke tepi jalan.

Kondisi Jalan Ciketa Cibarengkok memang sangat memprihatinkan. Lapisan aspal tampak sudah terkelupas habis, menyisakan bebatuan tak beraturan dan lubang-lubang dalam yang menganga lebar di sepanjang badan jalan.

Menurut keterangan warga sekitar, insiden terperosoknya kendaraan bermuatan berat di titik ini bukanlah yang pertama kali. “Kejadian seperti ini sering kali terjadi akibat jalannya yang sangat rusak parah. Jangankan truk muatan berat, untuk kendaraan kecil saja memang sangat susah dan berbahaya untuk lewat,” ungkap salah seorang warga di lokasi kejadian.

Kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut ini tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam kelancaran roda ekonomi dan distribusi logistik di wilayah Kecamatan Cidadap. Warga merasa seolah dianaktirikan karena perbaikan tak kunjung terealisasi.

Melalui insiden ini, warga Desa Padasenang menyampaikan desakan keras kepada pemerintah daerah. “Kami sebagai warga sangat berharap pihak pengawas jalan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi bisa turun langsung ke sini. Lihatlah kondisi jalan kami yang memang sudah bertahun-tahun rusak parah ini. Kami mohon segera ada tindakan nyata,” tegas perwakilan warga penuh harap.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih bergotong-royong mengevakuasi truk tersebut. Masyarakat berharap kejadian ini menjadi peringatan keras bagi Pemkab Sukabumi agar segera memprioritaskan perbaikan infrastruktur di pelosok daerah demi keselamatan dan kesejahteraan warganya.(*)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Kelezatan Terong Balado Tanpa Rasa Bersalah: Rahasia Dapur Hemat Minyak

17 April 2026 - 07:14 WIB

Bupati Sukabumi Dampingi Penasihat Khusus Presiden Resmikan Huntap Adaptif Bencana di Cisolok

16 April 2026 - 20:53 WIB

Penasihat Khusus Presiden Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Huntap Cisolok, Kamis (16/4).

Hujan Deras Picu Luapan Sungai, Puluhan Warga Pamuruyan Sukabumi Terdampak Banjir

16 April 2026 - 20:06 WIB

Petugas P2BK Cibadak (mengenakan sepatu bot kuning) melakukan asesmen di lokasi permukiman warga Kampung Panagan, Kelurahan Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, yang terendam banjir akibat luapan sungai, Kamis (16/4/2026). Air berwarna cokelat setinggi betis merendam gang utama pemukiman.

Pemdes Cidolog Cairkan Insentif untuk Aparatur Lingkungan dan Lembaga Kemasyarakatan

16 April 2026 - 19:59 WIB

Tampak suasana di dalam Aula Desa Cidolog saat pelaksanaan pembagian insentif untuk Ketua RT, RW, LPMD, Karang Taruna, MUI, dan pengurus DKM. Penyerahan insentif yang bersumber dari ADD/Dana Desa ini bertujuan untuk memacu semangat kerja para penggerak masyarakat.

Perkuat Konvergensi Stunting Tingkat Desa, Wabup Sukabumi Jadikan Data KPM Sebagai Rujukan Kebijakan

15 April 2026 - 19:26 WIB

Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, tengah memberikan arahan saat menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4/2026).

Soroti Dampak Proyek Tol Bocimi, DPRD Kabupaten Sukabumi Desak Kontraktor Tertib SOP Pengangkutan Tanah

13 April 2026 - 19:14 WIB

Aktivitas pengangkutan material tanah di area terbuka proyek Tol Bocimi di bawah jembatan overpass yang sedang dibangun. Lokasi seperti inilah yang menjadi fokus pengawasan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sukabumi, Iwan Ridwan, yang mengingatkan pelaksana proyek untuk disiplin menerapkan SOP, terutama dalam mencegah ceceran tanah yang dapat membahayakan pengguna jalan.
Trending di Sukabumi