JENTERANEWS.com – Bencana tanah longsor terjadi di Tanjungsari Kecamatan Curugkembar, lokasi longsor yang jauh dari pemukiman tidak membahayakan masyarakat, namun mengakibatkan putusnya sumber jaringan irigasi masyarakat di dua Desa.
Padahal Saluran Irigasi tersebut baru selesai di bangun oleh pemerintah yang dilaksanakan oleh CV PUTRA PERKASA PRIMA dengan anggaran yang cukup besar.
Tanah longsor tersebut terjadi di tepi aliran Sungai Cibeber, tepatnya di Kampung Kelas Tilu Desa Tanjungsari Kecamatan Curugkembar Kabupaten Sukabumi. longsor di lokasi tersebut terbilang cukup sering,
Apalagi saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut, meski tidak mengakibatkan korban jiwa, namun akses masyarakat terganggu termasuk pasokan air untuk areal persawahan.
Sekretaris Desa Mekartanjung Taofik Abdulah, Mengatakan, mengatakan tanah longsor tersebut terjadi pada Minggu (21/12024) sepekan lalu, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah kecamatan Kecamatan Curugkembar termasuk di wilayah Desa Mekartanjung.
“Tanah longsor itu mengakibatkan terputusnya jaringan irigasi yang bersumber dari aliran Cibeber, karena terputusnya jaringan irigasi itu, berdampak pada terhentinya pasokan air untuk areal persawahan,” kata Taofik.
Dijelaskannya, areal persawahan yang terdampak terhentinya pasokan air itu ada dua desa yaitu Desa Tanjungsari dan Desa Mekartanjung
“Ratusan hektar areal persawahan terancam gagal panen jika saluran irigasi itu terputus, karena kalau hanya mengandalkan hujan turun, kebutuhan air tidak terpenuhi,” jelasnya.
Lanjutnya, agar saluran irigasi kembali mengairi sawah, masyarakat dari desa Mekartanjung dan desa Tanjungsari yang biasa memanfaatkan jaringan irigasi tersebut bergotong royong untuk memperbaiki saluran irigasi tersebut.
“Tadi pagi masyarakat sudah bergotong royong agar jaringan irigasi itu kembali bisa dimanfaatkan, masyarakat hanya mampu mengurug dan menambal saluran irigasi dengan tanah,” terangnya.
Menurutnya, untuk menangani longsor tersebut harus ada tembok penahan tanah TPT dan perbaikan irigasi harus di cor beton secara permanen, namun warga hanya menambalnya dengan tanah.
“Kalau bagian dinding saluran irigasi tersebut tidak cepat dibangun secara permanen, dan tidak ada tembok penahan tanah dikhawatirkan upaya warga sia-sia,” ujarnya
Ditambahkannya, gotong royong warga di mulai hari ini Senin dan di rencanakan sampai hari Rabu (31/2024) mendatang
“Kami berharap agar intansi terkait merespon dan memperbaiki irigasi tersebut, atau pihak CV yang membangun irigasi ini melakukan garansinya, supaya bisa membantu petani dalam pengairannya,” kata Taofik (*)















