JENTERANEWS.com – Sebuah insiden kecelakaan tunggal terjadi pada hari Selasa, 25 November 2025, ketika satu unit truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi terbalik di ruas Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu, tepatnya di Kampung Baeud, Kecamatan Warungkiara. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 08.45 WIB ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerusakan parah pada kendaraan serta tumpahan material sampah di badan jalan.
Kapolsek Warungkiara, AKP H.R. Panji Setiaji, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa penanganan cepat telah dilakukan oleh pihak kepolisian.
“Bahwa setelah adanya laporan kejadian tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan penanganan di lokasi, termasuk pengamanan TKP, pengaturan arus lalu lintas, serta sistem buka-tutup jalan dengan mengerahkan tiga personel Polsek Warungkiara,” terang AKP Panji.
Dugaan sementara, musibah ini murni kecelakaan tunggal yang dipicu oleh upaya sopir untuk menghindari jalan berlubang di tikungan menanjak. Kombinasi antara jalan yang miring dan manuver tersebut membuat truk hilang keseimbangan dan akhirnya terbalik.
Sopir truk, yang teridentifikasi berinisial Akus (44), menjelaskan kronologi kejadian saat ia melaju dari Palabuhanratu menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cimenteng. “Saya mau menghindari lubang dan jalan miring, tiba-tiba truk langsung terbaring. Beruntung saya tidak mengalami luka serius, Alhamdulillah saya tidak apa-apa,” ujar Akus.
Akibat insiden ini, kerugian material yang dialami cukup signifikan, meliputi: Kaca depan truk pecah, Bahan bakar solar tumpah ke jalan, Muatan sampah berserakan, berpotensi mengganggu lalu lintas dan lingkungan.
Kecelakaan ini secara langsung kembali menyoroti isu kerusakan di sejumlah titik Jalan Nasional Warungkiara–Palabuhanratu. Kondisi jalan yang berlubang dan kerap dikeluhkan pengguna jalan, terutama pengemudi kendaraan besar, disinyalir menjadi faktor pemicu utama kecelakaan serupa yang terus berulang.
Beberapa pihak menilai bahwa insiden di Warungkiara ini adalah cermin dari persoalan struktural yang mendesak untuk diselesaikan, meliputi:
-
Infrastruktur: Kerusakan pada jalan nasional yang tidak kunjung diperbaiki.
-
Armada: Potensi kendaraan yang dioperasikan melampaui batas aman.
-
Kebijakan Teknis: Operasional yang berjalan di bawah tekanan sosial, bukan standar profesional keselamatan.
Tanpa adanya perbaikan infrastruktur secara menyeluruh serta evaluasi terhadap standar keselamatan armada angkutan, risiko kecelakaan serupa di ruas jalan vital ini diprediksi akan terus terjadi.
Pihak berwenang diharapkan segera mengambil langkah mitigasi untuk membersihkan tumpahan sampah dan solar, serta melakukan perbaikan darurat pada titik jalan yang rusak guna menjamin keselamatan pengguna jalan.
Laporan : Ridwan
Editor :Hamjah















