Menu

Mode Gelap

Bencana · 1 Mei 2024 13:15 WIB

21 Dari 47 Kecamatan Di Kabupaten Sukabumi Terdampak Gempa Garut


					21 Dari 47 Kecamatan Di Kabupaten Sukabumi Terdampak Gempa Garut Perbesar

JENTERANEWS.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat 21 kecamatan dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terdampak gempa M6,5 yang berpusat di Kabupaten Garut pada Sabtu (27/4/2024).

“Mayoritas kecamatan yang terdampak gempa tersebut tersebar di wilayah selatan dan beberapa di utara Kabupaten Sukabumi,” kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sukabumi Medi Abdul Hakim di Sukabumi, Selasa.

Menurutnya, sesuai data Pusat Pengendalian Operasi (Pudalops) BPBD Kabupaten Sukabumi 21 kecamatan yang terdampak gempa Garut yakni Kecamatan Gegerbitung, Purabaya, Cikidang, Ciemas, Sukabumi, Nagrak, Warungkiara, Cikembar, Curugkembar, Cicantayan.

Kemudian Kecamatan Jampangkulon, Ciracap, Cidolog, Caringin, Simpenan, Cibitung, Cisaat, Lengkong, Kebonpedes, Cidadap dan Ciracap. Selain merusak sejumlah rumah, getaran gempa ini juga mengakibatkan beberapa fasilitas ibadah dan pendidikan mengalami kerusakan.

Seperti di Kampung Datardangdeur, RT 006/003, Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung di Masjid Jami Attaqwa mengalami rusak sedang, kemudian Masjid Aljami’ah yang berada di Kampung Tegallega RT 04/02, Desa Tegallega, Kecamatan Cidolog mengalami rusak sedang.

Sementara di Kampung Cipaku RT 11/03, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap bangunan SDN Cipaku mengalami rusak sedang namun masih bisa digunakan. Tidak menutup kemungkinan jumlah bangunan ataupun kecamatan yang terdampak bertambah.

“Hingga saat ini kami melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kecamatan dan bangunan yang terdampak. Tetapi, dari pendataan sementara kategori kerusakan mulai dari ringan hingga sedang, tidak ada yang rusak berat,” tambahnya.

Medi mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi terjadinya gempa bumi, karena seperti diketahui Kabupaten Sukabumi merupakan daerah rawan gempa.(*)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Hujan Deras Picu Longsor di Cikidang Sukabumi, Tiga Kepala Keluarga Terancam

22 Mei 2026 - 09:19 WIB

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) BPBD Kabupaten Sukabumi bersama warga setempat bergotong royong membersihkan material tanah longsor di Kampung Cikamuning, Desa Sampora, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/5/2026) pagi.

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang, Satu Warga Sukamaju Tewas Tertimbun

16 April 2026 - 20:24 WIB

Petugas gabungan meninjau lokasi tanah longsor yang menimbun area permukiman warga di Kampung Gria Sukamaju, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/4/2026) sore.

Baru Tiga Bulan Diresmikan, Jembatan Darurat di Nyalindung Sukabumi Hanyut Diterjang Arus Deras

15 April 2026 - 07:21 WIB

Kerangka jembatan darurat berbahan bambu di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, tampak terseret dan tersangkut di aliran sungai yang meluap setelah diguyur hujan deras, Selasa (14/4/2026). Jembatan ini, yang baru berusia kurang dari tiga bulan, kini putus total dan tidak bisa digunakan.

Diterjang Longsor dan Banjir Bandang, Akses Sukabumi-Sagaranten Terapkan Buka-Tutup

14 April 2026 - 16:54 WIB

petugas gabungan, yang terdiri dari personel Dinas Pekerjaan Umum (PU) Wilayah II dan relawan setempat, berupaya keras menyingkirkan material batu dan lumpur yang menyumbat sebagian ruas jalan provinsi Sukabumi-Sagaranten di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (14/4/2026)

Hujan Deras Picu Longsor di Sukalarang Sukabumi, Satu Rumah Rusak Berat dan Warga Terluka

12 April 2026 - 09:19 WIB

Kondisi salah satu rumah warga di Kampung Gria Sukamaju, Desa Sukamaju, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, yang hancur usai diterjang material tebing longsor, Sabtu (11/4/2026). Tingginya intensitas hujan memicu longsoran tebing setinggi 7 meter yang menjebol dinding rumah dan menyebabkan satu orang terluka. (Foto: Dok. P2BK Sukalarang)

Hujan Deras Picu Longsor di Tiga Titik Desa Pawenang Sukabumi, Akses Jalan dan Rumah Warga Terancam

6 April 2026 - 21:09 WIB

Trending di Bencana