JENTERANEWS.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi pada Jumat lalu menyisakan luka mendalam. Longsor yang terjadi di Kampung Pasirkaliki, RT 01 RW 01, Desa Tanjungsari, Kecamatan Curugkembar, menyebabkan akses jalan menuju SDN Pasirkaliki dan desa tetangga, Waringinsari (Kabupaten Cianjur), terputus total. Namun, semangat gotong royong warga setempat berhasil menghidupkan kembali akses vital tersebut.
Pantauan jenteranews.com pada hari Minggu , warga Pasirkaliki berbondong-bondong menuju lokasi longsor. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu membersihkan material longsor yang menumpuk. Lelah dan keringat seolah tak berarti di hadapan semangat untuk segera memperbaiki jalan.
“Kami mulai kerja bakti sejak kemarin, tapi karena material longsornya sangat banyak, jadi belum selesai,” ujar Tatang alias Eko, salah seorang warga yang ikut berpartisipasi. “Meskipun begitu, kami tidak menyerah dan akan terus bekerja sampai jalan ini bisa digunakan kembali.”
Aksi gotong royong ini bukan hanya sekadar memperbaiki jalan, tetapi juga menjadi cerminan kesadaran kolektif warga Pasirkaliki dalam menghadapi bencana. Mereka memahami bahwa bencana alam dapat terjadi kapan saja dan upaya penanggulangannya harus dilakukan secara bersama-sama.
“Jalan ini sangat penting bagi kami, karena selain menghubungkan ke sekolah, juga merupakan akses utama menuju desa tetangga,” tambah Eko. “Dengan gotong royong, kami membuktikan bahwa masyarakat bisa saling membantu dan mengatasi kesulitan bersama.” ujar Eko
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya peran masyarakat dalam penanggulangan bencana. Pemerintah memang memiliki tanggung jawab untuk menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, namun partisipasi aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan.
Gotong royong yang dilakukan warga Pasirkaliki patut diapresiasi sebagai contoh nyata semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Semoga kejadian ini dapat menginspirasi masyarakat lainnya untuk lebih aktif dalam menjaga lingkungan dan tangguh menghadapi bencana.(*)















